
Aula istana Kerajaan Teratai.
“Yang Mulia, ada kabar buruk! Giok jiwa milik Pangeran Li Kan telah hancur.”
Pria tua penjaga aula giok jiwa keluarga Kerajaan Teratai melapor pada Raja Li Rui tentang hancurnya giok jiwa milik Pangeran Li Kan, Pangeran ketujuh Kerajaan Teratai.
Hancurnya giok jiwa milik Pangeran Li Kan, menandakan jika sosok Pangeran itu telah menemui ajalnya, tapi dari serpihan giok jiwa yang telah hancur tak bisa terungkap siapa yang telah membunuh sang Pangeran.
Sementara itu, Raja Li Rui yang mendengar kabar buruk tentang Pangeran Li Kan, entah kenapa dia sama sekali tidak merasa sedih dan hanya sedikit merasa kehilangan karena bagaimanapun juga di adalah putranya.
Sedangkan mereka yang melihat Raja Li Rui terlihat biasa-biasa saja dengan kabar kematian Pangeran Li Kan, mereka tidak merasa aneh.
Semasa hidup Pangeran Li Kan adalah sosok Pangeran yang sering membuat kekacauan di wilayah Kerajaan Teratai. Bahkan sudah sering dia mengalami percobaan pembunuhan karena dendam orang-orang yang disinggungnya.
Namun, selama ini belum ada yang berhasil membunuh Pangeran Li Kan, paling buruk pernah Pangeran Li Kan mengalami kritis tapi nyawanya masih berhasil diselamatkan.
Mata Raja Li Rui berkilat tajam, ia mengarahkan pandangannya pada Jenderal kepercayaannya.
“Temukan jasadnya, dan kalau memungkinkan cari tahu juga siapa yang telah membunuhnya! Untuk hukuman orang yang telah membunuhnya, biar aku sendiri yang menentukan hukuman untuknya!” ujar Raja Li Rui.
Menerima perintah, Jenderal Kerajaan segera menganggukkan kepala, dan dengan didampingi puluhan prajurit Kerajaan dia bergegas pergi mencari jasad Pangeran Li Kan, sekaligus mencari tahu siapa yang telah membunuh sang Pangeran.
Disaat istana Kerajaan Teratai sedang dihebohkan dengan kematian Pangeran Li Kan, di pusat keramaian ibukota Kerajaan Teratai kelompok kecil Zhou Tian sedang menikmati keramaian yang sedikit lebih ramai dibandingkan Kota Iblis.
Mereka berempat telah menyamar selayaknya manusia pada umumnya, dan tak mungkin ada yang mengetahui penyamaran mereka kecuali ada kuktivator ranah Saint di ibukota Kerajaan Teratai.
“Kota ini lebih ramai dibandingkan Kota Iblis, tapi aku yakin tak lama lagi Kota Iblis akan jauh lebih ramai dari kota ini.” Zhu Ying melihat penambahan jumlah penduduk Kota Iblis dan Desa Iblis, dengan banyaknya iblis yang tiap harinya datang, satu atau dua bulan ke depan dia yakin Kota Iblis akan seramai ibukota Kerajaan Teratai.
“Kota Iblis dan Desa Iblis akan bertambah ramai seiring berjalannya waktu, dan tidak menutup kemungkinan di masa depan kita bisa mendirikan sebuah Kerajaan Iblis di Benua ini,” ucap Zhou Tian.
“Sebuah Kerajaan Iblis? Kalau itu benar-benar terwujud, itu sangat bagus untuk masa depan ras iblis di Benua ini,” ungkap Zhou Gang.
“Aku setuju.” Zhu Rong mengangguk setuju dengan ucapan Zhou Gang.
Mendengar tanggapan kedua sahabat yang kini telah menjadi saudaranya, Zhou Tian tersenyum senang, lalu dia bicara, “Di masa depan Kerajaan Iblis pasti berdiri kokoh di Benua ini, dan kita hanya butuh waktu untuk mewujudkan semua itu.”
“Untuk sekarang sebaiknya kita pergi ke istana Kerajaan Teratai dan melihat apa sebenarnya keinginan Raja Li Rui yang tiba-tiba mengundang kita!” Semua mengangguk mendengar ucapan Zhou Tian, lalu mereka bersama pergi ke istana Kerajaan Teratai.
...----------------...
Kabar kematian Pangeran Li Kan masih hangat dibicarakan di istana Kerajaan Teratai.
Di ruangan khusus menyambut tamu Kerajaan, Raja Li Rui yang belum lama ini mengakhiri pertemuan di aula istana, sekarang dia sedang mendampingi tamu Kerajaan yang berasal dari Benua Timur.
“Tuan dan Nona, maaf jika aku telat datang menemui kalian! Baru saja aku mendengar kabar kematian salah satu putraku, dan aku harus mengurus beberapa hal yang berhubungan dengan kematiannya,” ucap Raja Li Rui pada dua sosok di hadapannya.
“Yang Mulia Raja tidak perlu meminta maaf karena kami juga telah mendengar kabar kematian Pangeran Li Kan dari para pelayan,” ucap Mo Xin, sosok pria berjubah merah.
“Kalau dibutuhkan, kami bersedia membantu Yang Mulia menemukan sosok pembunuh Pangeran Li Kan,” sambung Mo Zhi, wanita berpakaian serba merah yang sedikit kurang bahan sehingga beberapa bagian tubuhnya terlihat jelas oleh Raja Li Rui.
“Tuan dan Nona adalah tamu Kerajaanku, jadi tidak mungkin aku meminta kalian membantu permasalahan yang bisa diselesaikan oleh orang-orangku! Sebaiknya kita fokus pada tujuan kedatangan Tuan dan Nona. Jujur, aku masih penasaran tujuan Tuan dan Nona yang ingin bertemu orang-orang penting ras iblis di Benua ini.”
Raja Li Rui sudah tahu kalau tujuan tamunya adalah untuk bertemu orang-orang penting dari ras iblis, tapi dia masih belum tahu apa yang ingin mereka lakukan begitu bertemu Zhou Tian dan yang lainnya.
“Yang Mulia seharusnya sudah tahu kalau kami juga berasal dari ras iblis!” Mendengarnya Raja Li Rui mengangguk. “Kami datang kemari sebagai perwakilan Raja Iblis Benua Timur, datang mencari sosok yang tepat sebagai kandidat Permaisurinya,” ucap Mo Xin.
Dari awal bertemu Raja Li Rui tahu tamunya juga berasal dari ras iblis, dan siapa yang tidak mengenal sosok Raja Iblis Benua Timur? Kekuatan Raja Iblis Benua Timur telah tersebar ke seluruh penjuru Alam Fana, dan tak ada satu orang pun yang berani terang-terangan menyinggungnya.
Mengetahui tujuan asli utusan Raja Iblis Benua Timur, Raja Li Rui menganggukkan kepala pelan.
“Semoga ada ras iblis di Benua Selatan ini yang memenuhi syarat untuk menjadi calon Permaisuri Raja Iblis Benua Timur.” Raja Li Rui berharap itu bisa terjadi karena dengan demikian bisa tercipta hubungan baik antara Kerajaan Iblis Benua Timur dengan Kerajaannya.
Mo Xin dan Mo Zhi yang mendengarnya hanya tersenyum dan memiliki harapan yang sama. Keduanya berharap cepat menemukan wanita yang dicari Raja mereka, sedangkan untuk hubungan baik dengan Kerajaan Teratai, mereka sama sekali tidak memikirkan itu.
Di tengah pembicaraan santai mereka, salah satu prajurit yang berjaga di gerbang belakang istana mendatangi Raja Li Rui untuk melaporkan kedatangan Zhou Tian dan tiga orang lainnya.
Acara penjamuan Kerajaam akan dilakukan esok hari, tapi mendengar kedatangan Zhou Tian dan yang lainnya, Raja Li Rui berpikir untuk mempertemukan Zhou Tian dan yang lainnya dengan tamunya yang berasal dari Kerajaan Iblis Benua Timur.
“Antarkan mereka ke tempat ini!” Perintah Raja Li Rui pada prajurit yang segera bergegas pergi menjalankan perintahnya.
“Nona Zhi, mereka yang datang adalah para petinggi Kota Iblis, dan aku rasa tidak ada masalah mempertemukan kalian sebelum penjamuan Kerajaan yang berlangsung esok hari,” ucap Raja Li Rui memberi jawaban.
Mo Zhi dan Mo Xin mengangguk mendengar jawaban Raja Li Rui, dan mereka cukup antusias bertemu dengan para iblis dari Kota Iblis yang berada di Benua Selatan.
Tek lama pintu ruangan terbuka, dan satu persatu orang mulai masuk. Zhou Tian dan Zhu Ying masuk lebih dulu dengan saling bergandengan tangan, sedangkan Zhou Gang dan Zhu Rong menyusul tepat di belakang mereka.
Wajah Zhou Tian dan yang lainnya terlihat ramah saat mereka memasuki ruangan. Namun, berbeda dengan wajah Mo Xin dan Mo Zhi yang begitu antusias melihat sosok Zhu Ying.
Mereka mencium aroma darah yang begitu harum dari sosok Zhu Ying, dan ini adalah kali pertama mereka merasakannya.
Aroma darah adalah salah satu cara menemukan sosok gadis suci ras iblis yang sedang dicari Raja mereka, dan saat ini mereka mencium aroma itu dari sosok iblis yang wajahnya tertutup cadar.
Tanpa ragu keduanya bangkit berdiri dan menghampiri Zhu Ying. Tepat di hadapan Zhu Ying keduanya berlutut, dan jelas terlihat mereka tidak menganggap keberadaan Zhou Tian yang masih menggandeng mesra tangan Zhu Ying.
“Siapa kalian, dan kenapa berlutut di hadapanku?” Zhu Ying bertanya dengan nada tidak suka.
“Kami utusan Raja Iblis Benua Timur, dan kami datang untuk menjemput Permaisuri Raja kami!” jawab Mo Xin sedikit mengangkat kepala, tapi dia masih berlutut di hadapan Zhu Ying.
“Siapa Permaisuri Raja Iblis Benua Timur? Aku tidak melihat keberadaannya!” ujar Zhu Ying.
“Nona adalah sosok Permaisuri yang hamba maksud, dan hamba akan segera membawa Permaisuri kembali ke Benua Timur.” Kali ini Mo Zhi yang memberi jawaban.
“Aku bukan Permaisuri Raja Iblis kalian, dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi!” Tegas Zhu Ying mengatakannya.
Mo Xin dan Mo Zhi menatap Zhu Ying tidak suka dengan apa yang baru di katakannya, tapi keduanya segera mengarahkan pandangan pada Zhou Tian.
“Jauhkan tanganmu dari Permaisuri kami kalau tidak ingin ada hal buruk terjadi padamu!” Mo Xin membentak Zhou Tian dengan sedikit membocorkan aura kekuatannya yang sudah berada di tanah Nirwana tingkat Menengah.
Zhou Tian yang mendengarnya hanya tersenyum sinis lalu dia bicara, “Aku tidak akan pernah menjauhkan tangan dari wanitaku! Sebaiknya kalian segera pergi karena kalian terlalu lemah untuk menjadi sebuah ancaman untukku!”
Tidak menyukai balasan Zhou Tian, Mo Xin cepat bangkit berdiri dan melayangkan pukulan mengarah ke wajah Zhou Tian.
“Swosh...”
Datangnya pukulan Mo Xin sangat cepat. Namun, tangan Zhou Tian tak kalah cepat saat dengan begitu mudah menangkap pukulan Mo Xin sebelum mengenai wajahnya.
Gagal dengan pukulan, Mo Xin mencoba menendang Zhou Tian, tapi hasilnya sama, tendangannya dengan sangat mudah berhasil ditahan Zhou Tian.
Mo Zhi yang melihat Mo Xin kesulitan menghadapi musuhnya, dia bangkit berdiri dengan niat membantu Mo Xin. Namun, saat dia mencoba memukul Zhou Tian, Zhu Ying dengan mudah menangkap pukulannya.
Mo Zhi segera mengarahkan pandangan pada sosok Zhu Ying yang samar-samar mengeluarkan aura jauh lebih kuat dari aura nya.
Di sisi lain, Raja Li Rui memilih mundur karena dia tahu kalau kekuatannya masih terlalu lemah untuk berurusan dengan orang-orang yang saat ini sedang bersitegang.
Dia merasa jauh lebih baik kehilangan ruangan khusus yang dibangun untuk menyambut tamu Kerajaannya, dibandingkan harus kehilangan nyawa karena ikut campur urusan mereka yang jelas-jelas lebih kuat darinya.
“Sebaiknya kamu menyerah dan biarkan wanita yang bersamamu ikut bersama kami! Melawan kami sama saja kau memancing kemarahan Raja Iblis!” Mo Xin membawa nama Rajanya untuk mengancam Zhou Tian.
Ancaman Mo Xin bukannya membuat takut, Zhou Tian justru tersenyum geli mendengar ancaman yang sama sekali tidak menakutkan untuknya.
“Aku sama sekali tidak takut dengan Rajamu itu, kalau memang dia marah dan ingin bertarung denganku, aku selalu siap kapanpun dia menginginkan pertarungan!” balas Zhou Tian tanpa rasa takut.
Zhou Tian kemudian melepaskan aura kekuatan aslinya, yang seketika membuat Mo Xin dan Mo Zhi berlutut karena menerima tekanan mengerikan aura Zhou Tian.
Dari tubuh Zhou Tian muncul pilar cahaya yang membumbung tinggi ke langit, menciptakan lubang lebar di bagian atas bangunan.
“Pilar cahaya suci membumbung tinggi ke langit, bahkan pilar itu jauh lebih tinggi dibandingkan milik Yang Mulia Raja. Dia, bagaimana mungkin dia lebih kuat dari Yang Mulia Raja?” Tubuh Mo Xin gemetar ketakutan tahu kalau sosok pria yang menjadi lawannya tak lebih lemah dari Rajanya.
Bukan hanya Mo Xin, Mo Zhi juga merasakan hal yang sama, dan dia merasa hal buruk akan terjadi pada dirinya.
Sedangkan Zhou Tian, dia hanya tersenyum sinis melihat mereka yang ketakutan dengan dirinya.
...----------------...
Bersambung.