Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Membunuh Prajurit Suci


Zhou Tian yang melihat keberadaan banyak prajurit suci ras manusia dengan kekuatan yang sangat lemah, akhirnya dia memutuskan membunuh mereka semua, seandainya mereka datang menyerangnya, disaat dirinya menunjukkan keberadaannya pada mereka.


Jika mereka tidak menyerang meski dirinya sudah menunjukkan keberadaan di hadapan mereka, dia juga tidak akan menyerang, tapi rasanya sungguh tidak mungkin bagi prajurit suci ras manusia membiarkan Iblis pergi begitu saja, begitu bertemu mereka, yang ada mereka dengan penuh semangat akan membunuh setiap iblis, yang mereka jumpai.


Namun sebelum berurusan dengan prajurit suci ras manusiayang berada di tempat lainnya, Zhou Tian terlebih dahulu akan berurusan dengan prajurit suci yang sedang bertarung dengan puluhan iblis.


Banyaknya iblis yang sudah terluka atau sudah mati, membuat Zhou Tian marah dan langsung saja dia melesat maju bagaikan kilatan cahaya, membunuh prajurit suci yang sama sekali tidak menyadari kedatangannya. Saat mereka menyadari kedatangannya, itu sudah sangat terlambat karena sudah ada puluhan prajurit suci yang sudah mati si tangan Zhou Tian.


Boom... Boom... Boom...


Zhou Tian terus saja membunuh prajurit suci yang kini berdatangan menyerangnya. Dia sama sekali tidak gentar berhadapan dengan banyaknya prajurit suci. Mereka hanya unggul dalam jumlah, tapi dalam kekuatan jelas mereka bukan lawan yang perlu diwaspadai. Meski begitu, Zhou Tian tidak menganggap remeh kekuatan mereka, dia tetap bersungguh-sungguh dan waspada berhadapan dengan mereka.


Sampai akhirnya, tidak memakan banyak waktu, akhirnya Zhou Tian berhadil membunuh ratusan prajurit suci yang menjadi lawannya. Mereka semua sudah mati, dan sekarang dia bisa melihat keadaan para iblis yang terluka.


Mereka yang terluka segera diobati, sedangkan mereka yang mati, mereka langsung dikuburkan di tempat itu juga.


Setelahnya Zhou Tian menyuruh iblia yang selamat pergi ke arah Istana Dewa Iblis, dan dia telah memastikan tidak ada bahaya di sisa perjalanan mereka menuju Istana Dewa Iblis.


......................


Setelah memastikan puluhan iblis seluruhnya bisa memasuki kawasan Istana Dewa Iblis, Zhou Tian kembali pada tujuannya, yaitu membunuh prajurit suci ras manusia, yang berkeliaran di sekitar Istana Dewa Iblis.


Jika biasanya prajurit suci ras manusia yang melakukan perburuan iblis yang mencoba pergi ke Istana Dewa Iblis, kini giliran mereka yang diburu oleh Zhou Tian.


Zhou Tian tidak sulit menemukan keberadaan prajurit suci ras manusia, dikarenakan jumlah mereka sangatlah banyak.


Bertemu dengan ratusan prajurit suci ras manusia, Zhou Tian langsung saja maju membunuh mereka. Dia membunuh ratusan prajurit suci hanya dalam hitungan detik, dan setelahnya dia kembali melanjutkan perjalanan, mencari keberadaan prajurit suci ras manusia.


“Jumlah mereka sangat banyak, dan tidak sulit mencari keberadaan mereka!” ucap Zhou Tian.


Berkali-kali Zhou Tian bertemu dengan kelompok prajurit suci ras manusia, yang berjumlah berkisar antara seratus lima puluh, sampai tiga ratusan orang. Sekalipun jumlah mereka banyak, tapi Zhou Tian tidak mengalami kesulitan saat berhadapan dengan mereka.


Meski musuh senantiasa unggul dalam jumlah, itu tidak menjamin keberadaan mereka dapat menyulitkan Zhou Tian, apalagi mengalahkannya, yang ada Zhou Tian senantiasa memenangkan pertarungan, dengan hasil akhir seluruh musuhnya mati dengan keadaan mengenaskan.


Zhou Tian terus saja bergerak mencari keberadaan kelompok prajurit suci ras manusia, sampai akhirnya dia bertemu kelompok besar prajurit suci, yang mana jumlah mereka lebih dari seribu orang, atau bahkan lebih dari dua ribu orang. “Sepertinya aku bertemu dengan salah satu kelompok besar prajurit suci, yang berkeliaran di sekitaran Istana Dewa Iblis!” gumamnya.


“Jumlah mereka memang sangat banyak, tapi kekuatan mereka sangatlah lemah!” lanjut Zhou Tian.


Zhou Tian yang sudah mengetahui kekuatan musuhnya, meski musuh unggul jauh dirinya dalam jumlah, dia tetap menunjukkan diri di hadapan mereka semua, dan tentunya mereka langsung menyerangnya, begitu tahu jika dirinya adalah seorang iblis.


Melihat ribuan prajurit suci ras manusia menyerangnya di waktu bersamaan, Zhou Tian tetap tenang, lalu hanya dengan melambaikan tangannya, dalam waktu yang sangat singkat dia berhasil membunuh ratusan prajurit suci. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, membuat seluruh prajurit suci yang melihat kejadian itu, mereka sekarang mulai berhati-hati dengan sosok iblis, sekalipun iblis itu hanya muncul seorang diri.


Zhou Tian yang menyadari jika musuhnya lebih berhati-hati dari sebelumnya, dia tidak peduli akan hal itu, dan terus saja dia menyerang mereka yang jelas-jelas adalah musuhnya. Bukan hanya musuhnya, tapi musuh seluruh iblis di Alam Semesta.


Bertarung dengan tangan kosong, membuat Zhou Tian cukup cepat mengurangi jumlah musuhnya. Tidak terbayang jika menggunakan senjata, mungkin saja seluruh musuhnya akan langsung mati dalam sekali serang.


Mengayunkan tinju dan kakinya, Zhou Tian begitu cepat membunuh prajurit suci ras manusia yang menjadi lawannya. Melihat ada prajurit suci yang ingin pergi melarikan diri, tentu dia tidak membiarkan itu terjadi. Dengan kecepatannya, dia memburu mereka yang mencoba pergi melarikan diri, dan langsung saja dia membunuhnya.


Prajurit suci yang melihat semua itu, mereka semakin ketakutan pada Zhou Tian, dan mereka tidak yakin ada sosok prajurit suci yang dapat mengalahkan Zhou Tian, sekalipun saat ini ada satu juta prajurit suci yang menjadi lawannya.


“Jangan mencoba pergi melarikan diri karena kalian semua bakalan mati di tempat ini!” Kembali Zhou Tian berteriak, dan setelahnya dia semakin cepat membunuh prajurit suci yang menjadi lawannya.


Jika sebelumnya belasan prajurit suci mati tiap kali dia mengayunkan tinju ataupun tendangan, kini terlihat puluhan prajurit suci mati saat Zhou Tian mengayunkan tinju ataupun mengayunkan tendangannya.


Zhou Tian tidak menggunakan senjata apapun, dia murni menggunakan tangan kosong. Jauh berbeda dengan lawannya yang menggunakan berbagai jenis senjata, tapi seketika itu juga senjata mereka menjadi tumpul saat berada di hadapan Zhou Tian.


Boom... Boom... Boom... Boom...


Hanya dalam satu tarikan napas ratusan prajurit suci mati di tangan dan kakinya, lalu saat dia melihat ke kejauhan, Zhou Tian dapat melihat ribuan prajurit suci bergerak ke tempatnya saat ini.


‘Parq prajurit suci datang hanya untuk menyerahkan nyawa berharga mereka padaku,’ Zhou Tian membatin, sambil terus membunuh prajurit suci yang berada di sekitarnya.


......................


Di tempat prajurit suci yang saat ini sedang bergerak cepat menuju tempat pertarungan, yang mana pertarungan itu sampai saat ini masih berlangsung.


“Aku tidak menyangka jika ada iblis yang begitu kuat, bahkan dia mampu berhadapan dengan ribuan prajurit suci, dan dari kabar terakhir yang aku dengar, seluruh prajurit suci yang menjadi lawannya, hampir semuanya sudah dalam keadaan tidak bernyawa!” ucap salah satu prajurit suci yang bergerak ke lokasi terjadinya pertarungan.


“Apa kalian semua yakin jika iblis itu hanya seorang diri?” tanya prajurit suci lainnya, yang belum sepenuhnya percaya jika ada seorang iblis yang mampu mengalahkan lebih dari seribu anggota prajurit suci.


“Laporan yang aku terima memang mengatakan jika iblis itu hanya seorang diri, dan dia sangatlah kuat. Dia bahkan tidak sedikitpun mengalami kesulitan saat berhadapan lebih dari seribu prajurit suci, dan dia tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membunuh lebih dari seribu prajurit suci yang menjadi lawannya!”


“Sekalipun dia kuat dan mampu mengalahkan lebih dari seribu prajurit suci, tapi dia tidak mungkin dapat mengalahkan kita, yang mana jumlah kita lebih dari sepuluh ribu orang! Berhadapan dengan kita, yang ada dia hanya akan musnah tidak bersisa.


Setelahnya mereka kembali fokus pada pergerakan menuju lokasi pertarungan. Meski jarak mereka dari tempat itu masih lumayan jauh, mereka sudah bisa mendengar suara keributan di tempat itu.


......................


Zhou Tian yang terkepung puluhan musuh dari berbagai sisi, dia masih saja bersikap tenang, sambil mengamati gerakan musuh. Saat empat musuh datang diwaktu bersamaan, Zhou Tian bukannya menghindari serangan mereka, tapi dia justru melakukan serangan balik sambil menghindari serangan mereka.


Tidak menghindari serangan musuh, Zhou Tian memilih mengadu kekuatannya dengan musuh, dan tentu saja hasilnya kemenangan untuknya. Musuh yang jauh lebih lemah, mereka langsung saja mati saat beradu kekuatan dengannya.


“Kalian benar-benar lemah, dan hanya menggunakan jumlah untuk menutupi kelemahan milik kalian,” ucap Zhou Tian dan segera saja dia membunuh sisa-sisa prajurit suci yang berada di dekatnya, sebelum datang kelompok prajurit suci lainnya dalam jumlah besar.


......................


Bersambung.