
Liu Xingsheng yang merupakan salah satu Jenderal utama istana Dewa ras manusia, ia sekalipun tidak pernah berharap akan adanya sosok iblis yang lebih kuat dirinya, meski ia adalah yang terkuat diantara sepuluh Jenderal utama istana Dewa ras manusia. Bukan hanya lebih kuat darinya, tapi iblis itu juga jauh lebih muda dirinya, dan ia merasa iblis itu akan menjadi ancaman terbesar untuk ras manusia jika dibiarkan hidup dan terus berkembang.
Jika iblis itu dibiarkan hidup setidaknya sepuluh tahun lagi, bisa saja kekuatan iblis itu melampaui ranah Jenderal Dewa Surgawi, dan semakin kuat iblis itu, semakin sulit untuk dapat mengalahkannya, apalagi jika ia telah nantinya telah mencapai ranah Kaisar Dewa Surgawi, tapi belum juga ada yang mampu mengalahkannya.
Liu Xingsheng bertanya-tanya darimana asalnya iblis yang begitu kuat, dan apa iblis itu hanya satu-satunya, atau ada iblis lain dengan kekuatan yang sama dengannya.
“Jika banyak iblis kuat sepertinya di Alam ini, itu adalah mimpi buruk ras manusia!” ucap Liu Xingsheng setelah ia berhasil memulihkan kekuatan, dan ia telah memanggil Liu Ceng untuk membantu mengalahkan iblis yang menjadi lawannya.
Di tempatnya berdiri Zhou Tian dapat merasakan kekuatan setara lawannya sedang bergerak mendekat, dan kemungkinan ia adalah bala bantuan yang dipanggil lawannya.
Zhou Tian tidak mempermasalahkan seberapa banyak bala bantuan yang akan datang dan memberi bantuan pada lawannya. Selagi mereka memiliki kekuatan yang sama, sekalipun ada seratus sosok sekuat lawannya, ia tidak akan gentar menghadapi mereka. “Apa kau bisa menyuruh temanmu lebih cepat sampai?” tanya Zhou Tian pada Liu Xingsheng.
“Ka-Kau, bagaimana kau tahu jika aku memanggil temanku?” tanya Liu Xingsheng yang tentu saja terkejut karena ternyata lawannya tahu kalau ia memanggil bala bantuan, tapi lawannya masih saja terlihat tenang.
Melihat lawannya terkejut, Zhou Tian terkekeh pelan, dan setelah ia berkata, “Tidak sulit mengetahui apa yang kau lakukan, dan sekalipun kau memanggil banyak bala bantuan, aku masih sangat yakin dapat mengalahkanmu dan siapapun yang datang memberi bantuan padamu!”
“Aku akan memastikan kau dan siapapun yang datang memberi bantuan, kalian semua akan mati, dan aku akan memulainya darimu!” Zhou Tian memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang. “Mati!” Sosok Zhou Tian yang tiba-tiba muncul di hadapan Liu Xingsheng, ia melayangkan tinju ke wajah Liu Xingsheng yang entah sejak kapan wajah pria itu terlihat lebih tua dibandingkan saat pertama kali ia memperlihatkan wajahnya di hadapan Zhou Tian.
Tinju Zhou Tian diselimuti kekuatan elemen petir dan itu bukan sekedar kekuatan elemen petir biasa, melainkan kekuatan elemen petir surgawi, dan tinju yang sudah diselimuti kekuatan elemen petir surgawi menghantam dada Liu Xingsheng, membuat pria itu terpental jauh, dan mengalami luka parah.
Tidak berhenti sampai disitu, Zhou Tian bergerak sangat cepat menghampiri Liu Xingsheng yang belum bisa bangkit berdiri, dikarenakan luka ditubuhnya yang cukup parah. Keberadaannya yang tersangkut di salah satu barang pohon, membuat Zhou Tian lebih mudah melayangkan tinjunya, membuat luka yang lebih parah di tubuh Liu Xingsheng.
Booomm...
Bukannya tinjunya mengenai tubuh Liu Xingsheng, Zhou Tian justru terdorong mundur dua langkah setelah sebuah tinju menghantam tubuhnya. Tinju yang kuat menghantam tubuh Zhou Tian, tapi karena kuatnya fisik yang dimiliki Zhou Tian, tinju itu sama sekali tidak meninggalkan bekas di tubuhnya, bahkan ia terlihat baik-baik saja. “Ternyata kamu datang lebih cepat dari perkiraanku!” ucap Zhou Tian menatap bala bantuan musuhnya yang baru datang.
“Dengan adanya kami berdua di tempat ini, jangan berharap kau bisa melukai salah satu saudara kami!” ucap Liu Ceng yang tidak datang seorang diri, melainkan ia datang bersama Liu Choi, yang mana kekuatan keduanya lebih kuat dari Liu Xingsheng.
Zhou Tian terkekeh pelan mendengar ucapan Liu Ceng yang begitu percaya diri, seolah tidak akan ada yang bisa melukai Liu Xingsheng, begitu ia dan Liu Choi datang. “Aku tidak berharap bisa melukai salah satu dari kalian, tapi aku akan membunuh kalian semua!” ucap Zhou Tian.
Kembali memasang kuda-kuda kokoh, setelah itu Zhou Tian bergerak sangat cepat menyerang musuhnya. Bukan Liu Ceng atau Liu Choi yang menjadi target serangannya, melainkan ia masih menargetkan Liu Xingsheng yang sedang terluka.
Liu Ceng dan Liu Choi yang melihat lawan mereka kembali bersiap melakukan serangan, keduanya yakin jika Zhou Tian akan kembali menyerang Liu Xingsheng, dan apa yang mereka yakini benar adanya. Bergerak sangat cepat, keduanya berhasil melindungi Liu Xingsheng dari serangan lawan.
Booomm... Booomm...
Keduanya memang berhasil melindungi Liu Xingsheng, dengan menahan tinju serta tendangan Zhou Tian, tapi meraka harus menanggung akibat dari menahan serangan Zhou Tian. Tubuh mereka tepental ke kanan dan ke kiri, dan mereka sekarang dapat melihat Zhou Tian yang sedang mencengkram leher Liu Xingsheng.
Liu Xingsheng memberontak mencoba melepaskan diri dari Zhou Tian, tapi usahanya sangat sia-sia karena cengkraman Zhou Tian sangat kuat. “Sudah waktunya kematian mendatangimu!” ucap Zhou Tian.
Zhou Tian mencengkram kuat leher Liu Xingsheng, dan tidak lama kemudian terdengar suara tulang patah, dan suara yang terdengar berasal dari leher Liu Xingsheng yang telah dipatahin Zhou Tian. Dengan leher patah, bersamaan dengan itu Liu Xingsheng kehilangan kesadaran, tapi ia belum mati.
“Teman kalian tidak mati, tapi tidak lama lagi ia akan mati bersama dengan kalian!” Zhou Tian melempar tubuh tidak berdaya Liu Xingsheng, dan tatapannya sekarang tertuju pada Liu Ceng dan Liu Choi.
Liu Ceng dan Liu Choi yang tidak terima atas apa yang dilakukan Zhou Tian pada salah satu teman mereka, keduanya bersama melesat maju sangat cepat, dan niat membunuh yang begitu kental dapat dirasakan meluap keluar dari tubuh keduanya. “Kau harus mati di tangan kami!” teriak Liu Choi yang sangat ingin mengakhiri hidup Zhou Tian.
Zhou Tian yang melihat dua musuh menyerangnya di waktu bersamaan, ia bisa melihat banyak celah dari gerakan keduanya, tapi cepat ia sadar jika celah yang senantiasa terlihat adalah sebuah perangkap.
“Serangan gabungan mereka sangat kuat! Jika aku tidak memiliki kekuatan sekuat mereka, serangan itu jelas saja cukup untuk membunuhku!” Melihat musuh menyerang menggunakan pedang, Zhou Tian juga menggunakan pedang untuk menghadapi serangan mereka.
Klang... Klang... Klang...
Zhou Tian menggerakkan pedang di tangannya, menghalau serangan yang musuh yang tertuju padanya. Semua serangan berhasil dihalau olehnya, dan itu membuat musuh frustasi karena tidak kunjung dapat melukainya. Pada akhirnya Liu Choi dan Liu Ceng mundur menjaga jarak, setelah serangan mereka gagal melukai Zhou Tian.
“Iblis itu sangat kuat, kekuatan gabungan kita sama sekali tidak berhasil membuatnya terluka! Bahkan ia terlihat biasa-biasa saja, seolah serangan kita hanya serangan main-main!” ucap Liu Choi dan ia menelan sebuah pil yang dengan cepat memulihkan tenaganya yang terkuras akibat serangan, yang baru saja dilakukan.
Liu Ceng melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Liu Choi, dan setelah beberapa tarikan napas keadaan mereka sudah pulih seperti sediakala.
“Apa kalian berdua ingin menyerah? Jika kalian ingin menyerah, aku tidak akan lagi menyerang kalian, tapi kalian harus berlutut di hadapanku, dan setelahnya hancurkan kultivasi kalian!” ucap Zhou Tian sambil tersenyum sinis, meremehkan Liu Choi dan Liu Ceng.
Mendengar ucapan Zhou Tian, dan melihat senyuman sinis yang ditunjukkan Zhou Tian, membuat Liu Choi dan Liu Ceng semakin marah. “Berani meremehkan kami, kau pasti mati di tangan kami!” teriak Liu Ceng.
“Kalau begitu mari segera kita akhiri semua ini karena aku sedang terburu-buru!” ucap Zhou Tian dan ia akhirnya mengaktifkan kekuatan Tubuh Dewa Iblis dan juga kekuatan Darah Dewa Iblis yang mengalir di tubuhnya.
Liu Ceng dan Liu Choi terperangah saat merasakan aura kekuatan lawan mereka tidak lagi berada di ranah Dewa Surgawi, melainkan sudah berada di ranah yang lebih tinggi dari ranah Jenderal Dewa Surgawi.
Melihat kedua lawannya yang masih diam karena terperangah dengan kekuatannya, Zhou Tian tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung saja maju menyerang mereka, dengan mengayunkan pedang naga kegelapan yang berada di genggaman tangannya.
Slash... Slash... Slash...
Tebasan demi tebasan pedang dilakukan Zhou Tian untuk melukai mereka yang menjadi lawannya. Liu Choi dan Liu Ceng yang sadar jika ada bahaya yang datang mendekat, mereka berhasil menahan serangan Zhou Tian tepat waktu, membuat keduanya terhindar dari kematian konyol.
“Teknik Pedang Naga Kegelapan, Pedang Naga Mengoyak Langit!” ucap Zhou Tian meneriakkan teknik yang ia gunakan untuk menyerang musuh.
Dua tebasan ia layangkan ke arah kedua lawannya. Awalnya Liu Choi dan Liu Ceng berhasil menahan serangannya, menggunakan pedang mereka, tapi tidak lama pedang di tangan mereka mulai retak, dan selanjutnya patah menjadi dua bagian. Namun, meski sudah mematahkan pedang Liu Choi dan Liu Ceng, serangan Zhou Tian masih belum terhentikan.
“Sangat lemah!” Zhou Tian kembali mengayunkan pedang di tangannya, mengirim gelombang serangan, mendorong maju gelombang serangan yang sebelumnya berhasil membuat patah pedang Liu Choi dan Liu Ceng. Mendapatkan dorongan, gelombang serangan melesat cepat, dan tidak ada yang bisa menghentikannya.
Booomm... Booomm... Booomm...
Tebasan pertama menghantam tubuh Liu Choi, tebasan kedua menghantam tubuh Liu Ceng. Tubuh keduanya terbelah menjadi dua, dan gelombang tebasan ketiga menghancurkan tubuh keduanya tanpa sisa.
Bisa dipastikan keduanya telah mati, dan pertarungan berakhir saat Zhou Tian menyerap kekuatan Liu Xingsheng, sebelum akhirnya pria itu mati dengan tubuh mengering dan tidak lama tubuh yang sudah mengering berubah menjadi abu.
“Aku tidak menyangka bisa memiliki kekuatan sebesar ini setelah mengaktifkan seluruh kekuatan yang aku miliki!” gumam Zhou Tian setelah mengetahui batasan kekuatannya saat ini, dan segera ia menonaktifkan kekuatan Tubuh Dewa Iblis dan kekuatan Darah Dewa Iblis, sehingga kekuatannya kembali merosot ke ranah Dewa Surgawi tingkat Puncak. Meski betada di tingkat Puncak, tidak sulit bayinya mengalahkan musuh dengan kekuatan ranah Dewa Surgawi tingkat Sempurna.
Akan tetapi, ia akan sedikit kesulitan menghadapi musuh dengan kekuatan di ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Awal dengan kekuatannya saat ini tanpa bantuan kekuatan Dewa miliknya. Ia bahkan bisa langsung mati jika dengan kekuatan aslinya memaksakan diri musuh dengan kekuatan di ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Menengah.
Boomm... Boomm... Boomm...
Mendengar suara ledakan dari arah pertempuran Zhou Lin dan Zhou Gang, Zhou Tian menoleh melihat ke arah pertarungan yang baru saja berakhir. Dua musuh terakhir berhasil dibunuh Zhou Lin dan Zhou Gang, dan sekarang mereka sedang mengumpulkan cincin ruang milik prajurit suci ras manusia. Rencananya mereka akan menggunakan sumberdaya di cincin penyimpanan itu untuk meningkatkan kekuatan.
Lebih dari seratus ribu cincin penyimpanan berhasil dikumpulkan, dan setelah mengumpulkan seluruh cincin penyimpanan milik prajurit suci ras manusia, dengan dibantu Zhou Tian, Zhou Lin dan Zhou Gang mulai membakar mayat-mayat prajurit suci yang berserakan.
...----------------...
Di istana Dewa ras manusia.
Brak...
Pria tua yang merupakan wakil dari kedua Dewa ras manusia menggebrak meja kerjanya sampai hancur setelah ia mendengar laporan nasib buruk yang dialami banyak prajurit suci, yang ia kirim ke Benua Selatan Alam Dewa. Baru saja lebih dari seratus ribu prajurit suci mati, begitu juga dengan para Jenderal, termasuk ketiga Jenderal utama yang belum lama ini dikirim ke Benua Selatan.
“Katakan padaku, siapa yang telah membunuh mereka? Apa semua itu dilakukan ras iblis? Jika benar dilakukan ras iblis, berapa banyak ras iblis yang mati dalam pertempuran melawan ratusan ribu prajurit suci?” tanya pria tua pada pria yang saat ini berlutut tidak begitu jauh sarinya.
“Tu-Tuan, dari rekaman giok jiwa sebelum kematian mereka, tidak ada pertempuran besar yang terjadi, melainkan mereka hanya bertempur melawan tiga iblis. Dua iblis melawan prajurit suci, dan satu iblis melawan para Jenderal yang pada akhirnya mati di tangannya,” jawab pria yang benar-benar ketakutan karena ia bisa merasakan aura mencekam dari wakil kedua Dewa ras manusia.
Pria tua menatap pria yang masih berlutut, seolah ia tidak percaya pada jawaban yang baru didengarnya. Tiga iblis melawan para Jenderal dan ratusan ribu prajurit suci, tapi yang keluar sebagai pemenang justru tiga sosok iblis. Jelas itu sangat sulit dipercaya, dan selama ini belum pernah terjadi kejadian seperti itu di Alam Dewa. “Katakan padaku jika kau saat ini sedang berbohong tentang ketiga iblis itu!”
Mendengar itu, pria yang sebelumnya berlutut, ia langsung saja bersujud dengan kening menyentuh lantai, dan setelahnya ia berkata, “Tuan, hamba tidak akan pernah berani berbohong, dan semua yang hamba katakan adalah kebenaran. Jika Tuan tidak percaya, Tuan bisa melihat sendiri rekaman saat-saat terakhir sebelum seluruh prajurit suci di tempat itu bertemu kematian!” pria itu menyodorkan bola kristal pada wakil kedua Dewa ras manusia, dan membiarkannya melihat apa yang sebelumnya sudah ia lihat.
Pria tua segera mengalirkan energi spiritual miliknya ke bola kristal di telapak tangannya, dan tidak lama muncul gambaran-gambaran kejadian yang belum lama ini terjadi pada prajurit suci dan para Jenderal, yang ia kirim ke Benua Selatan. Semua yang ia lihat adalah gambaran saat-saat terakhir sebelum kematian mereka, dan benar adanya jika mereka semua mati di tangan tiga iblis.
Bahkan ia bisa merasakan jika salah satu iblis memiliki kekuatan besar, yaitu kekuatan di ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Puncak, atau dua tingkat lebih rendah dibandingkan tingkat kekuatannya. Ditambah usia iblis itu yang terbilang masih sangat muda, ia langsung saja mewaspadai keberadaan iblis itu.
Seperti menemukan musuh kuat yang harus segera dimusnahkan, Ia berencana langsung membunuh musuh yang telah membunuh tiga dari sepuluh Jenderal utama istana Dewa ras manusia. Namun, tidak mungkin ia pergi meninggalkan istana, saat kedua Dewa masih berkultivasi.
Akhirnya ia memutuskan mengirim lima Jenderal utama pergi ke Benua Selatan, dan mencari keberadaan tiga iblis yang membuatnya khawatir akan keberadaan mereka, terutama iblis muda yang memiliki kekuatan di ranah Raja Dewa Surgawi tingkat Puncak. Iblis itu harus segera dilenyapkan sebelum bertambah kuat, dan nantinya bakalan lebih menyusahkan.
“Aku baru akan turun tangan langsung jika para Jenderal utama tidak bisa menyingkirkan iblis itu!” gumamnya pelan, dan ia mengirim tugas pada para Jenderal utama melalui telepati.
...----------------...
Bersambung.