
Setelah kembali ke kediamannya bersama Zhu Ying yang terus saja memeluk lengan tangannya, keduanya pergi membersihkan diri bersama, tentunya dengan melakukan sedikit permainan yang membuat Zhu Ying sangat puas dengan permainan suaminya.
Mereka tidak terlalu lama melakukannya, meski begitu Zhu Ying merasakan dua kali puncak kenikmatan, sedangkan Zhou Tian, ia mendapatkan sekali puncak kenikmatan, dan menumpahkan semua ke dalam milik Zhu Ying.
Sama-sama sudah merasakan kenikmatan, keduanya segera menyelesaikan kegiatan di kolam pemandian, lalu memakai pakaian baru dan setelahnya mereka memutuskan melihat keadaan di sekitar pulau melayang.
“Gege, aku merasa wilayah tengah Alam Langit jauh lebih baik dari tempat sebelumnya! Selain energi spiritual di tempat ini lebih melimpah, alam di tempat ini juga lebih indah, dan yang paling penting tidak ada lagi sekumpulan orang bodoh yang terus saja mengganggu perjalanan kita.” Zhu Ying cukup mengagumi keadaan wilayah tengah Alam Langit.
Zhou Tian yang mendengar semua itu, ia setuju dengan Zhu Ying, lalu ia berkata, “Alam di tempat ini memang indah, dan energi spiritual juga melimpah di tempat ini. Namun, tempat yang indah ini telah menjadi tempat pembantaian ras iblis selama beberapa tahun terakhir, dan sudah tidak terhitung lagi seberapa banyak iblis yang dibunuh di tempat ini!” ujarnya dengan raut wajah terlihat sedih.
Mendengar itu raut wajah Zhu Ying ikut bersedih bahkan terlihat air mata mengalir membasahi wajahnya. “Gege, secepatnya kita harus mengumpulkan iblis yang tersisa, dan kita akan mulai membangkitkan kekuatan iblis!”
“Kita baru memulainya, dan kita pasti bisa membangkitkan kekuatan iblis di Alam Langit!” ujar Zhou Tian dan ia menggenggam erat tangan Zhu Ying.
Setelah terjadi pembicaraan singkat diantara mereka, keduanya saat ini diam dengan posisi Zhu Ying berada dalam dekapan Zhou Tian.
“Ada yang datang!” ucap Zhou Tian dengan pandangan lurus ke arah depan.
Zhu Ying yang hanya diam, ia ikut mengarahkan pandangan ke arah yang sama dengan Zhou Tian. “Mereka berdua, dan semakin mendekat!” ucapnya.
Keduanya bersiap menghadapi mereka yang bergerak mendekat, dan akan melakukan apapun untuk melindungi semua penghuni pulau melayang.
Namun, saat mereka siap menghadapi dua orang yang bergerak semakin dekat, dua orang itu tidak menjadikan pulau melayang sebagai tujuan, tapi mereka hanya lewat dan terus melanjutkan perjalanan.
[Tuan, orang-orang di wilayah tengah Alam Langit sudah terbiasa dengan keberadaan pulau melayang, dan mereka tidak akan pernah berani menyerang pulau melayang yang telah dimiliki seseorang, kecuali mereka ingin menjadi musuh para penguasa di Alam Langit]
Sistem mulai memberitahu Zhou Tian tentang peraturan yang berlaku di wilayah tengah Alam Langit, dan sistem mengingatkan pada Zhou Tian untuk berhati-hati karena ada kemungkinan ada salah satu penguasa di Alam Langit yang menginginkan pulau melayang miliknya.
[Sebenarnya seluruh penguasa di Alam Langit, mereka semua sudah memiliki pulau melayang masing-masing, tapi tidak jarang mereka merebut pulau melayang orang lain yang terlihat lebih baik dibandingkan milik mereka]
Zhou Tian mengangguk kecil sebagai tanda ia mengerti dengan semua yang dikatakan sistem padanya. “Sebaiknya aku segera melakukan terobosan sebelum ada penguasa yang datang dan mencoba merebut pulau melayang milikku!” gumamnya.
“Sistem, apa kamu sudah menemukan tempat terbaik untuk aku melakukan terobosan?” tanyanya pada sistem, dan ia benar-benar sudah tidak sabar melakukan terobosan.
Dengan berhasil menerobos ranah Dewa Langit, setidaknya ia sudah mensejajarkan diri dengan kekuatan para penguasa di Alam Langit, jadi ia tidak perlu takut-takut jika berhadapan dengan salah satu dari mereka.
[Ada sebuah tempat tidak jauh begitu jauh dari posisi pulau melayang saat ini, dan aku rasa tempat itu bisa Tuan gunakan untuk melakukan terobosan ke ranah Dewa Langit]
Setelah tahu lokasi tempat yang dimaksud sistem, Zhou Tian langsung saja mengarahkan pulau melayang miliknya pergi ke tempat itu yang memang tidak terlalu jauh dari posisinya saat ini. Dengan kecepatan gerak pulau melayang, dalam setengah hari ia bisa sampai di tempat itu.
Di saat Zhou Tian pergi ke tempat yang bisa ia gunakan untuk melakukan terobosan, di masing-masing istana milik kelima penguasa, mereka baru saja mendapatkan laporan tentang keberadaan pulau melayang yang baru saja memasuki wilayah tengah Alam Langit.
Ye Wuming menjadi yang paling tertarik dengan kabar keberadaan pulau melayang, yang baru saja memasuki wilayah tengah Alam Langit.
Dia langsung saja mengirim belasan orang untuk mencari keberadaan pasti pulau melayang itu, sebelum nantinya ia datang ke tempat itu bersama pulau melayang yang saat ini dimilikinya.
Sementara itu, Yu Xuan, Zhang Jiangsu, dan Guan Juzi. Mereka lebih tertarik untuk menjadikan pemilik pulau melayang yang baru saja memasuki wilayah tengah Alam Langit sebagai bawahan mereka, tanpa melakukan pertukaran kepemilikan pulau melayang.
Sedangkan Shen Yiren yang selalu memiliki pemikiran berbeda dengan mereka, ia justru ingin menjalin hubungan pertemanan dengan pemilik pulau itu.
Ia juga mengirimkan orang-orang nya untuk mencari keberadaan pulau itu, dan setelahnya ia akan mengunjungi pulau itu untuk menawarkan persahabatan dengan siapapun pemilik pulau itu.
“Aku tidak perlu memastikan apa yang diinginkan empat orang itu. Mereka pasti berpikiran untuk menjadikan pemilik pulau itu sebagai bawahan mereka, dan yang terburuk adalah Ye Wuming. Ia pasti ingin membandingkan pulau itu dengan pulau miliknya, dan jika pulau itu lebih bagus pasti ia berencana menukarnya!”
Apa yang dikatakannya tidak ada yang salah. Itu semua bisa terjadi karena ia sudah terlalu hafal sifat keempat orang itu karena sudah terlalu sering mereka melakukan hal yang sama, tiap kali ada pulau melayang baru, yang memasuki wilayah tengah Alam Langit.
Setelah mengirim belasan orang untuk mencari lokasi pasti pulau melayang yang baru saja memasuki wilayah tengah Alam Langit, Shen Yiren memutuskan pergi melihat ribuan iblis yang ia tempatkan di pulau melayang miliknya.
...----------------...
Pulau melayang Zhou Tian akhirnya sampai di tempat yang menjadi tujuannya, di atas pulau melayang miliknya, Zhou Tian bisa melihat kawasan gurun pasir luas, yang mana di bawah sana sama sekali tidak ada kehidupan di atas permukaan pasir, tapi berbeda dengan di bawah permukaan pasir, yang dipenuhi keberadaan makhluk berbahaya.
Sebelum turun dan menapakkan kaki di atas pasir, Zhou Tian mengatakan pada Zhu Ying kalau ia butuh tempat tanpa kehidupan untuk melakukan terobosan ke ranah Dewa Langit, dan tempat di bawah dana adalah lokasi yang tepat untuknya melakukan terobosan, meski di bawah permukaan pasir yang tenang menyimpan banyak bahaya yang bisa membuatnya celaka.
Setelah mengatakan semua pada Zhu Ying dan membuat pulau melayang berada di jarak aman dari tempat yang ia pilih untuk melakukan terobosan, Zhou Tian langsung saja melompat turun dari atas pulau melayang, dan hanya dalam waktu yang begitu singkat ia sudah mendaratkan kaki di atas panasnya pasir gurun Alam Langit.
Puluhan binatang buas penghuni padang pasir segera keluar dari dalam pasir tidak lama setelah Zhou Tian mendaratkan kedua kalinya, di atas permukaan pasir gurun. Mereka langsung saja menyerang Zhou Tian dengan keinginan membunuh yang begitu besar, tapi mereka semua terlalu lemah hanya untuk sekedar membuat Zhou Tian sedikit kewalahan menghadap serangan mereka. Pada akhirnya mereka semua justru mati mengenaskan di tangan Zhou Tian.
Setelah dirasa aman, Zhou Tian langsung saja duduk bersila, dan ia bersiap melakukan terobosan langsung ke ranah Dewa Langit tingkat Puncak. Dengan begitu baru ia bisa melawan para penguasa di Alam Langit.
Seketika langit yang cerah menjadi gelap seolah hujan badai akan segera turun, dan tentunya pemandangan seperti saat ini sangat jarang atau bahkan tidak pernah terlihat terjadi di tengah-tengah gurun. Namun, bagi kultivator yang berada di atas tingkat Immortal Langit, mereka akan segera tahu jika apa yang terjadi saat ini tidak ada hubungannya dengan hujan badai yang akan segera datang.
Hanya dari melihat tingkat kegelapan awan dan petir yang berwarna hitam keemasan, mereka akan segera tahu jika ada seseorang yang baru saja mendapatkan terobosan, dan itu bukanlah terobosan biasa. Melainkan terobosan ke ranah Dewa Langit, yang merupakan ranah kekuatan terkuat di Alam Langit.
Sementara itu, Zhou Tian yang sudah fokus untuk melakukan terobosan, ia sudah genap tiga kali mendengar suara ledakan tertahan dari tubuhnya, bersamaan dengan luapan aura yang dapat memusnahkan seluruh makhluk hidup yang berada dalam jarak di bawah lima kilometer dari tempatnya saat ini. Bukan sekedar tertekan karena kuatnya aura yang ia keluarkan, tapi semua makhluk hidup akan langsung mati jika terlalu dekat dengannya.
Swuusshh...
Aura yang sebelumnya meluap keluar, kini aura itu secara perlahan terserap kembali ke tubuh Zhou Tian, dan sampai akhirnya aura itu benar-benar menghilang bersama dengan awan petir yang perlahan menghilang.
Biasanya seseorang yang berhasil menerobos ranah Dewa Langit akan menerima ujian Petir Surgawi sebanyak-banyaknya seratus kali tanpa henti, tapi Petir Surgawi tidak muncul saat Zhou Tian yang melakukan terobosan karena Petir Surgawi tidak mungkin berani menyambar seorang Dewa.
Zhou Tian adalah seorang Dewa, tepatnya ia adalah Dewa Iblis, yang sejajar dengan Dewa lainnya di Alam Semesta. Namun, ia lebih unggul dibandingkan Dewa lain dikarenakan adanya kekuatan sistem dalam tubuhnya, yang mana Dewa lain tidak memiliki apa yang dimilikinya.
Setelah selesai melakukan terobosan yang membuatnya bisa merasakan peningkatan besar pada kekuatannya, Zhou Tian segera kembali ke kediamannya di pulau melayang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
...----------------...
Bersambung.