
Zhou Tian telah menyelesaikan apa yang perlu dia selesaikan di kediaman putra penguasa kota, tapi saat dia ingin pergi menemui Zhu Ying, dia merasa ada lima sosok yang bergerak ke arahnya.
Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan di ranah Saint tingkat Menengah, dan mereka berasal dari kediaman penguasa kota.
“Sepertinya penguasa kota sudah tau apa yang terjadi pada putranya,” ucapnya dan segera dia pergi menyambut kedatangan lima sosok yang diyakininya sebagai utusan penguasa kota.
Bergerak menuju gerbang kediaman putra penguasa kota, Zhou Tian akhirnya bertemu dengan lima sosok yang merupakan prajurit bayangan. Dia tahu kelima sosok itu adalah prajurit bayangan, hanya dengan melihat pergerakan mereka yang sulit terdeteksi.
“Orang lain mungkin akan sedikit kesulitan menemukan keberadaan mereka, selama mereka menyembunyikan aura keberadaannya. Namun, berhadapan denganku, mereka tak akan pernah dapat sembunyi dari pandanganku!”
Lima sosok yang bersembunyi dan akan melakukan serangan secara diam-diam, mereka dikejutkan dengan keberadaan Zhou Tian yang secara tiba-tiba sudah berada di belakang mereka.
“Apa kalian pikir dapat menyembunyikan diri dariku? Pikiran kalian terlalu mudah di tebak, tapi sayangnya kalian tidak akan pernah bisa bersembunyi dariku!” Memukuk langsung dua orang di depannya, Zhou Tian membuat keduanya tumbang tak sadarkan diri.
Sedangkan tiga orang lainnya, mereka berhasil pergi menyelamatkan diri, sehingga dapat terhindar dari serangan Zhou Tian. Meski dapat melarikan diri, mereka masih tak habis pikir tentang musuh yang langsung mengetahui keberadaan mereka, bahkan hanya dengan dua serangan, dua dari mereka tumbang.
Dari situ mereka tahu kalau musuh tidak lemah, dan jelas dia lebih kuat dari mereka bertiga.
‘Cih, kenapa juga pemuda bodoh itu sampai berurusan dengan orang kuat sepertinya?’ tanya dalam hati salah satu prajurit bayangan.
Dia berpikir putra penguasa kota telah menyinggung sosok kuat yang kini menjadi musuhnya, dan tak ada pikiran kalau musuhnya berhubungan erat dengan menghilangnya budak dari ras iblis di pasar budak.
Andai saja mereka tahu semua itu, mungkin mereka akan memilih pergi melaporkan keberadaan musuh mereka saat ini pada penguasa kota.
“Kalian bertiga tidak perlu capek-capek menghindari seranganku karena pada akhirnya kalian akan mati di tanganku!” Suara Zhou Tian terdengar, tapi sosoknya tiba-tiba menghilang.
Tiga sosok prajurit bayangan tak bisa melihat atau merasakan keberadaan Zhou Tian, sampai akhirnya pandangan mereka menggelap, tanpa sempat merasakan rasa sakit.
Mereka semua telah mati dengan kepala hancur. Cepatnya kematian yang mendatangi mereka, sampai-sampai mereka tak merasakan rasa sakit saat kematian menghampiri mereka.
Kekuatan Zhou Tian bukan lawan sepadan mereka, dan terbukti dengan mudahnya dia memenangkan pertarungan.
Dua orang yang sebelumnya hanya tumbang juga telah dikirim menuju alam kematian, dan sekarang dia bisa pergi menemui Zhu Ying.
“Aku harap mereka telah selesai dengan apa yang harus mereka kerjakan!” ucapnya.
Tak lama dia akhirnya menemukan Zhu Ying dan yang lainnya, lalu bersama-sama mereka pergi meninggalkan kediaman putra penguasa kota melalui pintu belakang yang ukurannya hanya cukup untuk dilalui sebuah kereta kuda.
Setelah cukup jauh meninggalkan kediaman putra penguasa kota, Zhou Tian memasukkan seluruh iblis yang berhasil di bebaskan ke dalam Dunia Jiwa.
Kini yang tersisa hanya dirinya, Zhu Ying, serta kelima wanita iblis.
...----------------...
Di luar kota.
“Tuan Muda, kalau boleh tau, sebenarnya kemana perginya mereka yang telah kita selamatkan?” tanya salah satu wanita.
“Mereka ada di Dunia Jiwa milikku, dan tidak sembarangan orang bisa keluar masuk tempat itu!” jawab Zhou Tian.
“Apa tempat itu aman?” tanya wanita lainnya.
“Tempat itu sangat aman, jauh lebih aman dari tempat teraman di Alam Semesta.”
Mendengar itu, kelima wanita iblis mengangguk mengerti dan mereka tak lagi bertanya pada Zhou Tian maupun Zhu Ying.
Saat mereka tak bertanya, kini giliran Zhou Tian yang bertanya, “Apa kalian bisa menunjukkan pada kami, tempat yang selama ini menjadi tempat tinggal kalian, serta teman-teman kalian?”
“Soal tempat itu, sebenarnya kami dan teman-teman kami tinggal di Kota Iblis, kota pertama yang merupakan milik ras iblis. Kalau Tuan Muda dan Nona ingin pergi ke tempat kami, dengan senang hati kami akan membawa Tuan Muda dan Nona ke tempat itu.”
Mendengar jawaban dari salah satu wanita iblis, Zhou Tian dan Zhu Ying sepertinya tahu dimana tempat tinggal kelima wanita iblis.
“Kebetulan kami memang ingin pergi ke tempat kalian, jadi kalian bisa bertugas sebagai petunjuk jalan!” ucap Zhu Ying sambil tersenyum, lalu dia dan Zhou Tian pura-pura mengikuti kelima wanita iblis yang sekarang bertugas sebagai penunjuk jalan.
Terlihat mereka berlima sangat antusias menunjukkan jalan pada Zhou Tian dan Zhu Ying, dan tak lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, bersamaan dengan waktu terbitnya matahari.
“Pembangunan kota sudah hampir terselesaikan meski dibangun tanpa pengawasan khusus. Mereka memang orang-orang yang bisa dipercaya,” gumam Zhou Tian yang hanya dapat didengar Zhu Ying.
Zhou Tian dan Zhu Ying ikut masuk kota bersama lima wanita iblis. Baru juga masuk, banyak orang yang melihat ke arah mereka.
Awalnya orang-orang itu hanya melihat Zhou Tian dan Zhu Ying, tapi tak lama mereka segera berlari dan menundukkan kepala memberi hormat pada dua sosok penyelamat mereka.
“Tuan Muda dan Nona akhirnya kembali,” ucap semua orang senang dengan kembalinya Zhou Tian dan Zhu Ying.
Mendapatkan sambutan hangat dari semua orang, Zhou Tian tersenyum begitu juga dengan Zhu Ying yang tersenyum di balik cadarnya.
Setelahnya Zhou Tian dengan tutur kata sopan, dia meminta semua orang untuk melanjutkan aktivitas masing-masing, sementara dia dan Zhu Ying pergi menghampiri lima wanita iblis yang terkejut setelah tahu siapa sosok yang sejak beberapa waktu yang lalu selalu bersama mereka.
Mereka memang belum pernah melihat wajah Zhou Tian maupun sosok Zhu Ying, jadi wajar saja kalau mereka tidak mengenalinya.
Namun pada akhirnya mereka saling berkenalan untuk mengenal lebih baik satu sama lain.
Setelah berkenalan, kelima wanita izin melapor ke teman-teman mereka yang selama terus berusaha membebaskan sebanyak-banyaknya budak yang berasal dari ras iblis.
Sebelum mereka pergi, Zhou Tian mengeluarkan ribuan iblis dari Dunia Jiwa miliknya, dan membiarkan kelima wanita iblis mengurus mereka.
Memang sudah menjadi pekerjaan mereka, kelima wanita iblis sama sekali tidak keberatan dengan tanggungjawab yang diberikan Zhou Tian pada mereka.
Kebetulan, mereka juga akan pergi ke tempat dikumpulkannya iblis yang baru saja menjadi bagian dari Kota Iblis.
Kini hanya tersisa Zhou Tian dan Zhu Ying, yang mana keduanya memilih kembali ke kediaman yang sudah beberapa hari ini mereka tinggalkan.
Sampai di kediaman mereka, belasan pelayan telah berbaris rapi menyambut kedatangan mereka.
Keberadaan pelayan membuat mereka merasa aneh karena sebelumnya kediaman mereka tak memiliki pelayan.
Namun, melihat para pelayan yang sepertinya sudah terlatih, Zhou Tian dan Zhu Ying dengan senang hati menerima keberadaan mereka.
Setelahnya, mereka pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri karena seluruh tubuh lengket setelah beberapa hari tidak membersihkan tubuh.
“Berendam dengan air dingin memang sangat nyaman!” gumam pelan Zhou Tian saat memanjakan tubuhnya di kolamandi yang berisikan air dingin.
Dia seumur hidup tidak pernah menikmati mandi air hangat, meski banyak pelayan yang bersedia menuruti keinginannya.
Baginya, mandi dengan air dingin dapat membuat tubuhnya lebih lama segar dibandingkan mandi dengan air hangat.
Di tempat lain, Zhu Ying juga sedang mandi. Sama seperti Zhou Tian, dia juga lebih suka mandi dengan air dingin, bedanya saat ini dia mandi ditemani dua pelayan yang begitu telaten memijat kedua tangannya.
‘Sesekali memanjakan diri,’ ucapnya dalam hati sambil menikmati pijatan si kedua tangannya.
Beberapa waktu berlalu, Zhou Tian dan Zhu Ying yang sama-sama sudah merasakan kesegaran setelah mandi, mereka saat ini berada di ruang makan untuk menikmati makan siang bersama.
Tak ada makanan mewah seperti saat di Kerajaan Iblis. Makanan yang tersaji sangat sederhana, tapi setidaknya jauh lebih baik dibandingkan makanan budak.
Keadaan kota iblis saat ini belum stabil selayaknya Kerajaan Iblis, jadi belum bisa memproduksi makanan sendiri, selain memanfaatkan makanan yang tersedia di hutan.
...----------------...
Di luar kawasan hutan Langit Malam, tempat berdirinya Kota Iblis petama di Benua Tengah.
Ribuan kultivator membentuk barisan di luar kawasan hutan Langit Malam, dan setiap waktunya jumlah mereka terus bertambah.
“Apa benar di dalam sana ada Kota Iblis tempat berkumpulnya para iblis yang secara tiba-tiba menghilang?” tanya seorang kultivator pada kultivator lainnya.
“Aku tidak tahu pasti, tapi banyak yang meyakini kalau di dalam sana telah berdiri Kota Iblis, dan terdapat ribuan iblis yang tinggal di tempat itu!”
“Wah, jika benar terdapat Kota Iblis dan ribuan iblis di kota itu, selama kita bisa menjadi penguasa kota itu, artinya kita bisa memiliki seluruh iblis yang tinggal di sana!”
“Tapi, aku denger-denger, kota itu didirikan oleh sosok iblis kuat yang telah membunuh lima kekuatan pelindung Alam Fana, dan iblis yang telah menghancurkan istana Lima Dewa.”
“Iblis yang membunuh lima kekuatan pelindung Alam Fana, menurutku itu hanyalah rumor! Bagiku, tak ada iblis sekuat kelima Dewa yang telah tiada, dan kemungkinan kelima Dewa bukannya mati, tapi mereka telah pergi ke Alam yang lebih tinggi!”
“Semoga saja itu hanya rumor seperti yang kamu katakan. Namun jika itu benar, sepertinya kita tak ada harapan menguasai kota itu, dan memperbudak seluruh iblis yang tinggal di dalamnya!”
“Aku sangat yakin itu benar-benar hanya sebuah rumor yang disebabkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab! Kalau kalian tak percaya semua itu hanya rumor, sebaiknya segera kita pergi kedalam sana, dan kita buktikan ada tidaknya iblis kuat di kota itu! Aku bahkan ragu Kota Iblis itu nyata atau hanya rumor!”
Mendengar yang dikatakan salah satu dari mereka, ratusan kultivator mulai pergi memasuki kawasan hutan Langit Malam. Melihat ada yang mulai bergerak, kelompok kultivator lain ikut bergerak dan segera saja ribuan kultivator bergerak memasuki kawasan hutan Langit Malam.
Di sisi lain, di Kota Iblis. Zhou Tian dan Zhu Ying yang baru selesai menikmati makan siang bersama, samar-samar mereka dapat merasakan aura kuat yang berasal dari sisi terluar kawasan hutan Langit Malam.
“Gege, sepertinya ada yang ingin main-main dengan mendatangi tempat ini,” ucap Zhu Ying sambil tersenyum.
“Ying’er, kita lihat dulu apa yang mereka inginkan. Jika mereka menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada kita, sudah sewajarnya kita tak memberi pengampunan pada mereka!” balas Zhou Tian.
Dengan santainya mereka berdua bangkit dari tempat duduk, lalu pergi meninggalkan kediaman.
Bukan hanya pergi meninggalkan kediaman, tapi mereka pergi menuju luar kota untuk menyambut kedatangan orang-orang yang bukan berasal dari ras iblis.
Mereka memilih menyambut kedatangan orang-orang itu di luar kota, dikarenakan tidak ingin membuat keributan di sekitar Kota Iblis yang sedang dalam proses pembangunan.
“Hanya sekumpulan manusia lemah, jika mereka datang dengan niatan buruk, siap-siap saja musnah dari dunia ini!” ucap Zhou Tian saat dia berdiri di atas pohon, berharap puluhan kilometer dari robuan orang yang bergerak ke arahnya.
Di sebelahnya ada Zhu Ying, dan mereka sama-sama tak sabar mengetahui tujuan ribuan orang yang tiba-tiba saja memasuki kawasan hutan Langit Malam.
...----------------...
Bersambung.