
Zhou Tian, ketiga istrinya serta Song Qian, mereka terus melalui hari-hari di kedalaman jurang binatang buas, dengan melawan binatang buas yang senantiasa mendatangi keberadaan mereka. Sebagai tempat yang dihuni ratusan juta binatang buas, keberadaan binatang buas di jurang binatang buas bukanlah sesuatu aneh, dan sebuah kewajaran jika mereka senantiasa bertemu kelompok binatang buas.
Zhou Tian dan kelompok kecilnya sudah setengah jalan menyusuri jurang binatang buas. Semakin jauh mereka menyusuri jurang binatang buas, semakin kuat binatang buas yang datang menyerang mereka. Beruntung Zhu Ying dan tiga wanita lainnya berhasil menerobos tingkat Puncak ranah Dewa Sejati, jadi mereka tidak kewalahan menghadapi binatang buas yang lebih kuat.
Zhou Tian sendiri, dia tinggal sedikit lagi bisa menerobos ranah Dewa Agung tingkat Puncak. Namun untuk menerobos tingkat Sempurna ranah Dewa Agung, dia masih harus bekerja keras untuk bisa mencapai tingkat itu.
Meski nantinya dia hanya bisa menerobos ranah Dewa Agung tingkat Sempurna setelah berhasil mengalahkan seluruh binatang buas di jurang binatang buas, Zhou Tian yakin dengan kekuatannya saat itu, dia bisa mengalahkan kedua Dewa ras manusia.
Dengan kekuatan sejati berada di ranah Dewa Agung tingkat Sempurna, jika menggunakan seluruh kekuatan Dewa Iblis yang telah menyatu dengan tubuhnya, kekuatan Zhou Tian bisa disetarakan dengan kekuatan ranah Dewa Semesta tingkat Menengah.
Zhou Tian melebarkan kedua matanya saat di hadapannya terlihat keberadaan lebih dari empat puluh juta binatang buas. Dia tidak menghitung jumlah mereka, tapi sistem dengan senang hati memberitahunya jumlah binatang buas yang saat ini berada tidak jauh di hadapannya.
Bukan hanya jumlah binatang buas yang diberitahukan sistem pada Noah, tapi kekuatan seluruh binatang buas juga diberitahukan pada Noah. Memiliki jumlah lebih dari empat puluh juta ekor, dengan kekuatan mulai setara ranah Dewa Surgawi, dan yang terkuat berada di ranah Dewa Sejati tingkat Sempurna.
Ada sekitar sepuluh binatang buas dengan kekuatan setara ranah Dewa Sejati tingkat Sempurna, dan keberadaan mereka berada di barisan paling belakang. Barisan binatang buas diawali dari yang lemah, dan diakhiri barisan binatang terkuat, yang jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang lemah.
Namun, jumlah mereka sama sekali tidak mengintimidasi Zhou Tian. Sebelumnya dia hanya sedikit terkejut karena mengetahui jumlah musuh, yang bisa dirubahnya menjadi poin pengalaman.
Membunuh mereka semua jelas bisa membuat Zhou Tian langsung menerobos ranah Dewa Agung tingkat Puncak. ‘Mereka semua akan aku rubah menjadi poin pengalaman, yang sangat berguna untuk meningkatkan poin pengalaman milikku!’ batin Zhou Tian, dan segera saja dia bersiap menyerang puluhan juta binatang buas, yang masih saja berdiri diam di tempat mereka. Para binatang buas sepertinya menunggu perintah dari sosok pemimpin mereka, dan tidak lama kemudian setelah terdengar suara nyaring dari mulut salah satu binatang buas dengan kekuatan setara ranah Dewa Sejati tingkat Sempurna, mereka langsung saja maju menyerang Zhou Tian dan kelompok kecilnya.
Ketiga istri Zhou Tian dan juga Song Qian, mereka langsung saja bersiap dengan senjata masing-masing, dan serangan dimulai oleh Song Qian yang langsung saja melakukan serangan jarak jauh menggunakan busur dan anak panahnya. Dia menggunakan energi spiritual dan kekuatan elemen cahaya untuk menciptakan anak panah, dan begitu anak panah dilepaskan, hujan anak panah terjadi, membuat ratusan bahkan ribuan binatang buas terluka, bahkan tidak sedikit yang langsung mati.
Zhou Tian tersenyum melihat semua itu, dikarenakan dia bisa melihat perkembangan kekuatan Song Qian selama berjuang bersama yang lainnya, di jurang tempat tinggal ratusan juta binatang buas.
Setelah serangan Song Qian berakhir dan serangannya berhasil membunuh ribuan binatang buas, kini giliran Zhu Ying, Zhu Meili, dan Shen Yiren yang maju menyerang binatang buas. Menggun senjata masing-masing, mudah bagi mereka membunuh binatang buas, yang menjadi lawan mereka.
Dalam waktu singkat puluhan ribu binatang buas mati di tangan mereka, dan jumlah itu semakin bertambah banyak seiring waktu yang terus berjalan. Song Qian sendiri terus melakukan serangan jarak jauh, membunuh sebanyak-banyaknya binatang buas tanpa mengotori tangannya.
Setelah beberapa waktu berlalu dan setidaknya hampir satu juta binatang buas mati di tangan para wanita, barulah Zhou Tian mulai bergerak menyerang binatang buas. Tidak ada niatan main-main saat melawan jutaan binatang buas, dan sekali serang puluhan ribu binatang buas mati di tangan Zhou Tian.
Begitu Zhou Tian bergerak dan ikut dalam pertarungan, semakin banyak binatang buas yang mati, dan hanya dalam waktu singkat sudah ada dua jutaan binatang buas yang mati, tapi jumlah mereka masih jauh lebih banyak jumlah yang mati. Jumlah mereka sangatlah banyak, dan tidak akan mudah memusnahkan mereka semua.
Zhou Tian mengayunkan kedua tangannya, mengirimkan tinju ke arah musuh. Tinjunya sudah sangat kuat, dan tinju itu semakin kuat setelah Zhou Tian menggunakan kekuatan elemen api kekacauan, untuk memperkuatnya. Sekali dia menggunakan tinjunya, bisa dipastikan saat itu juga bakalan ada ribuan binatang buas yang mati di tangannya. Semakin banyak binatang buas yang mati, semakin banyak poin pengalaman yang didapatkan Zhou Tian.
Tinju Zhou Tian yang sangat kuat bertubrukan dengan tubuh binatang buas, membuat tubuh binatang buas itu berubah menjadi abu. Hal itu terus terjadi berulangkali, sampai akhirnya Zhou Tian berhasil membunuh lebih dari lima juta binatang buas dengan menggunakan kedua tinjunya.
Bertarung setiap hari sebenarnya membuat Zhou Tian jenuh, tapi semua ini harus dia lakukan untuk bisa tumbuh semakin kuat. Namun, melihat banyaknya binatang buas di jurang, Zhou Tian memperkirakan butuh waktu lebih dari sepuluh hari ke depan untuk membunuh mereka semua.
Zhou Tian sebenarnya sedari awal merasakan keberadaan ratusan iblis di jurang binatang buas, tapi sepertinya mereka belum melakukan pergerakan karena takut pada kekuatan yang dimiliki binatang buas. Mereka berada di bagian terdalam jurang binatang buas, yang dihuni banyak binatang buas dengan kekuatan setara ranah Dewa Sejati.
‘Sepertinya aku harus menunjukkan seluruh kekuatanku, supaya mereka memiliki keberanian keluar dari tempat persembunyian!’ batin Zhou Tian, dan dia segera saja mengeluarkan seluruh kekuatannya, termasuk kekuatan Dewa Iblis yang sudah menjadi miliknya.
Zhou Tian yang menggunakan seluruh kekuatan termasuk kekuatan Dewa Iblis, kekuatannya saat ini menyerupai kekuatan kultivator ranah Dewa Agung Tingkat Sempurna. Kekuatan yang sangat kuat, bahkan kekuatannya saat ini setara dengan kekuatan Dewa Agung ras Dewa, dan Dewa ras siluman.
Dengan kekuatan yang telah berhasil ditingkatkan, Zhou Tian semakin mudah membunuh binatang buas yang menjadi lawannya. Puluhan juta binatang buas yang menjadi lawannya, mereka sama sekali bukan lawan sepadan untuknya, dan jumlah mereka bukanlah sebuah ancaman untuk seorang Zhou Tian.
Ketiga istri Zhou Tian dan Song Qian juga tidak menahan diri. Menggunakan kekuatan yang berasal dari masa lalu mereka, kini mereka memiliki kekuatan setara tingkat Sempurna ranah Dewa Sejati, dan mereka semakin membabi-buta menyerang binatang buas, yang menjadi musuh mereka.
Zhou Tian bisa merasakan peningkatan kekuatan mereka, dan dia tidak menyangka jika mereka bisa melakukan semua itu. Dengan meningkatnya kekuatan yang mereka miliki, Zhou Tian yakin jika mereka bisa mengalahkan seluruh binatang buas, yang saat ini menjadi lawan mereka.
Akhirnya Zhou Tian bisa fokus dengan pertarungannya, dan dia percaya ketiga istrinya serta Song Qian dapat mengalahkan siapapun yang menjadi lawan mereka. Mengeluarkan pedang Naga Kegelapan yang selama ini menyatu dengan tubuhnya, Zhou Tian sekali lagi mempercepat usahanya dalam membunuh seluruh binatang buas yang menjadi lawannya. Jumlah kematian binatang buas di tangannya semakin meningkat, sampai akhirnya saat ini hanya tersisa kurang dari lima juta binatang buas, dari sebelumnya yang mana jumlah mereka lebih dari empat puluh juta binatang buas.
Meski sudah membunuh banyak binatang buas, Zhou Tian tidak berencana mengakhiri serangannya, dan membiarkan sisa binatang buas yang masih hidup mati do tangan Zhu Ying dan tiga wanita lainnya. Dia tetap membunuh binatang buas yang masih hidup, dan merubah kematian mereka menjadi poin pengalaman untuknya.
Pembantaian sepihak, itulah yang sedang dilakukan Zhou Tian, dan hal yang sama juga dilakukan oleh Zhu Ying serta tiga wanita lainnya. Binatang buas yang bertemu mereka, bisa dipastikan mereka semua akan bertemu dengan kematian, dan tidak akan ada yang bisa pergi dalam keadaan hidup-hidup.
Setengah hari berlalu akhirnya lebih dari empat puluh juta binatang buas mati di tangan mereka. Zhou Tian tersenyum puas saat melihat poin pengalaman nya cukup untuk membuatnya menerobos ranah Dewa Agung tingkat Puncak. Sedangkan Zhu Ying dan tiga wanita lainnya, mereka merasa jika tidak lama lagi dapat menerobos tingkat Sempurna ranah Dewa Sejati.
Begitu pertempuran berakhir, Zhou Tian kembali menyimpan pedang Naga Kegelapan nya. Zhu Ying, Zhu Meili, Shen Yiren, serta Song Qian, mereka juga menyimpan kembali, senja yang mereka miliki. Memastikan tidak ada lagi binatang buas di sekitaran mereka, Zhou Tian membawa mereka melanjutkan perjalanan, dikarenakan dia ingin secepat mungkin kembali bertemu dengan kawanan binatang buas, dengan jumlah lebih banyak dari yang baru saja bertemu dengan kelompok kecilnya.
Sementara itu, disaat Zhou Tian dan kelompok kecilnya melanjutkan perjalanan mereka menyusuri setiap bagian jurang tempat tinggal ratusan juta binatang buas, di sekitaran Istana Dewa Iblis saat ini sedang terjadi pertempuran antara lima ribu calon prajurit Istana Dewa Iblis yang dipimpin Zhou Lin dan Zhou Gang, melawan sepuluh ribu prajurit suci ras manusia.
Pertempuran sudah dimulai sejak beberapa saat yang lalu, dan meski unggul dalam jumlah, prajurit suci ras manusia justru berada dalam keadaan terdesak, dan sudah banyak dari mereka yang mati, berbanding terbalik dengan musuh mereka yang masih lengkap, bahkan tidak ada yang mengalami luka serius. Beberapa iblis hanya mengalami luka ringan, dan mereka masih sanggup untuk terus melanjutkan pertempuran.
Zhou Lin berseru pada Zhou Gang, saat dia merasakan bala bantuan prajurit suci tidak lama lagi akan datang, “Bala bantuan mereka akan segera datang, jadi alangkah baiknya jika kita segera mengakhiri pertempuran ini dengan cara mengalahkan mereka semua?” seru Zhou Lin, dan Zhou Gang yang mendengarnya seger menganggukkan kepala, lalu dia semakin cepat membunuh prajurit suci ras manusia yang menjadi lawannya.
Zhou Lin dan Zhou Gang terus saja mengayunkan pedang di tangan mereka, dan hal yang sama juga dilakukan oleh calon prajurit Istana Dewa Iblis. Pertempuran yang sejak awal sudah berlangsung berat sebelah, akhirnya pertempuran berhasil dimenangkan Zhou Lin, Zhou Gang, serta calon prajurit Istana Dewa Iblis, dan setelah mereka memenangkan pertempuran, mereka segera pergi meninggalkan mayat prajurit suci yang berserakan dimana-mana.
Meraka semua pergi tepat waktu, dikarenakan tidak lama setelah kepergian mereka, bala bantuan prajurit suci ras manusia berdatangan. Selain jumpa yang begitu banyak, bala bantuan prajurit suci ras manusia juga lebih kuat dari mereka yang mati di tangan para iblis. Kalau saja Zhou Lin, Zhou Gang, serta calon prajurit Istana Dewa Iblis tidak secepatnya pergi, kemungkinan mereka akan mengalami kesulitan berhadapan dengan prajurit suci ras manusia, yang baru datang.
Prajurit suci ras manusia yang baru datang jelas saja marah melihat keadaan ribuan rekan mereka yang sudah mati. Mereka mengutuk diri sendiri karena terlambat datang, dan tidak sempat melihat siapa yang telah membunuh rekan mereka.
Mereka melihat sekeliling mencoba mencari ada tidaknya jejak siapa orang yang telah membunuh begitu banyak rekan mereka. Namun, mereka tidak menemukan petunjuk apapun, tentang siapa yang telah membunuh rekan mereka.
Namun, melihat tempat kematian mereka yang dekat dengan Istana Dewa Iblis, mereka yang baru datang memiliki keyakinan jika rekan mereka mati di tangan para iblis, yang menghuni Istana Dewa Iblis. Jika benar itu yang terjadi, mereka tentu tidak bisa membalas perbuatan mereka dalam waktu dekat.
Bukannya berhasil membalas kematian ribuan rekan mereka, yang ada mereka semua justru akan langsung musnah jika memaksakan diri memasuki kawasan Istana Dewa Iblis. Bagaimanapun juga, selain ras Iblis, tidak akan ada yang bisa memasuki Istana itu, bahkan iblis dengan hati buruk tidak akan mendapatkan izin memasuki istana itu.
Sementara pelaku yang telah membunuh kurang lebih sepuluh ribu iblis, mereka saat ini berada dalam perjalanan kembali ke Istana Dewa Agung, dan tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Mereka semua berhasil kembali dengan selamat ke Istana Dewa Iblis, dan selama beberapa hari terakhir ini sudah lebih dari lima puluh ribu prajurit suci ras manusia mati di tangan calon prajurit Istana Dewa Iblis. Banyak prajurit suci ras manusia yang mati di tangan mereka, tapi beruntung tidak ada satupun dari mereka yang menjadi korban dalam pertempuran melawan prajurit suci ras manusia.
Semua kembali dalam keadaan selamat, meski ada beberapa yang mengalami luka. Luka-luka itu bukanlah luka parah yang berbahaya, tapi itu hanya sekedar luka gores di beberapa tempat, yang bahkan sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit.
Sampai di Istana Dewa Iblis, Zhou Lin memberi izin seluruh calon prajurit Istana Dewa Iblis untuk beristirahat, dan esok hari mereka akan kembali dikumpulkan untuk ikut serta dalam lanjutan perburuan sebanyak-banyaknya prajurit suci ras manusia.
Semua orang segera pergi beristirahat, termasuk Zhou Lin dan Zhou Gang. Keduanya pergi ke tempat istri mereka masing-masing, yang masih memberi pelatihan pada mereka yang ke depannya akan menjadi pelayan di Istana Dewa Iblis. Kebetulan Zhu Ning dan Zhu Rong juga sedang beristirahat, jadi mereka bisa bersama-sama menghabiskan waktu istirahat.
......................
Bersambung.