
Setelah kemenangan pertama kompetisi menjadi milik putra penguasa ras peri, pertandingan dilanjutkan dengan pertandingan-pertandingan selanjutnya. Dipertandingan selanjutnya yang mempertemukan perwakilan ras siluman dan ras manusia, dari delapan pertandingan, perwakilan ras manusia menang sebanyak lima kali, sisanya dimenangkan oleh perwakilan ras siluman.
Kini pertandingan kesepuluh dimulai, dan pertandingan kali ini mempertemukan dua sosok yang tidak disangka akan bertemu di putaran awal. “Peserta Zhou Tian dan peserta Shang Zang, silahkan naik ke atas arena!” ucap wasit yang berdiri di tengah-tengah arena kompetisi.
Dua orang yang dipanggil segera berjalan menaiki tangga menuju arena pertarungan, yang masih terlihat sedikit bekas pertarungan, sekalipun sudah beberapa kali arena mendapatkan perbaikan dari panitia.
Dua orang peserta yang sudah berada di atas arena, keduanya berjalan menghampiri wasit yang berdiri di tengah-tengah arena kompetisi. Dari sorot mata kedua peserta, terlihat jelas jika Shang Zang tidak menyukai keberadaan lawannya, sedangkan Zhou Tian, ia terlihat acuh dengan lawannya.
Wasit yang melihat kedua peserta memiliki aura sama kuat, ia yakin pertandingan kali ini akan sangat menarik daripada seluruh pertandingan yang sudah terjadi.
“Apa kalian sudah siapa?” tanya wasit yang merupakan salah satu wakil dari Dewa Agung ras Dewa.
“Sangat siap!” jawab Shang Zang yang sudah mengeluarkan pedang berwarna kuning keemasan sebagai senjatanya. Sedangkan Zhou Tian, ia hanya menganggukkan pelan kepalanya sebagai jawaban, dan ia tidak mengeluarkan senjata apa-apa untuk menghadapi lawannya.
Merasakan bahaya dari dua peserta yang akan bertanding, wasit kali ini bergerak keluar dari arena kompetisi, dan begitu ia sudah berada di luar arena kompetisi, ia segera mengangkat tangan kanannya.
“Pertandingan peserta Zhou Tian melawan peserta Shang Zang dimulai!” teriaknya dengan suara lantang.
Setelah wasit memulai pertandingan antara Zhou Tian dan Shang Zang, pihak yang mengambil inisiatif serangan lebih dulu adalah Shang Zang.
Menggunakan pedang dengan bilah tajam memancarkan cahaya keemasan yang berasal dari kekuatan elemen cahaya milik Shang Zang, pemuda itu melesat maju menyeranh Zhou Tian, yang semua orang bisa melihat jika Zhou Tian, satu-satunya perwakilan dari ras iblis terlihat tenang di tempatnya, meski serangan musuh segera datang.
Shang Zang yang merasa Zhou Tian sudah berada di jarak jangkauan serangannya, ia langsung saja mengayunkan pedang di tangannya secara horizontal, mengarah pada keberadaan Zhou Tian.
Tebasan pedang Shang Zang yang mengeluarkan cahaya terang keemasan, mengeluarkan siluet bukan sabit transparan yang melesat bagaikan kilatan cahaya, menyerang Zhou Tian yang menjadi arah lesatas siluet bulan sabit.
Swush... Swush... Swush...
Bukan hanya satu siluet bulan sabit transparan yang menyerang Zhou Tian, tepatnya ada tiga siluet bulan sabit, dan melihat semua itu banyak penonton yang mengira jika Zhou Tian akan musnah sebelum ia sempat melakukan perlawanan.
Sedangkan Zhou Tian sendiri, ia masih saja terlihat tenang, dikarenakan ia tahu jika serangan Shang Zang jauh dari cukup untuk membuatnya terluka. Jangankan membuatnya terluka, serangan itu sama sekali tidak akan bisa membuat robekan tipis di pakaian yang dikenakannya.
Saat serangan Shang Zang sudah hampir mengenainya, Zhou Tian hanya melambaikan tangannya, dan seketika semua orang dibuat terperangah begitu melihat tiga siluet bulan sabit tiba-tiba menghilang, begitu Zhou Tian melambaikan tangannya.
Di saat semua penonton terperangah dengan apa yang terjadi, Zhou Tian justru menunjukkan senyuman tipis di wajahnya.
‘Dia sedang bermain-main,’ wakil Dewa iblis yang menjadi wasit membatin, saat ia melihat senyuman tipis di wajah Zhou Tian.
Sementara itu, Shang Zang yang serangan pertamanya gagal, ia kembali menyerang Zhou Tian, dan serangannya kali ini jauh lebih kuat, lebih cepat, dan lebih banyak siluet bulan sabit yang kali ini tertuju pada Zhou Tian.
Swush... Swush... Swush...
Belasan siluet bulan sabit transparan melesat ke arah Zhou Tian dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya, dan daya hancur serangan itu lebih kuat dari sebelumnya.
Namun, seperti sebelumnya, Zhou Tian hanya melambaikan tangan, dan seluruh siluet bulan sabit begitu saja menghilang, seolah keberadaan siluet bulan sabit sebelumnya hanyalah sebuah ilusi.
“Coba gunakan serangan yang lebih kuat!” ucap Zhou Tian dengan santainya.
Shang Zang yang mendengar ucapan Zhou Tian dan melihat sikap santai yang ditunjukkannya, ia menggertakkan gigi marah mendengarkan semua itu.
“Berani meremehkaku, artinya kau berani menanggung konsekuensi dari melakukan semua itu, dan konsekuensi yang akan kau dapat karena meremehkaku adalah kematian tanpa sisa!” teriak Shang Zang, dan bersamaan dengan itu tiga buah senjata melayang di depannya, begitu juga dengan pedang yang sebelumnya berada di tangannya.
“Teknik Lesatan Tombak Es!”
“Teknik Lesatan Busur Api!”
“Teknik Tebasan Cahaya Langit!”
Shang Zang di waktu bersamaan mengeluarkan tiga teknik berbeda, pada tiga jenis senjata berbeda yang berada di hadapannya.
Swush... Swush... Swush...
Tiga serangan teknik senjata yang keluarkan Shang Zang secara bersamaan melesat ke arah Zhou Tian. Kuatnya teknik serangan yang dikeluarkan Shang Zang bahkan sanggup membuat arena kompetisi dan tempat duduk para penonton bergetar. Akan tetapi semua orang kembali tercengang melihat bagaimana Zhou Tian melawan serangan Shang Zang.
Lagi dan lagi, Zhou Tian hanya melambaikan tangannya, dan kembali ia berhasil melenyapkan serangan Shang Zang, yang mana srrangan itu dilakukan untuk mengakhiri hidupnya.
Setangan tiga senjata lenyap, dan Zhou Tian masih berdiri tenang di tempatnya. Sedangkan Shang Zang, pemuda itu melompat mundur menjauhi sosok Zhou Tian, setelah salah satu serangan terkuatnya tidak bisa membunuh pemuda itu.
Jangankan membunuh, bahkan serangannya sama sekali tidak melukai lawannya, dan jelas itu menunjukkan jika lawannya bukanlah sosok semarangan.
Melihat lawannya mundur, Zhou Tian yang semula hanya diam dan bisa dikatakan terus bertahan, secara tiba-tiba ia mengeluarkan puluhan belati, dan puluhan belati itu sekarang terbang mengelilingi tubuhnya.
“Aku memberimu dua pilihan, berlutut dan menyerah, atau mati!” kata Zhou Tian, dan kini tidak lagi terlihat ketenangan di wajahnya, dikarenakan semua orang bisa merasakan niat membunuh yang begitu besar dari dalam diri Zhou Tian.
Beberapa orang merasakan ketakutan saat merasakan niat membunuh Zhou Tian, meski niat membunuh itu tidak ditujukan pada mereka. Mereka yang merasakan niat membunuh Zhou Tian, mereka yakin hidup Shang Zang akan berakhir hanya dalam satu kali tarikan napas jika pemuda itu memutuskan melanjutkan pertandingannya melawan Zhou Tian.
Shang Zang sendiri yang merasakan kengerian niat membunuh Zhou Tian, ingin rasanya ia menyerah, tapi sesuatu yang keluar dari mulutnya justru jauh dari kata-kata menyerah. “Hahahaha... niat membunuh yang kau miliki memang membuatku sempat merasakan ketakutan, tapi hanya dengan niat membunuh, kau tidak akan pernah bisa membunuhku!” ucapan yang keluar dari mulut Shang Zang.
Zhou Tian yang mendengar itu tertawa,“Hahahaha... benarkah hanya dengan niat membunuh yang aku miliki tidak bisa membunuhmu? Bagaimana kalau kamu merasakan keseluruhan niat membunuh yang aku miliki, dan asal kau tahu, niat membunuh yang aku miliki memang aku persiapkan untuk menghadapi manusia sepertimu!”
Swush...
Booomm...
“Uhuk... Uhuk...” Tubuh Shang Zang jatuh tersungkur saat ia merasakan niat membunuh yang begitu kuat dari arah lawannya, dan niat membunuh itu seluruhnya ditujukan padanya.
Shang Wudzhi yang melihat keadaan Shang Zang, ia tahu jika sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, tapi ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu apalagi menyelamatkannya.
Keputusan sudah diambil oleh Shang Zang, yang saat ini berada di atas arena kompetisi, dan karena iq masih berada di atas arena kompetisi, tidak ada satu orang pun yang dapat menyelamatkannya jika Zhou Tian menginginkan kematiannya, termasuk Shang Wuzhi ataupun prajurit suci yang menjadi penonton jalannya kompetisi.
“Hidup atau mati aku sama sekali tidak peduli, dikarenakan semua itu sudah menjadi keputusannya!” gumam Shang Wuzhi.
......................
Bersambung.