
Beberapa hari berlalu, dan keadaan di Istana Dewa Iblis semakin kondusif.
Tidak ada lagi iblis yang membuat kekacauan. Semua hidup dengan damai, dan mereka yang memutuskan tinggal di Istana Dewa Iblis, mereka telah bersumpah setia pada Zhou Tian, sebagai sosok pemilik Istana Dewa Iblis.
“Akhirnya kita bisa menikmati kedamaian di tempat ini!” ucap Zhou Tian yang mulai nyaman tinggal di Istana Dewa Iblis.
Kurang lebih seribu iblis pria saat ini sedang dilatih Zhou Lin dan Zhou Gang untuk menjadi prajurit Istana Dewa Iblis. Sementara itu, lebih dari dua ribu Iblis wanita, mereka sedang dilatih Zhu Ning dan Zhu Rong untuk nantinya mereka akan menjadi pelayan di Istana Dewa Iblis. Sedangkan untuk anak-anak, mereka akan mengikuti pelatihan dasar untuk menjadi kultivator, yang nantinya akan dilakukan oleh Zhou Yonggan dan Zhou Huang yang merupakan binatang kontrak Zhou Tian.
“Gege, pagi ini saat kami keluar dari kawasan istana ini, kami tidak lagi melihat keberadaan prajurit suci, apa Gege tahu kemana perginya mereka?” tanya Zhu Ying.
Mendengar pertanyaan Zhu Ying, Zhou Tian sejenak tersenyum, dan tidak lama kemudian dia menjawab, “Mereka tidak pergi kemana-mana, tetapi aku telah memusnahkan keberadaan mereka dan membakar mayat mereka, termasuk sosok Shang Bing yang merupakan wakil dari kedua Dewa ras manusia!” Dia tidak menutupi apa yang terjadi beberapa waktu, yang lalu.
“Jadi, di sekeliling istana ini tidak lagi ada keberadaan prajurit suci, yang bisa membahayakan keberadaan iblis yang berusaha pergi ke istana ini?” kali ini yang bertanya adalah Shen Yiren.
Zhou Tian pelang menganggukkan kepalanya, lalu dia berkata, “Untuk sementara waktu kita tidak akan melihat keberadaan prajurit suci, tapi aku merasa jika tidak lama lagi akan datang prajurit suci baru, yang ditugaskan untuk berjaga di sekitaran istana ini!”
“Mereka memang begitu serakah! Saat mereka tidak bisa memasuki istana ini, mereka justru menghalangi iblis yang ingin menempati istana ini!” ucap Zhu Meili.
“Manusia memang serakah, bahkan mereka mulai memperluas wilayah dengan mengambil beberapa wilayah ras Dewa,” ucap Song Qian.
Wilayah ras Dewa yang langsung berbatasan dengan wilayah ras manusia, banyak wilayah ras Dewa yang direbut oleh ras manusi, membuat wilayah ras Dewa semakin menyusut. Namun, dikarenakan wilayah yang direbut bukan wilayah penting, ras Dewa masih membiarkan apa yang dilakukan oleh ras manusia.
“Merebut wilayah ras lain, itu membuktikan jika mereka benar-benar ras yang serakah!” ucap Zhu Ying, lalu dia mengarahkan pandangan pada Shen Yiren.
“Tentunya kecuali saudari Yiren!” lanjutnya, dan semua orang seketika menunjukkan senyuman di wajah mereka, begitu mendengar apa yang diucapkan Zhu Ying.
“Qian‘er, apa kamu tahu sekuat apa kekuatan yang dimiliki oleh kedua Dewa ras manusia, sebelum mereka melakukan kultivasi tertutup?” tanya Zhou Tian.
“Dari apa yang pernah aku dengar, keduanya memiliki kekuatan di ranah Dewa Agung tingkat Sempurna, sebelum mereka melakukan kultivasi tertutup,” jawab Song Qian.
Mendengar itu, Zhou Tian yakin jika kedua Dewa ras manusia baru akan mengakhiri kultivasi tertutupnya begitu berhasil menerobos ranah Dewa Semesta, sedangkan untuk puncak kekuatan kultivasi yang Zhou Tian ketahui adalah ranah Penguasa Semesta, dan selama ini belum ada kultivator yang bisa menembus ranah itu.
Jika kedua Dewa ras manusia berhasil menerobos ranah Dewa Semesta, Zhou Tian jelas akan kesulitan menghadapi keduanya, dikarenakan meski dia menggunakan seluruh kekuatan Dewa Iblis yang dimilikinya, paling banyak dia hanya bisa memiliki kekuatan setara ranah Dewa Semesta tingkat Awal.
Menghadapi dua sosok yang memiliki kekuatan setara dengan dirinya, jelas mustahil Zhou Tian dapat mengalahkan mereka, tanpa adanya bantuan dari Dewa ras lain. Dia sangat berharap Dewa ras siluman dan Dewa Agung ras Dewa bersedia membantunya mengalahkan kedua Dewa ras manusia.
“Mereka sangat kuat, lebih kuat dari wakil mereka yang berhasil aku kalahkan,” ucap Zhou Tian.
Ketiga istrinya dan Song Qian yang mendengar semua itu, bersamaan mereka menganggukkan kepala pelan.
“Secepatnya aku harus berhasil meningkatkan kekuatan, sebelum berhadapan dengan kedua Dewa ras manusia! Dengan kekuatanku saat ini aku hanya bisa mengalahkan salah satu dari mereka, jika keduanya datang menyerang di waktu bersamaan, jelas aku bakalan mati konyol di tangan mereka!” kata Zhou Tian, yang tentu saja dapat didengar jelas oleh ketiga istrinya dan juga Song Qian.
Sumberdaya yang bis dia beli dari toko sistem tidak bisa memberi banyak bantuan untuk meningkatkan kekuatannya, apalagi jika dia hanya melakukan kultivasi selayaknya yang dilakukan oleh kultivator pada umumnya.
“Gege tidak perlu bingung mencari tempat yang bisa memberi Gege banyak poin pengalaman! Tidak jauh dari tempat ini terdapat jurang binatang buas yang sengaja disegel karena kekuatan binatang buas di tempat itu sangat kuat, bahkan binatang buas terkuat yang ada di tempat itu memiliki kekuatan setara kultivator ranah Dewa Semesta tingkat Awal.”
Bukan suara sistem yang didengar Zhou Tian, melainkan dia mendengar suara Zhu Fei, dan dia tidak tahu kapan Zhu Fei kembali ke dalam jiwanya.
“Mèimei, apa kamu bisa mengantarkan aku ke tempat itu?” tanya Zhou Tian, dan dia berharap Zhu Fei bersedia mengantarnya ke tempat itu.
Zhu Fei dengan senang hati bersedia mengantarkan Zhou Tian ke tempat itu, dan Zhu Fei berharap Zhou Tian membawa ketiga istrinya dan juga Song Qian pergi ke tempat itu. Bagaimanapun juga mereka juga harus meningkatkan kekuatan, untuk berhadapan dengan tokoh kuat ras manusia.
Zhou Tian sama sekali tidak keberatan membawa ketiga istrinya dan juga Song Qian, dan besok mereka akan pergi ke tempat yang dimaksud oleh Zhu Fei.
......................
Sementara itu di Istana Dewa ras manusia, kabar baik dan kabar buruk datang di waktu bersamaan.
Kabar buruk tentunya kabar yang berhubungan dengan kematian wakil kedua Dewa ras manusia.
Sedangkan kabar baiknya, kedua Dewa ras manusia telah menyelesaikan pelatihan tertutup yang mereka lakukan.
Kedua Dewa yang baru saja mengumpulkan semua orang di aula Istana, keduanya mengerutkan kening saat tidak melihat keberadaan sosok, yang selama ini menjadi wakil mereka, dan juga mereka tidak melihat keberadaan kedua putra Dewa.
Bertanya pada salah satu tokoh penting ras manusia, kedua Dewa menggerakkan gigi marah setelah mendengar kabar jika wakil mereka baru saja mati setelah pergi ke wilayah di sekitaran Istana Dewa Iblis. Kemarahan mereka semakin memuncak begitu mendengar kematian salah satu putra Dewa, sedangkan satu putra Dewa mengalami luka parah dan saat ini masih dalam perawatan.
Kematian Wakil kedua Dewa ras manusia diyakini dilakukan oleh iblis yang sangat kuat, sama halnya dengan kematian salah satu putra Dewa, yang mana dia mati di tangan tangan iblis muda, dengan kekuatan setara dengan tubuh bayangan wakil kedua Dewa ras manusia
Kedua Dewa ras manusia semakin murka pada keberadaan iblis yang telah berani membunuh orang-orang, yang mereka anggap penting. Keduanya bersumpah akan membunuh seluruh iblis, dan membalaskan dendam mereka yang mati di tangan para iblis.
Mereka begitu mendendam, tapi mereka tidak sadar jika perbuatan ras manusia selama ini telah membuat seluruh iblis menaruh dendam pada keberadaan ras manusia.
Mereka ingin membalas dendam, tapi di sisi lain para iblis juga ingin membalas dendam. Saling membalas dendam, itulah yang akan terjadi di masa depan.
Pada akhirnya mereka yang kuat yang akan berhasil membalaskan dendam, dan sampai saat ini keunggulan kekuatan jelas dimiliki oleh ras manusia. Akan tetapi, tanpa bantuan ras lainnya, seperti ras siluman, akan sulit bagi ras manusia menemukan keberadaan ras iblis, dan memusnahkan keberadaan mereka.
Alam Dewa sangatlah luas, dan dengan seluruh kekuatan yang dimiliki ras manusia, itu belum cukup untuk mencari keberadaan seluruh ras iblis yang tersebar di banyak tempat, yang ada di Alam Dewa.
Dan lagi, sangat mustahil bagi ras manusia memusnahkan iblis yang berada di dalam kawasan Istana Dewa Iblis. Dengan adanya formasi yang mengelilingi Istana Dewa Iblis, sangat tidak mungkin rasanya ras manusia menyentuh keberadaan para iblis yang berada di tempat itu.
......................
Bersambung.