Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Sosok Yang Dirindukan


Akhirnya tiba hari dimulainya kompetisi.


Setelah melewati malam yang mana ia dipertemukan dengan sosok Dewa Agung ras Dewa, yang mana sosok itu dikatakan sebagai sosok terkuat di seluruh Alam Semesta. Pagi ini, Zhou Tian yang didampingi ke-empat saudaranya, mereka akan berkeliling Kota Dewa, sebelum nantinya pergi ke arena kompetisi.


Belum juga Zhou Tian dan yang lainnya pergi jauh meninggalkan kediaman yang mereka tempati, langkah kaki mereka harus terhenti.


Swush...


Dua siluet bayangan melesat dari kejauhan dan diikuti oleh siluet lainnya, dan tidak lama dua sosok pria serta puluhan prajurit muncul di hadapa Zhou Tian dan yang lainnya.


“Apa hanya ini perwakilan dari ras iblis yang akan mengikuti kompetisi? Kalau hanya kalian, aku pastikan kalian semua akan mati!” ucap salah satu pria, dan ia adalah Shang Wuzhi.


Mendengar itu, dengan santainya Zhou Tian memberi balasan, “Aku seorang diri yang akan menjadi perwakilan ras iblis, dan aku tidak akan mati di tangan kalian! Sebaliknya, mungkin kalian yang akan mati di tanganku!”


Zhou Tian sekarang memiliki kebiasaan, yaitu ia akan mengancam balik jika ada yang berani mengancamnya, dan ia akan terus melakukannya, sekalipun yang mengancamnya adalah dua putra Dewa ras manusia.


Selama ada sistem, tidak sulit bagi Zhou Tian tahu ia sedang berhadapan dengan siapa. Sistem mengetahui banyak hal. Sekalipun lawan bicaranya menyembunyikan jati diri dan juga ranah kekuatannya, dengan adanya sistem, semua itu tidak berguna saat berada dihadapan Zhou Tian.


“Ternyata kau cukup memiliki keberanian, tapi sayangnya keberanian saja tidak cukup untuk mengalahkan kami!”


“Kalian sekumpulan iblis lemah tidak bakalan bisa mengalahkan kami, dan pada akhirnya kami yang terlahir dengan kekuatan besar, kami pasti bisa membunuh kalian!” ucap pria satunya, yang tidak lain adalah Shang Zang.


Zhou Tian terkekeh pelan mendengar itu, dan setelahnya ia berkata, “Mari kita buktikan semua di atas arena kompetisi, dan aku harap kalian tidak akan menyesal apapun yang nantinya terjadi di atas arena kompetisi!”


Shang Zang dan Shang Wuzhi menunjukkan ekspresi kemarahan di wajah mereka, begitu mendengar apa yang diucapkan Zhou Tian, lalu Shang Wuzhi berkata, “Kalau saja tidak ada aturan larangan bertarung di tempat ini, aku pasti sudah membunuhmu sedari kemarin!”


Zhou Tian hanya tersenyum menanggapi apa yang diucapkan Shang Wuzhi, lalu ia dan keempat saudaranya tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


Melihat keberadaan lima sosok iblis di hadapan meraka tiba-tiba menghilang tanpa jejak, Shang Wuzhi dan Shang Zang, keduanya tiba-tiba saja merasakan ancaman nyata dari kelima sosok iblis yang baru mereka temui, dan keduanya mulai berpikir jika kekuatan mereka tidak akan cukup melawan kelima iblis, yang sebelumnya terlihat tenang saat berhadapan dengan mereka, dimana di belakang mereka terdapat puluhan prajurit suci ras manusia.


......................


Setelah meninggal Shang Wuzhi dan Shang Zang, serta puluhan prajurit suci ras manusia, Zhou Tian dan ke-empat saudaranya muncul di tengah-tengah keramaian Kota Dewa.


Kompetisi baru akan berlangsung di siang hari, jadi pagi ini mereka masih memiliki banyak waktu menikmati keindahan serta keramaian Kota Dewa, yang pagi ini sangatlah ramai dengan banyaknya orang yang datang untuk melihat jalannya kompetisi.


Zhou Tian yang melihat keindahan kota Dewa, ia merasa sangat takjub, dikarenakan ia belum pernah melihat keberadaan keindahan sebuah kota, yang bisa menyaingi keindahan Kota Dewa.


Dikarenakan mereka tadi hanya menghabiskan sedikit makanan di kediaman, dan membiarkan para pelayan dan penjaga menghabiskan makanan meraka, meraka sengaja melakukan itu karena ingin menikmati jajanan yang ada di Kota Dewa.


“Adik, makan daging sepertinya bukan pilihan buruk!” ucap Zhou Lin saat ia mencium harumnya aroma daging bakar di pagi hari.


Begitu mereka berada di ruangan khusus, Zhou Tian mengeluarkan ketiga istrinya dan juga Zhou Fei dari Dunia Jiwa.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya seluruh makanan dan minuman yang mereka pesan telah tersaji di atas meja. Meski melihat beberapa pelayan terkejut dengan keberadaan tambahan empat sosok baru di kelompoknya, Zhou Tian mengabaikan meraka, dikarenakan mereka memang bukanlah ancaman.


Acaranya makan pagi bersama segera dimulai, dan terlihat semua orang sangat menikmati daging dengan kualitas terbaik, yang diolah dengan sangat baik, sehingga menghasilkan cita rasa yang mampu memanjakan lidah, siapapun yang memakannya.


......................


Selesai makan, Zhou Tian membiarkan ketiga istrinya dan juga Zhu Fei kembali ke Dunia Jiwa, meski sebenarnya ia ingin mengajak mereka jalan-jalan menikmati keindahan dan keramaian Kota Dewa.


Keluar dari restoran, Zhou Tian dan yang lainnya merasa jik keadaan Kota Dewa semakin ramai, dan sudah banyak orang yang pergi ke bangunan besar, yang mana di tempat itu nantinya akan dilangsungkannya kompetisi Dewa Agung.


Bangunan tempat berlangsungnya kompetisi mampu menampung lebih dari lima ratus ribu penonton, dan sampai saat ini setengah dari tempat itu sudah terisi penonton. Kemungkinan tidak lama lagi penonton akan memenuhi tempat itu, meski kompetisi masih akan berlangsung siang nanti.


Mengabaikan keramaian Kota Dewa, Zhou Tian dan yang lainnya benar-benar menikmati keberadaan mereka di Kota Dewa, yang mana dikota ini mereka tidak perlu merasa terancam oleh kekuatan ras manusia.


Zhou Tian dan yang lainnya yang sedang berjalan-jalan di tengah keramaian Kota Dewa, mereka dikejutkan dengan kedatangan kereta kuda, yang membuat semua orang segera menyingkir dari jalanan, dan terlihat semua orang menundukkan kepala ke arah kereta kuda yang lewat.


Melihat kereta kuda yang berlalu di hadapannya, Zhou Tian merasa tidak asing dengan keberadaan kereta kuda itu, dan tidak lama kemudian ia teringat tentang kereta kuda serta prajurit pengawal yang telah ia selamatkan, dalam perjalanan menuju Kota Dewa.


‘Aku tidak menyangka jika wanita yang berada di kereta kuda adalah sosok penting di kota ini, atau ia adalah sosok penting bagi ras Dewa?’ ucap Zhou Tian membatin, dan pandangannya masih saja tertuju pada kereta kuda, yang berjalan semakin jauh.


Tidak lama setelah kereta kuda megah menghilang dari pandangan semua orang, orang-orang yang sebelumnya menyingkir dari jalanan dan menundukkan kepala, mereka mulai membicarakan sesuatu, yang berhubungan dengan sosok wanita di dalam kereta kuda.


Dari mendengarkan pembicaraan yang dilakukan orang-orang, sekarang Zhou Tian tahu siapa sosok wanita yang berada di dalam kereta kuda, dan tentunya ia pernah menyelamatkannya. Mengetahui siapa sosok wanita itu, Zhou Tian tersenyum tipis, dan ia tidak menyangka jika beberapa hari lalu, ia telah menyelamatkan salah satu kembaran istrinya, dan mungkin saja wanita itu bakalan menjadi istrinya.


‘Pantas saja sejak saat itu dan barusan saja, aku merasa tidak asing dengan aura wanita di dalam kereta kuda,’ ucapnya membatin, lalu ia kembali melanjutkan perjalanan bersama ke-empat saudaranya.


Sementara itu di dalam kereta kuda yang sedang melewati keramaian Kota Dewa, seorang wanita di dalam kereta kuda, baru saja ia merasakan aura familiar, yang waktu itu pernah ia rasakan saat ada seseorang yang menyelamatkannya dari para bandit.


Meski saat itu sebenarnya ia mampu mengalahkan keberadaan para bandit, tapi ia yang tidak ingin menunjukkan keindahan penampilannya pada orang lain, ia lebih memilih diam di dalam kereta kuda, dan beruntung saat itu ada sosok pria yang membantu prajurit pengawalnya.


‘Bukan hanya auranya yang sangat familiar, tapi entah kenapa aku merasakan perasaan rindu pada pemilik aura ini! Aku merindukannya, seolah ia adalah sosok yang sudah lama aku kenal, dan aku sudah sangat lama tidak bertemu dengannya!’ ucapnya membatin.


......................


Bersambung.