Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Hari Pengambilan Keputusan


Tidak datang sebagai penonton saat ketiga Dewa dari tiga ras berbeda sedang melakukan pembersihan sisa kekuatan ras manusia yang ada di Istana Dewa ras manusia, setelah menunjukkan kekuatan Dewa miliknya, bersama ke-empat istrinya Zhou Tian ikut maju membersihkan sisa-sisa kekuatan ras manusia, di Istana Dewa ras manusia. Shang Bo sendiri sudah mati, jadi Zhou Tian tidak ada kesempatan berhadapan dengannya.


Meski hanya tersisa sedikit kekuatan ras manusia yang masih bertahan di Istana Dewa ras manusia, mereka melakukan pertahanan dengan baik, sehingga menyulitkan musuh yang ingin merebut Istana Dewa ras manusia.


Namun, itu semua tidak berlangsung lama. Setelah Zhou Tian dan ke-empat istrinya turut menyerang mereka, pertahanan mereka berhasil di jebol, dan musuh mulai masuk ke dalam kawasan Istana Dewa ras manusia.


Boom... Boom... Boom...


Ledakan demi ledakan terjadi saat sisa-sisa kekuatan ras manusia berhadapan dengan musuh yang berhasil memasuki kawasan Istana Dewa ras manusia. Kalah jumlah dan kekuatan membuat mereka tidak memiliki kesempatan menang.


Akan tetapi, meski kalah dalam semua hal, mereka tidak menyerah dan terus saja melawan musuh meski pada akhirnya mereka semuanya mati tanpa ada yang tersisa.


Seluruh orang yang berasal dari lima ras berbeda, mereka bersorak merayakan kemenangan setelah berhasil memusnahkan sisa-sisa kekuatan ras manusia, yang memihak pada Shang Bo dan kedua putranya.


“Hari ini adalah akhir dari mereka yang tidak menyukai keberadaan ras iblis di Alam Semesta, dan hari ini juga akan menjadi hari kebangkitan ras iblis!” ungkap Zhou Tian sembari melihat senyuman bahagia yang terpancar dari wajah para iblis yang dapat terlihat olehnya.


Kemenangan utama memang milik ras iblis, tapi ke-empat ras lainnya termasuk ras manusia, mereka juga merayakan kemenangan karena pada akhirnya mereka terbebas dari kesengsaraan, yang diberikan oleh Shang Bo dan kedua putranya.


Bahkan untuk jumlah ras manusi yang menentang kepemimpinan Shang Bo dan kedua putranya, jumlah mereka jauh lebih banyak dari jumlah pendukung Shang Bo dan putranya. Bahkan tiga seperempat prajurit suci ras manusi tidak lagi berada di sisi Shang Bo dan kedua putranya, melainkan mereka sudah berada di sisi yang menentang mereka.


Sudah sejak lama banyak dari manusia yang menentang kepemimpinan Shang Bo dan kedua putranya, dikarenakan mereka sangatlah menderita di bawah kepemimpinan orang-orang itu. Selain kehilangan para pria yang dipaksa menjadi prajurit suci, para wanita juga harus bekerja keras untuk hidup, sekaligus membayar pajak yang besarnya sama dengan penghasilan mereka.


Dengan besaran pajak yang harus dibayar oleh semua ras manusia, banyak dari mereka yang pada akhirnya gagal membayar pajak dan pada akhirnya harus menerima hukuman cambuk sebanyak seratus kali.


Banyak para manusia yang lebih memilih menjalani hukuman cambuk dari pada membayar pajak, dikarenakan mereka lebih memilih menggunakan uang penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Mengetahui banyak yang tidak ingin membayar pajak dan lebih memilih dihukum, membuat Shang Bo dan kedua putranya marah, lalu mereka segera membuat aturan baru.


Siapa yang tidak membayar pajak dan lebih memilih menerima hukuman, seluruh harta benda miliknya akan disita, sebagai tambahan hukuman untuk mereka.


Aturan baru disahkan, dan aturan itu segera saja membuat kehidupan banyak manusia jatuh ke jurang penderitaan.


Sejak aturan itu banyak manusia yang berpaling dari kepemimpinan Shang Bo dan kedua putranya. Mereka segera mengumpulkan kekuatan, untuk suatu hari melakukan pemberontakan.


Dikarenakan kekuatan mereka belum cukup untuk melakukan pemberontakan tanpa bantuan kekuatan ras lai, saat seluruh ras memusuhi Shang Bo, kedua putranya, dan semua yang memiliki hubungan dengan ketiganya, ras manusia yang ingin memberontak, akhirnya mereka bahu-membahu dengan ras lain, menghancurkan dan memusnahkan kekuasaan Shang Bo dan kedua putranya, yang merupakan dua Dewa ras manusia.


Pada akhirnya peperangan itu berakhir, dan kemenangan berada di pihak mereka yang memusuhi Shang Bo, kedua putranya, dan semua orang yang memiliki hubungan dengan mereka. Kalau saja yang terjadi adalah kebalikan dari semua itu, bisa dikatakan Shang Bo dan yang lainnya akan lebih berkuasa, dan tidak mungkin mereka akan memusnahkan siapapt yang masih memiliki keberanian menentang mereka.


Sementara itu, setelah berakhirnya pertempuran dan jatuhnya Istana Dewa ras manusia ke tangan pihak penyerang, saat ini Zhou Tian dan ke-empat istrinya sedang menemui ketiga Dewa, yang mana mereka merupakan Dewa Agung ras Dewa, Dewa Siluman, dan terakhir ada Dewa peri. Ketiganya terlihat begitu kagum akan kekuatan yang dimiliki Zhou Tian. Selain Dewa Agung Song Bei, mereka dikejutkan dengan keberadaan Dewa iblis, yang selama ini tidak mereka ketahui keberadaannya.


Bukan hanya keberadaannya saja yang tidak mereka ketahui, tapi nyatanya mereka juga tidak tahu jika sosok Dewa Iblis sangatlah kuat di usia yang masih begitu muda, sangat jauh lebih muda dari mereka yang berusia lebih dari seratus juta tahun. Mereka berdua sempat iri dengan kekuatan yang dimiliki Dewa Iblis muda, tapi mengingat masa lalu ras iblis, mereka membuang jauh-jauh rasa iri itu, dikarenakan mereka beranggapan kekuatan Dewa Iblis muda adalah kompensasi nyata dari Sang Pencipta setelah apa yang dialami ras iblis selama bertahun-tahun.


Selain ingin membahas apa yang akan mereka lakukan ke depannya, ketiga Dewa juga ingin melihat keadaan Shang Bolin dan Shang Boqin yang saat ini berada di tangan Zhou Tian.


Berada di aula Istana Dewa ras manusia, mereka duduk saling berhadap-hadapan. Disaat di belakang Zhou Tian ada ke-empat istrinya, tiga Dewa lainnya hanya bisa menghela napas karena mereka telah kehilangan pasangan masing-masing, dan tidak ada keinginan mencari pasangan baru.


Sebelum dimulainya pembicaraan diantara mereka, Zhou Tian terlebih dahulu menunjukkan pada ketiga Dewa keadaan Shang Bolin dan Shang Boqin yang telah kehilangan kekuatan Dewa nya.


Melambaikan tangannya, sosok Shang Bolin dan Shang Boqin dapat dilihat oleh semua orang. Ketiga Dewa yang melihat keadaan dua sosok yang dimasa lalu senantiasa bersikap sombong dan arogan, mereka hanya bisa menggelengkan kepala tanpa ada rasa iba saat melihat keadaan mereka. Ketiga Dewa justru merasa lebih baik langsung membunuh mereka, daripada dibiarkan hidup dan hanya merusak penglihatan.


Saat ketiga Dewa menanyakan padanya kenapa tidak segera memberi kematian pada Shang Bolin dan Shang Boqin, Zhou Tian mengatakan jika kematian keduanya sudah dipastikan, dan esok hari keduanya akan menjalani hukuman mati di hadapan seluruh orang, yang selama ini sangat membenci keberadaan keduanya.


Mendengar semua itu ketiga Dewa mengangguk puas, dan mereka benar-benar sudah tidak sabar menanti hari kemarin Shang Boqin dan Shang Bolin. Ketiganya yakin, bukan hanya mereka yang tidak sabar menanti kematian kedua sosok itu, tapi banyak orang yang juga menantikan, apa yang mereka bertiga sedang nantikan.


......................


Hasil pertemuan ke-empat Dewa langsung diumumkan di hari yang sama, termasuk pengumuman waktu dijatuhkannya hukuman mati pada Shang Boqin dan Shang Bolin.


Ada tiga hasil yang telah disepakati dalam pertemuan dan pembicaraan yang dilakukan ke-empat Dewa.


Kesepakatan perta, semua ras akan kembali memiliki wilayah mereka, sebelum terjadinya perang dimasa lalu yang melibatkan ras iblis, ras manusia, dan ras siluman.


Kesepakatan kedua, dikarenakan raa manusia belum memiliki sosok pemimpin, ras manusia dibebaskan menentukan masa depan mereka.


Mereka bebas menentukan sosok pemimpin baru, atau menjadi bagian dari Dewa ras lainnya, sampai terlahir sosok yang pantas menjadi pemimpin ras manusia di masa depan.


Sementara itu untuk keputusan ketiga, siapapun ras yang memulai peperangan, dia akan menjadi musuh dari seluruh ras yang ada.


Keputusan sudah di tetapkan, dan tidak ada yang bisa mengganggu gugat kputusan yang telah ditetapkan.


Sedangkan untuk kapan keputusan itu mulai berlaku, keputusan mulai berlaku sejak diumumkan, dan akan berlaku selamanya.


Terakhir adalah pengumuman kapan dan dimana hukuman mati Shang Boqin dan Shang Bolin akan dilakukan.


Hukuman keduanya akan dilakukan besok, di halaman Istana Dewa ras manusia. Selain mereka, ada ribuan orang lainnya yang akan mendapatkan hukuman yang sama dihari yang sama.


‘Akhirnya semua selesai!’ batin Zhou Tian dan dia dapat tersenyum lega sekaligus senang.


......................


Bersambung.