
“Apa ini sudah semuanya?” tanya Zhou Tian pada Zhou Lin, saat mereka baru saja membebaskan ribuan budak dari pasar budak yang kesekian kalinya.
Dalam tiga hari ini belasan pasar budak di Benua Barat berhasil mereka ratakan dengan tanah, dan puluhan ribu iblis berhasil mereka bebaskan.
Mereka para iblis yang telah berhasil di bebaskan, untuk sementara waktu mereka akan tinggal di Dunia Jiwa sebelum nantinya ditempatkan di Desa Iblis maupun Kota Iblis, yang berada di Benua Barat.
“Semua sudah dibebaskan, tak lagi ada yang tersisa di dalam sana selain para penjaga dan pemilik pasar budak,” ucap Zhou Lin menjawab pertanyaan Zhou Tian.
Mendengarnya, Zhou Tian hanya mengangguk dan dengan bola api seukuran kepalan tangan orang dewasa dia memusnahkan pasar budak beserta sisa orang di dalamnya.
Tak ada ledakan, yang ada hanya amukan kobaran api membakar seluruh bagian pasar budak, dan merubahnya menjadi abu.
Letak pasar budak yang sedikit jauh dari kota ataupun desa, membuat orang-orang tak tahu apa yang sedang terjadi, dan lagi semua terjadi di tengah malam saat kebanyakan orang sedang terlelap dalam tidurnya.
Melihat kobaran api membumbung tinggi, Zhou Tian dan Zhou Lin pergi meninggalkan tempat itu. Mereka berdua buru-buru pergi ke Ibukota Kerajaan Bambu Emas karena besok adalah waktu mereka menghadiri undangan Raja Kerajaan Bambu Emas.
Untuk Zhu Ying dan tiga orang lainnya, mereka sudah lebih dulu pergi ke Ibukota Kerajaan Bambu Emas, untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi yang berhubungan dengan acara esok hari.
Terus bergerak di bawah sinar rembulan malam, Zhou Tian dan Zhou Lin tak mengalami kesulitan melihat jalan yang mereka lewati.
Menjalang pagi mereka akhirnya sampai di Ibukota Kerajaan Bambu Emas, dan karena malas melewati gerbang utama Ibukota, keduanya memilih menyusup memasuku Ibukota dan tanpa kesulitan mereka menemukan Zhu Ying serta yang lain.
Mereka berempat sejak sore tadi telah sampai di Ibukota Kerajaan, dan begitu sampai mereka berempat segera mengumpulkan semua informasi yang dapat mereka kumpulkan.
Bagaimanapun juga keberadaan informasi sangatlah penting bagi mereka, oleh karena itu semua jenis informasi mereka tampung, termasuk informasi penting tentang tujuan undangan Raja Kerajaan Bambu Emas.
Melihat sosok Zhou Tian dan Zhou Lin telah berhasil menemukan keberadaan mereka, Zhu Ying mewakili tiga orang lainnya menyampaikan semua informasi penting yang mereka dapat, sejak kedatangan mereka di Ibukota Kerajaan Bambu Emas.
Di salah satu kamar penginapan Ibukota yang cukup dekat dengan ista Kerajaan Bambu Emas, Zhu Ying menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan pada Zhou Tian dan Zhou Lin, “Tujuan Raja Kerajaan Bambu Emas mengumpulkan seluruh kekuatan Alam Fana di Kerajaan nya adalah kita. Dia ingin memusnahkan kita dengan bantuan Raja Kerajaan Lain, dan setelahnya dia akan kembali membuat ras iblis tunduk di bawah kekuasaan ras manusia dan ras siluman!”
Zhou Tian dan Zhou Lin yang mendengarnya, keduanya mengangguk bersamaan, dan tak terlihat adanya raut keterkejutan di wajah mereka.
“Aku cukup penasaran, siapa saja yang ingin bekerjasama dengan Raja Kerajaan ini!” ucap Zhou Tian sambil tersenyum sinis.
“Adik, kalau aku justru penasaran dengan apa yang nantinya kamu lakukan pada mereka. Kalau aku sendiri, aku akan membunuh semua yang datang menyerangku!” ujar Zhou Lin.
“Raja Kerajaan ini sepertinya belum tahu sebesar apa kekuatan yang kita miliki, sampai dia berpikir kekuatannya yang ditambah kekuatan Raja Kerajaan lain, semua itu dianggapnya cukup untuk mengalahkan kita!” Zhu Ying menghela napas begitu sadar akan kebodohan Raja Kerajaan Bambu Emas.
“Jangan lupa keberadaan para Patriak Sekte, mereka sedikit banyak dapat menambah kekuatan mereka!” ungkap Zhou Gang.
Informasi yang mereka dapat cukup lengkap, jadi tak sulit bagi mereka tahu siapa yang diundang Raja Kerajaan Bambu Emas.
“Keberadaan mereka memang bisa meningkatkan kekuatan yang nantinya bakalan menjadi musuh kita, tapi keberadaan mereka tak akan berpengaruh pada rencana yang disiapkan Raja Kerajaan Bambu Emas!” Zhou Tian berbicara dengan santainya.
Zhu Ying dan yang lainnya menganggukkan kepala setuju. Apalagi dengan Zhou Lin, Zhou Gang, Zhu Ning, serta Zhu Rong yang kekuatannya telah meningkat ke ranah Immortal tingkat Awal dan tingkat Menengah. Sekalipun dihadapkan pada ratusan kultivator ranah Saint tingkat Sempurna, mereka tak akan gentar menghadapi musuh sebanyak itu.
Setelah semua orang tahu apa yang menjadi tujuan Raja Kerajaan Bambu Emas, di sedikit waktu yang tersisa sebelum mereka mendatangi istana Kerajaan, Zhou Tian dan yang lainnya memutuskan sejenak beristirahat.
“Istirahat sejenak sebelum melakukan pertunjukkan. Tubuh ini akan terasa jauh lebih baik saat pertunjukan di mulai.” Zhou Tian bergumam, dan tak lama kedua matanya terpejam.
...----------------...
Pagi hari di ibukota Kerajaan Bambu Emas.
Zhou Tian dan rombongan kecilnya telah sampai di depan gerbang istana Kerajaan Bambu Emas.
Berbeda dengan tamu undangan lainnya yang datang dengan kereta kuda mewah dan ratusan pengawal, jangankan pengawal, mereka datang hanya dengan berjalan kaki.
Jarak yang begitu dekat antara istana dan penginapan mereka, membuat mereka tak perlu memanfaatkan kereta jemputan istana.
Lagipula mereka juga tidak melaporkan kedatangannya pada prajurit yang berjaga di gerbang Ibukota.
Bagaimana bisa melapor sedangkan mereka masuk Ibukota dengan cara menyusup, sehingga pihak Kerajaan sama sekali tidak mengetahui kedatangan mereka.
Bahkan, Raja Tang Gong sempat berpikir kalau mereka semua tak menghadiri undangan dan menggagalkan seluruh rencananya.
Tiba di depan istana Kerajaan Bambu Emas yang dijaga ketat ratusan prajurit, Zhou Tian, Zhou Lin, serta Zhou Gang, mereka bergantian menyerahkan undangan sebagai syarat bisa memasuki istana Kerajaan.
Setelah melakukan pemeriksaan dan bisa dipastikan undangan itu asli, prajurit yang melakukan pemeriksaan segera mempersilahkan Zhou Tian dan yang lainnya memasuki istana Kerajaan.
‘Dia terlalu terburu-buru melaporkan kedatanganku dan yang lainnya!’ ucap Zhou Tian dalam hati sambil tersenyum kecil.
Melangkah menuju aula istana Kerajaan Bambu Emas tempat berkumpulnya tamu undangan, beberapa sosok dalam bayang-bayang terus mengawasi pergerakan Zhou Tian dan yang lainnya.
Mereka terus mengawasi pergerakan Zhou Tian dan yang lainnya, dan sangat yakin jika keberadaan mereka sangatlah tersembunyi dari orang-orang yang sedang mereka awasi.
Namun, nyatanya sejak awal keberadaan mereka telah diketahui oleh Zhou Tian dan yang lainnya, tapi mereka memilih pura-pura tidak mengetahui, jika ada yang terus mengawasi pergerakan mereka.
Terus berjalan mengabaikan beberapa sosok yang bersembunyi di balik bayang-bayang, akhirnya mereka sampai di aula istana, dan sepertinya mereka berenam menjadi tamu undangan terakhir yang datang.
Mengabaikan sorot mata tajam orang-orang yang menatap keberadaan mereka, Zhou Tian dengan tenang membawa yang lainnya duduk di tempat yang masih kosong.
Tenang duduk di tempat mereka mengabaikan orang-orang yang masih sering curi-curi pandang, Zhou Tian menyadari keberadaan belasah prajurit bayangan yang terus menatap tajam ke arah kelompoknya.
Tak lama setelah Zhou Tian dan kelompok kecilnya duduk, sosok Raja Tang Gong memasuki aula istana dengan didampingi Jenderal Besar Kerajaannya, sekaligus orang paling dia percaya di Kerajaan Bambu Emas.
Setelah menerima sapaan para Raja dan membalas sapaan mereka, Raja Tang Gong segera duduk di atas singgasana megah miliknya lalu dia mulai membuka suara, “Sekali lagi aku ucapkan selamat datang di Kerajaanku ini, dan silahkan nikmati apa yang telah aku persiapkan sebelum kita mulai ke acara utama!”
Raja Tang Gong hanya sedikit bicara, tapi saat bicara dia terus mengarahkan pandangannya pada sosok wanita bercadar tebal yang duduk merapat di sebelah Zhou Tian.
Dia bahkan tak mengalihkan pandangannya begitu selesai bicara dan kembali duduk di singgasananya.
‘Setelah pria di sebelahnya mati, malam ini dan seterusnya wanita itu akan menjadi milikku, dan aku akan menikmatinya sampai puas!’
Saat ini Tang Gong hanya bicara dalam hati, tapi begitu semua orang selesai menikmati makanan dan minuman yang disajikan, dia baru akan terang-terangan menunjukkan apa yang menjadi keinginannya.
...----------------...
Setelah semua orang menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan pihak istana Kerajaan Bambu Emas, terlihat setengah dari seluruh orang di aula istana terus mengarahkan pandangannya ke arah Zhou Tian dan kelompok kecilnya, yang terlihat jelas tak menyentuh makanan ataupun minuman yang dihidangkan pada mereka.
Raja Tang Gong yang melihat itu, dia yakin jika orang-orang yang ingin dia celakai tahu kalau ada racun di dalam makanan serta minuman mereka. Terbukti dari makanan dan minuman mereka yang masih terlihat utuh.
Plok... Plok... Plok... Plok...
Terdengar suara tepuk tangan yang berasal dari Raja Tang Gong, yang saat ini telah bangkit berdiri dari kursi singgasananya yang sangat nyaman.
Zhou Tian dan yang lainnya, mereka nampak acuh dan tak peduli dengan kelakuan Raja Tang Gong yang menatap keberadaan mereka tanpa berkedip.
Merasa diabaikan, Raja Tang Gong tidak langsung marah, dia justru menyeringai sambil menjilati bibir saat mengamati tiap lekukan indah di tubuh wanita bercadar yang tak lain adalah Zhu Ying.
“Apa kalian pikir iblis rendahan seperti kalian pantas berada dalam satu ruangan bersama kami para Raja dan para Patriak yang agung?” Raja Tang Gong bertanya sekaligus menghina keberadaan Zhou Tian dan yang lainnya.
Tak ada raut kemarahan di wajah Zhou Tian dan yang lainnya setelah mendengar hinaan yang ditujukan pada mereka, bahkan dengan tenang Zhou Tian berbicara, “Kami datang hanya untuk memenuhi undangan orang yang mengundang kami. Jika ada yang menganggap kami tidak layak satu ruangan dengan kalian, salahkan saja orang yang mengundang kami!”
Menyalahkan orang yang mengundang mereka? Jelas itu tidak mungkin dilakukan karena sosok yang mengundang mereka adalah Raja Tang Gong.
“Tak akan ada yang berani menyalahkanku karena mengundang kalian karena tujuanku mengundang kalian adalah untuk dihina, disiksa, baru setelah itu kalian akan kami bunuh!” ucap Raja Tang Gong bersuara lantang.
Mendengarnya Zhou Tian bukannya takut, dia justru terkekeh pelan, sedangkan Zhu Ying dan empat orang lainnya tersenyum sinis sambil menatap sosok Raja Tang Gong, sosok Raja yang mereka anggap sangat bodoh.
“Silahkan menghina kami sepuas kalian karena hinaan kalian sama sekali tak berpengaruh pada kami! Namun untuk tujuan yang mana kalian ingin menyiksa kami, apa kalian yakin bisa melakukannya?” Zhou Lin bertanya begitu tenang pada semua orang yang menjalin kerjasama dengan Raja Tang Gong.
Untuk para Raja dari Benua Timur maupun Benua Selatan, tak ada dari mereka yang menjalin kerjasama dengan Raja Tang Gong, tapi mereka juga tidak berada di sisi Zhou Tian dan yang lainnya.
Bukannya mereka tak ingin berada di sisi Zhou Tian dan yang lainnya, tapi mereka semua mendengar pesan telepati Zhou Lin Dan Zhou Gang yang meminta mereka diam, tak perlu ikut campur dengan apapun yang terjadi.
Mereka yang mengerti keinginan kedua Raja Iblis, mereka dengan patuh menurutinya dan jadilah sekarang mereka terlihat selayaknya penonton yang sedang menikmati jalannya pertunjukan.
“Kenapa juga kamu tidak yakin mampu menyiksa kalian? Kami jelas mampu melakukannya, dan pasti melakukannya!” ucap Raja Tang Gong masih dengan keyakinan dirinyalah yang saat ini memegang kendali atas lawannya.
Padahal, nyatanya dia hanya terus berbicara tanpa sadar kalau dirinya telah masuk terlalu dalam ke sarang pemburu, yang terus memantau pergerakannya.
...----------------...
Bersambung.