Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Pergi Meninggalkan Alam Langit


Apa yang telah menjadi keputusan Dewa ras siluman di Alam Dewa, telah disampaikan pada seluruh siluman yang berada di Alam Dewa, Alam Langit, maupun yang ada di Alam Fana.


Sekarang, di seluruh Alam tidak lagi ada ras siluman yang memusuhi ras iblis, dan hubungan kedua ras perlahan mulai membaik seperti hubungan mereka di masa lalu, jauh sebelum terjadinya perang antar ras.


Sedangkan untuk ras manusia yang masih saja menganggap diri mereka sebagai ras paling unggul, hanya mereka yang berada di Alam Dewa yang masih memusuhi ras iblis, dan sedikit manusia di Alam Langit yang belum bisa berhubungan baik dengan ras iblis.


Sementara itu di Alam Fana, seluruh ras sudah menjalin hubungan baik, termasuk sebagian kecil ras peri yang muncul setelah terciptanya kedamaian di Alam Fana. Ras peri adalah ras yang mencintai perdamaian, disaat mereka mulai menampakkan diri, artinya Alam Fana sudah jauh dari perselisihan antar ras.


Di Alam Dewa sendiri juga terdapat ras peri, tapi mereka sangat tertutup, dan jarang menjalin hubungan dengan ras lain apalagi ras manusia, yang mereka anggap sebagai sumber masalah di Alam Semesta.


Sebenarnya banyak petinggi ras manusia di Alam Dewa yang marah atas sikap ras peri dan ingin sekali mereka memusnahkan keberadaan ras peri, tapi dengan adanya perlindungan dari ras Dewa yang jumlahnya tidak seberapa, mereka tidak berani berbuat macam-macam pada ras peri.


Jumlah orang-orang dari ras Dewa memang tidak banyak, bahkan jumlah mereka tidak lebih dari seribu orang. Namun, meski begitu jarang yang berani mengusik mereka karena konon katanya banyak orang-orang dari ras Dewa memiliki kekuatan setara dengan para Dewa setiap ras.


Sementara itu, di sebuah wilayah tempat berdirinya istana megah milik Dewa Agung, sosok Dewa tertinggi ras Dewa, yang mana ia bisa dianggap sebagai sosok terkuat di Alam Semesta, bahkan dengan lambaian tangannya, ia mampu membunuh seluruh Dewa semua ras.


Dewa Agung yang mengumpulkan seluruh petinggi ras Dewa di aula istananya, dengan suara yang begitu berwibawa ia berkata, “Bagaimana, apa kalian sudah menemukan pria yang tepat untuk menjadi suami dari putriku?” tanyanya.


Sepuluh orang yang merupakan para petinggi ras Dewa, mereka saling lirik satu sama lain setelah mendengar pertanyaan Dewa Agung, dan tak lama kemudian salah satu dari mereka memberi jawaban, “Tuanku, bagaimana kalau kita adakan kompetisi untuk menentukan pria terbaik yang akan menjadi pendamping Putri Lan Hua?”


Mendengar itu, Dewa Agung menganggukkan kepala. “Aku setuju dengan itu, dan dua bulan lagi aku akan mengadakan kompetisi itu! Segera sebar undangan ke ras lain, supaya mereka mengirim perwakilan terbaik untuk mengikuti kompetisi!” ucapnya.


Tidak ada larangan ras lain mengikuti kompetisi karena memang ras Dewa selama ini dikenal sebagai ras mayoritas wanita, dan sudah banyak pria yang memiliki lebih dari lima istri.


Para petinggi yang mendengar keputusan Dewa Agung, segera saja mereka pergi, untuk melakukan apa yang diperintahkan pada mereka. Meski acara akan dilakukan dua bulan lagi menurut aturan waktu di Alam Dewa, tapi sudah biasa undangan untuk acara besar dikirim sejak jauh-jauh hari.


“Tunggu! Bagaimana dengan ras iblis, apa kita harus menulis undangan untuk mereka? Kalau iya, lalu kita akan memberikannya pada siapa? Untuk ras lain kita bisa memberikannya pada Dewa tiap-tiap ras, tapi setelah kehilangan sosok Dewa iblis, sampai sekarang kita bahkan tidak tahu siapa sosok terkuat diantara jutaan iblis di Alam Semesta!” ucap salah satu petinggi ras Dewa.


“Di Alam Dewa ini ras iblis masih menjadi buruan ras manusia, dan kita tidak tahu pasti keberadaan mereka. Namun, berbeda dengan di Alam Langit, ada sosok iblis yang telah menjadi pemilik istana Penguasa Alam Langit, dan dikatakan ia adalah sosok iblis terkuat di Alam Langit!”


“Ada yang mengatakan jika iblis itu berhasil membunuh ribuan prajurit suci ras manusia, yang dikirim untuk membunuhnya, dan ia melakukan itu saat kekuatannya masih berada di ranah Dewa Langit, dan prajurit suci yang dihadapinya memiliki kekuatan di ranah Raja Dewa.”


Petinggi ras Dewa yang sama, ia terus saja menceritakan apa yang diketahuinya tentang sosok iblis luar biasa, yang tidak lain iblis itu adalah Zhou Tian. Ia mengetahui banyak hal tentang Zhou Tian dari bola kristal yang bisa ia gunakan untuk melihat beberapa kejadian di Alam Langit, termasuk kejadian yang menimpa Zhou Tian.


“Berikan saja undangan ras iblis pada orang itu! Dengan menggunakan pesan jiwa, tidak akan sulit mengirimkan undangan itu padanya, meski aku belum tahu apa ia akan pergi ke Alam Dewa untuk menghadiri kompetisi dua bukan lagi!” ucao petinggi lainnya.


Mendengar itu, petinggi ras iblis yang sebelumnya menceritakan tentang Zhou Tian, ia hanya menganggukkan kepala, dan setelahnya ia kembali berkata, “Aku ragu ia bakalan datang, apalagi ia sudah memiliki tiga istri yang begitu mencintainya, dan ia terlihat juga sangat mencintai ketiga istrinya. Ketiga istrinya juga merupakan wanita yang sangat cantik, meski selama ini aku hanya melihat wajah mereka yang tertutup cadar!”


“Sudah berikan saja undangan ras iblis padanya! Datang atau tidaknya orang itu dalam kompetisi, kita serahkan saja keputusan itu padanya!”


Mereka akhirnya sepakat memberikan undangan untuk ras iblis pada Zhou Tian, dan untuk undangan yang lain, mereka tidak kebingungan untuk menyerahkan undangan itu pada siapa, dan dalam undangan setiap ras maksimal mengirimkan lima perwakilan.


...----------------...


Di Alam Langit.


Zhou Tian yang sedang mengawasi Zhou Lin dan Zhou Gang, yang masih memperbaiki pondasi kekuatannya, ia dikejutkan dengan seseorang yang mengirim pesan jiwa padanya, dan itu bukan berasal dari orang-orang yang ada di Alam Langit maupun yang ada di Alam Fana, melainkan pesan jiwa dikirim oleh seseorang dari Alam Dewa, dan sepertinya ia bukanlah sosok sembarangan di Alam Dewa.


“Aku hanya ingin mengirimkan surat undangan padamu, dan semoga kamu bisa menghadiri acara besar dua bulan lagi di Alam Dewa.” Bunyi pesan jiwa yang dikirim pada Zhou Tian, dan tidak lama setelah itu ia mendapati sebuah undangan muncul di hadapannya.


“Sebuah undangan kompetisi!” ucap Zhou Tian begitu membuka isi undangan di tangannya, dan ia membaca seluruh tulisan yang ada di undangan itu, tanpa melewatkan satupun kalimat yang tertulis di undangan itu.


Zhou Tian terdiam sejenak begitu ia tahu tujuan dari undangan yang sekarang berada di tangannya, dan ia baru saja selesai membacanya. Ia tidak menyangka mendapatkan undangan kompetisi, menentukan calon suami terbaik untuk satu-satunya Putri Dewa Agung, sosok paling dihormati oleh ras Dewa dan ras peri.


“Dua bulan lagi waktu yang cukup lama, dan aku rasa waktu dua bulan sangat cukup untukku mempersiapkan diri, sebelum mengikuti kompetisi! Sebenarnya aku tidak tertarik dengan kompetisi ini, tapi entah kenapa aku merasa harus memenangkan kompetisi ini, seolah aku akan menyesal jika tidak memenangkannya!” gumamnya.


Setelahnya ia menyimpan undangan yang harus ia bawa saat ingin mendaftarkan diri sebagai peserta kompetisi, dan ia berencana akan mengikutsertakan Zhou Lin dan Zhou Gang dalam kompetisi itu.


Oleh karena itu, selain meningkatkan kekuatannya sendiri, dalam dua bulan yang tersisa, ia juga ingin meningkatkan kekuatan Zhou Lin dan Zhou Gang. Ia ingin dalam dua bulan ini meraka mampu menerobos sampai tingkat Sempurna ranah Kaisar Dewa, atau kalau bisa mereka melampaui tingkat itu.


Disaat Zhou Tian merencanakan apa yang akan ia lakukan selama dua bukan ke depan sebelum mengikuti kompetisi, ketiga istrinya ditambah Zhu Ning serta Zhu Rong, mereka saat ini sedang menikmati keindahan taman bunga terbesar di pulau melayang.


Mereka benar-benar menikmati waktu bersantai, dan terlihat Zhu Meili dan Shen Yiren yang mulai akrab dengan Zhu Ning dan Zhu Rong, bahkan mereka sudah saling melemparkan candaan yang membuat suasana semakin ramai.


...----------------...


Waktu berlalu dengan cepat, dan sudah satu bulan lamanya sejak Zhou Tian menerima undangan dari ras Dewa di Alam Dewa. Menuruti perhitungan waktu di Alam Dewa yang lebih lambat, ia masih punya waktu sembilan puluh hari di Alam Langit, sebelum nantinya ia pergi ke Alam Dewa untuk mengikuti kompetisi.


Akan tetapi ia tidak ingin datang terlalu mepet, jadi ia berencana tiga puluh hari lagi pergi ke Alam Dewa, dan bersiap menghadapi segala kemungkinan yang akan menyambutnya begitu ia sampai di Alam Dewa.


Ia sangat yakin kedatangannya ke Alam Dewa akan memancing pergerakan orang-orang di Alam Dewa yang sudah menjadi musuhnya, meski saat ini dirinya masih berada di Alam Langit. Namun ia merasa sedikit beruntung setelah mendengar kabar baik tentang ras siluman.


“Aku tidak menyangka jika Dewa ras siluman memutuskan untuk tidak lagi bermusuhan dengan ras iblis, bahkan mereka memilih mengabaikan hubungan baik dengan ras manusia, dan memulai hubungan baik dengan ras iblis!” gumam Zhou Tian, yang saat ini seorang diri berada di sebuah bukit, tidak begitu jauh dari istana Penguasa Alam Langit.


Zhou Tian tahu apa yang terjadi pada ras siluman, dari pembicaraan orang-orang di empat kota yang berada disekeliling istana Penguasa Alam Langit. Orang-orang di ke-empat kota mulai menjalin hubungan baik dengan para siluman, bahkan ada beberapa siluman yang terlihat berkunjung ke kota untuk sekedar berkunjung atau berdagang.


Terlihat jelas hubungan ras iblis dan ras siluman di Alam Langit yang semakin membaik, tapi tidak dengan hubungan ras iblis dengan ras manusia. Hubungan kedua ras masih sama saja, meski kedua ras sudah sangat jarang terlibat dalam pertarungan.


“Setelah hubungan ras iblis dan ras siluman yang sudah semakin membaik, aku berharap ke depannya hubungan antara ras iblis dan ras manusia ikut membaik!” ucap Zhou Tian penuh harapan, dan ia tahu apa yang diharapkannya cepat atau lambat pasti akan terwujud.


Saat Zhou Tian ingin pergi meninggalkan tempatnya, ia mendengar suara pertarungan tidak begitu jauh dari tempatnya saat ini.


Melihat ke tempat terjadinya pertarungan, Zhou Tian melihat dua iblis muda sedang bertarung melawan binatang buas penghuni hutan di sekitaran empat Kota Langit. Ya, empat Kota di sekitar istana Penguasa Alam Langit oleh Zhou Tian diberi nama empat Kota Langit, dan tidak jauh dari Kota Langit Utara, terdapat hutan yang dihuni banyak binatang buas, dan sering dijadikan sebagai tempat berlatih iblis muda dari ke-empat Kota Langit.


Zhou Tian melihat jalannya pertarungan dua iblis muda melawan seekor binatang buas yang kekuatannya satu tingkat di atas kedua iblis muda, meski binatang buas lebih kuat, tapi dengan kerjasama kedua iblis muda, binatang buas berhasil dikalahkan, bahkan kedua iblis muda tidak mendapatkan luka.


“Kalian hebat dalam bekerjasama dan aku punya sedikit hadiah untuk kalian!” Zhou Tian datang menghampiri mereka untuk memberikan hadiah, tapi mereka justru terkejut saat melihat keberadaan sosok yang begitu terhormat, muncul di hadapan mereka.


Ingin rasanya kedua iblis muda berlutut, tapi saat mereka ingin melakukannya, Zhou Tian segera menahan mereka, membuat keduanya segera bangkit berdiri.


“Kedatanganku bukan untuk menuntut kalian memberi hormat padaku, tapi aku datang karena ingin memberi kalian hadiah!” Zhou Tian memberi mereka masing-masing sebuah cincin penyimpanan. “Aku terkesan dengan kerjasama kalian, dan aku berharap apa yang aku berikan sebagai hadiah, berguna untuk peningkatan kekuatan kalian!” ucap Zhou Tian.


Keduanya segera berterimakasih pada Zhou Tian, dan mereka mendapatkan balasan senyuman dari sosok Zhou Tian, sebelum sosok yang begitu luar biasa menghilang dari pandangan mereka.


...----------------...


Hari-hari berlalu dengan cepat, dan tanpa terasa akhirnya tiba hari dimana Zhou Tian, ketiga istrinya, Zhu Fei, ke-empat saudaranya, serta para binatang kontrak dan binatang spiritual penghuni pulau melayang, mereka semua akan segera pergi ke Alam Dewa.


Untuk menjaga seluruh iblis dari Alam Langit, Zhou Tian menempatkan lima Kesatria Langit yang merupakan perwujudan artefak, yang ia beli dari toko sistem. Dengan kekuatan di ranah Dewa Surgawi tingkat Sempurna, tidak akan mudah mengalahkan lima Kesatria Langit, yang ditugaskan Zhou Tian menjaga iblis di Alam Langit.


Sebelum pergi, ia memastikan mereka yang akan ikut dengannya memiliki kekuatan sesuai yang ia inginkan, dan kekuatan mereka benar-benar sesuai dengan keinginannya.


Dari para binatang spiritual, mereka telah berhasil meningkatkan kekuatannya sampai ranah Kaisar Dewa tingkat Sempurna, untuk para binatang kontrak, mereka telah berhasil menyamai kekuatan binatang spiritual.


Ke-empat saudara Zhou Tian juga berhasil sampai di ranah Kaisar Dewa, meski mereka baru mencapai tingkat Puncak ranah Kaisar Dewa.


Untuk ketiga istri Zhou Tian, mereka telah berhasil menerobos ranah Dewa Surgawi tingkat Awal, atau dua tingkat di bawah Zhou Tian yang telah berhasil menerobos tingkat Puncak Ranah Dewa Surgawi. Sedangkan Zhu Fei, Zhou Tian sendiri tidak tahu berada di ranah apa kekuatan Zhu Fei yang sangat misterius.


Zhou Tian dan yang lainnya telah selesai berpamitan dengan semua orang di istana Penguasa Alam Langit, dan semua orang di ke-empat Kota Langit. Sekarang mereka sudah berada di depan gerbang portal, yang akan membawa mereka semua ke Alam Dewa.


“Apa kalian sudah siap ikut denganku ke Alam Dewa?” tanya Zhou Tian ingin memastikan kesiapan semua orang untuk terakhir kalinya.


Semua orang menganggukkan kepala setelah mendengar pertanyaan Zhou Tian. Anggukan kepala mereka sangat meyakinkan, dan setelah melihat anggukan kepala mereka, Zhou Tian langsung saja membuat formasi array, yang nantinya akan melindungi mereka selama berada dalam perjalanan menuju Alam Dewa.


“Baiklah, sudah saatnya kita pergi meninggalkan Alam Langit, dan kita akan segera sampai di Alam Dewa!” ucap Zhou Tian, dan dalam diam ia mengucapkan selamat tinggal pada Alam Langit, yang tidak terlalu banyak meninggalkan kesan untuknya, berbeda dengan Alam Fana yang merupakan tempat ia dilahirkan.


Mereka semua segera masuk secara bersamaan ke dalam portal. Untuk binatang spiritual maupun para binatang kontrak, mereka bersama dengan Zhu Fei berada di dalam Dunia Jiwa milik Zhou Tian.


Begitu mereka semua masuk ke dalam portal, gerbang portal tertutup seperti sebelumnya, dan jika ingin membukanya kembali, dibutuhkan banyak kristal roh tingkat tinggi untuk dapat melakukannya.


Sementara di dalam lorong yang akan membawanya ke Alam Dewa, Zhou Tian bicara dalam hati, ‘Jika musuh datang menyambut kedatanganku dengan senjata yang ditujukan padaku, dengan senang hati aku akan menyambut baik sambutan mereka dengan menghadiahkan kematian!’


...----------------...


Bersambung.