
Tidak lama setelah membunuh ribuan prajurit suci ras manusia, kini Zhou Tian harus dihadapkan pada prajurit suci yang jumlahnya jauh lebih banyak dari sebelumnya. Sekarang di hadapannya terdapat lebih dari sepuluh ribu prajurit suci, dan mereka datang dengan persenjataan yang sangat lengkap.
Lebih dari lima ribu prajurit suci adalah mereka yang terampil dalam melakukan serangan jarak jauh, dan sisanya merupakan mereka yang terampil melakukan serangan jarak dekat. Setelah melihat keberadaan Zhou Tian, segera saja mereka membuat formasi dan bersiap menyerang.
“Ini lebih menarik dari sebelumnya, tapi tetap saja mereka hanyalah sekumpulan orang lemah!” Zhou Tian merasa lawannya lebih menarik dari sebelumnya, tapi baginya mereka tetap saja sekumpulan orang lemah.
Zhou Tian tidak melakukan persiapan apapun saat lawan mulai bersiap melakukan serangan padanya. Jelas dia melihat ribuan serangan jarak jauh akan diarahkan padanya, dan jika serangan itu gagal akan ada ribuan prajurit yang akan menyerangnya dari jarak dekat. Namun, meski serangan itu belum dilakukan, Zhou Tian sudah tahu jika hasil serangan mereka adalah kegagalan.
“Aku tidak memiliki banyak waktu bermain-main dengan mereka, jadi aku akan menyelesaikan pertarungan ini dalam waktu singkat!” Zhou Tian yang ingin segera menyelesaikan pertarungannya, dia mengeluarkan pedang Naga Kegelapan, dan segera saja dia bersiap melakukan serangan. Dia berencana menyerang bersamaan dengan datangnya serangan musuh.
Swush... Swush... Swush...
Ribuan kilatan cahaya meledat dari kejauhan, dan ribuan cahaya itu melesat ke satu titik. Titik itu adalah tempat keberadaan Zhou Tian, sementara kilatan cahaya merupakan serangan jarak jauh yang dilakukan oleh ribuan prajurit suci ras manusia.
Dalam waktu singkat, kilatan cahaya sudah begitu dekat dengan Zhou Tian. Akan tetapi, bukannya pergi menghindar, Zhou Tian justru melesat maju menyambut ribuan kilatan cahaya yang tertuju padanya.
“Bahkan gigitan semut masih jauh menyakitkan daripada terkena serangan mereka!” gumam Zhou Tian saat tubuhnya bermandikan serangan musuh, tapi tidak ada satupun serangan musuh yang mampu membuatnya terluka.
Zhou Tian yang terus saja melesat maju menembus serangan musuh yang terus saja berdatangan. Dia bisa melihat keberadaan musuh yang sudah semakin dekat. Berada di jarak dimana dia bisa menyerang musuhnya, Zhou Tian segera saja mengayunkan pedang Naga Kegelapan yang ada di tangannya.
Slash... Slash... Slash...
Tiga tebasan dia kirim untuk membunuh musuh-musuh. Meski hanya tiga tebasan, tapi dia yakin serangannya mampu melenyapkan ratusan sosok prajurit suci yang menjadi lawannya. Terbukti, saat tiga siluet sabit transparan muncul, tiga siluet sabit transparan langsung saja mencabik-cabik ratusan tubuh prajurit suci, dan mengirim jiwa mereka ke alam kematian.
Prajurit suci lainnya tentu saja terkejut, saat melihat ratusan dari mereka mati mengenaskan, dan mereka semakin terkejut saat melihat sosok Zhou Tian terlihat baik-baik saja setelah ribuan serangan jarak jauh menghantam tubuhnya secara langsung. Merska sebelumnya mengira Zhou Tian telah mati, kalaupun tidak mati setidaknya akan terluka parah, tapi dari apa yang mereka lihat, bukannya mati atau terluka, sosok Zhou Tian masih terlihat dalam keadaan baik-baik saja.
Sementara Zhou Tian yang bisa melihat keterkejutan di wajah seluruh prajurit suci yang menjadi lawannya, dia tidak mempedulikan semua itu, dan kembali dia menyetsnt mereka menggunakan pedang Naga Kegelapan yang berada di tangannya. Dia tidak akan memberi ampun pada prajurit suci, selayaknya prajurit suci yang tidak memberi ampun pada para iblis yang mereka temui.
Jumlah prajurit suci memang berkali-kali lebih banyak dari prajurit suci yang sebelumnya berhasil Zhou Tian bunuh, tapi unggul dalam jumlah tidak membuat mereka bisa mengalahkan musuh yang hanya seorang diri.
Nyatanya musuh yang hanya seorang diri berhasil mendominasi jalannya pertarungan, dan dengan begitu cepat, musuh yang hanya seorang diri terus saja mengurangi jumlah mereka.
Dengan tingkat kultivasi Zhou Tian yang jauh melampaui tingkatan kultivasi seluruh prajurit suci ras manusia, bukan hal sulit baginya jika ingin membunuh seluruh prajurit suci yang menjadi lawannya. Mereka semua pasti mati, dan itu akan segera terjadi.
......................
Jump prajurit suci yang mati di tempat itu tidaklah sedikit, dan setiap harinya pasti ditemukan kematian prajurit suci di tempat itu. Bukannya berkurang, tapi setiap harinya jumlah kematian semakin bertambah banyak. Dari puluhan menjadi ratusan, dan ada keyakinan dari sosok yang menjadi bawahan Shang Bing, jika mungkin hari ini akan ditemukan kematian ribuan prajurit suci di tempat itu.
Sosok yang menjadi bawahan Shang Bing, dia yakin jika pelaku pembunuhan prajurit suci adalah sosok iblis, dan ada kemungkinan sosok iblis itu tinggal di Istana Dewa Iblis. Meski belum memastikan secara langsung, bawahan Shang Bing sangat yakin dengan apa yang dilaporkannya.
Dan jika benar ada iblis yang berhasil memasuki dan tinggal kembali di Istana Dewa Iblis, bisa dipastikan tidak lama lagi akan tiba hari kebangkitan kekuatan ras iblis di Alam Dewa. Jika itu terjadi sebelum kedua Dewa ras manusia menyelesaikan kultivasi mereka, Shang Bing yakin jika keberadaan ras manusia akan terancam oleh kekuatan yang dimiliki ras iblis.
Di masa lalu, dikarenakan kecemburuan ras manusia pada kekuatan yang dimiliki ras iblis, mereka mengajak ras siluman bekerjasama untuk memusnahkan keberadaan ras iblis. Saat itu mereka berhasil mengalahkan kekuatan ras iblis karena bantuan ras siluman, tapi sekarang ada kemungkinan hal indah di masa lalu tidak akan terulang karena ras siluman tidak lagi ingin bermusuhan dengan ras iblis.
Bukan hanya ras siluman yang tidak lagi bisa diandalkan oleh ras manusia, tapi ras Dewa dan ras peri terang-terangan mulai menjauhi ras manusia. Shang Bing sebenarnya sadar akan sikap arogan dan sombong yang selama ini dimiliki oleh raa mansion, tapi dia tidak bisa merubah semua itu, dikarenakan dirinya sendiri juga memiliki sifat sombong dan arogan.
Setelah bawahannya selesai melaporkan apa yang memang seharusnya dilaporkan padanya, Shang Bing tiba-tiba saja teringat Zhou Tian, sosok iblis yang telah membunuh salah satu putra Dewa, dan dia yakin kedua Dewa yang menjadi tuannya akan marah, begitu tahu salah satu putra Dew mati di tangan iblis. Beruntung dia berhasil menyelamatkan salah satu putra Dewa, sebelum mereka semua mati di atas arena kompetisi. Satu mati di tangan iblis, dan satunya bakal mati di tangan siluman.
“Bocah iblis itu, sebenarnya seberapa besar kekuatan yang dimilikinya, dan bagaimana dia bisa memiliki kekuatan yang begitu besar, sedangkan usianya masih begitu muda?” tanyanya pada diri sendiri. ‘Jika kematian prajurit suci yang ada di sekitaran Istana Dewa Iblis adalah ulah iblis itu, artinya saat ini hanya aku seorang diri yang dapat menghentikannya,’ batinnya.
Dikarenakan Istana Dewa ras manusia dalam keadaan baik-baik saja, Shang Bing memutuskan akan pergi melihat apa sebenarnya yang terjadi di sekitaran Istana Dewa Iblis. Dengan kekuatannya yang berada di ranah Dewa Agung tingkat Menengah, dia sangat yakin dapat mengalahkan siapapun iblis yang menjadi lawannya.
“Iblis itu hanya memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa Surgawi. Dengan kekuatanku saat ini, tidak akan sulit berhadapan dengannya, dan hanya dengan sedikit usaha aku pasti dapat mengalahkannya!” Shang Bing yakin dapat mengalahkan Zhou Tian, meski dia yakin jika kekuatan Zhou Tian tidak hanya sebatas di ranah Kaisar Dewa Surgawi.
“Ada kemungkinan kekuatannya sudah berada di ranah Dewa Sejati, tapi tetap saja aku dapat mengalahkannya dengan kekuatanku!” ucapnya tenang meski sebenarnya dia sangat penasaran dengan cara yang digunakan Zhou Tian untuk meningkatkan kekuatannya.
Dia jelas ingat berada di ranah apa kekuatannya saat masih seusia Zhou Tian. Jelas bukan ranah Dewa Sejati, atau ranah Kaisar Dewa Surgawi. Di usia yang sama dengan Zhou Tian, dia saat itu masih berada di ranah Dewa Surgawi tingkat Awal, dan setelahnya dia semakin sulit melakukan terobosan ke tingkatan yang lebih tinggi.
Setelah meyakinkan dirinya jika Zhou Tian lebih lemah darinya, tanpa banyak bicara, Shang Bing langsung saja pergi menuju tempat ditemukannya banyak prajurit suci yang mati mengenaskan.
......................
Bersambung.