
Sesaat setelah Zhou Tian dan iblis lainnya memasuki gerbang istana Penguasa Alam Langit, tanah yang mereka pijak tiba-tiba bergetar dan tidak lama kemudian ribuan prajurit dengan kedua mata berwarna merah muncul menyambut kedatangan mereka.
Entah dari mana datangnya mereka, yang jelas saat ini mereka semua berlutut dengan salah satu lutut menyentuh jalanan istana, dan mereka berlutut di hadapan Zhou Tian. Sebelumnya Zhou Tian hanya merasakan keberadaan kehidupan di istana Penguasa Alam Langit, tapi ia tidak menyangka jika yang dirasakannya adalah aura milik ribuan prajurit, yang semuanya merupakan iblis.
Dengan kekuatan di ranah Raja Dewa tingkat Menengah, Zhou Tian yakin prajurit di hadapannya bukanlah prajurit biasa, ia yakin mereka adalah bagian dari kekuatan iblis di masa lalu yang berkuasa di Alam Langit.
Swush...
Tiba-tiba muncul empat orang berzirah emas dan mereka dengan penuh rasa hormat berlutut di hadapan Zhou Tian.
“Salam pada Dewa Penguasa Alam Semesta,” ucap keempatnya secara bersamaan, dan ucapan itu mereka tujukan pada Zhou Tian yang tentunya bingun dengan siapa mereka, dan maksud dari ucapan mereka.
Merasa bingung dengan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia duga, Zhou Tian memutuskan bertanya pada empat orang di hadapannya, tapi sebelum melakukan itu, ia menyuruh keempatnya bangkit berdiri, begitu juga dengan ribuan prajurit berzirah perak.
Begitu mereka semua sudah bangkit berdiri, barulah Zhou Tian bertanya pada empat orang di hadapannya, “Katakan padaku siapa sebenarnya kalian, dan siapa yang kalian masuk dengan Dewa Penguasa Alam Semesta?” Zhou Tian menatap bergantian empat orang dihadapannya yang setia menundukkan kepala mereka.
Sebelum mereka memberi jawaban, Zhou Tian meminta mereka menatapnya karena ia tidak ingin bicara pada orang yang tidak ingin menatapnya.
“Yang Mulia, kami adalah empat Jenderal iblis yang memimpin empat ratus ribu prajurit iblis Alam Langit. Di masa lalu saat terjadi pemberontakan di istana Penguasa Alam Langit, kami sedang berperang melawan ras monster yang mencoba menghancurkan Alam Langit...
...Peperangan itu berhasil kami menangkan, meski banyak dari kami yang mati dalam peperangan itu. Namun, saat kami kembali ke istana untuk menemui sanah Penguasa dan membawa berita kemenangan untuknya, semua sudah terlambat. Semua penghuni istana telah mati, dan kami saat itu hanya berhasil memusnahkan manusia dan siluman yang menduduki istana ini sebelum akhirnya kami mengaktifkan formasi array untuk melindungi kami dari manusia dan siluman yang datang dari Alam Dewa...
...Selama ini kami tinggal di istana ini, dan berharap Yang Mulia Dewa Penguasa Alam Semesta datang menghancurkan formasi array yang hanya dapat dihancurkan olehnya. Yang Mulia adalah sosok yang dapat menghancurkan formasi array pelindung istana ini, oleh karena itu kami yakin Yang Mulia adalah Dewa Penguasa Alam Semesta, yang kehadirannya adalah untuk membangkitkan kembali kekuatan iblis di Alam Semesta.”
Kerutan muncul di kening Zhou Tian setelah mendengar jawaban dari salah satu iblis berzirah emas, ia tidak menyangka jika dirinyalah adalah sosok yang dimaksud sebagai Dewa Penguasa Alam Semesta. “Apa kalian tahu kalau aku sangatlah lemah untuk dikatakan sebagai Dewa Penguasa Alam Semesta? Dibandingkan dengan kalian yang memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa tingkat puncak, jelas aku masih lebih lemah dari kalian. Apa kalian mengakui yang lemah ini sebagai Penguasa Alam Semesta?” tanya Zhou Tian.
Keempat sosok berzirah emas tersenyum bersamaan, dan salah satu dari mereka berkata, “Yang Mulia saat ini memang masih lemah, tapi itu tidak menutupi sebuah fakta jika Yang Mulia adalah sosok yang ditakdirkan menjadi Dewa Penguasa Alam Semesta.”
“Di usia Yang Mulia yang masih begitu muda tapi sudah memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, itu juga merupakan salah satu bukti jika Yang Mulia adalah sosok Dewa Penguasa Alam Semesta,” ucap pria berzirah emas lainnya.
Mendengar apa yang dikatakan pria berzirah emas tentang usia Zhou Tian, puluhan ribu iblis di belakang Zhou Tian, semua baru sadar jika pria yang mereka ikuti ternyata masih sangat muda, bahkan usianya belum genap dua puluh tahun.
Sedangkan Zhou Tian sendiri, ia sadar jika kekuatannya berada di luar nalar seluruh makhluk hidup. Bagaimanapun juga, kekuatan ranah Raja Dewa terlalu luar biasa untuk pemuda seusianya, bahkan mungkin ia satu-satunya remaja pemuda yang memiliki kekuatan begitu luar biasa di usia yang sangat-sangat masih terlalu muda.
“Kalau aku memang Dewa Penguasa Alam Semesta ini, itu semua mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Sekarang aku hanyalah pemuda biasa, yang kebetulan memiliki takdir luar biasa di masa depan. Jadi, mulai sekarang kalian jangan pernah berlutut di hadapanku karena aku tidak menyukai hal itu! Jika ingin memberi penghormatan, kalian cukup menundukkan kepala sesaat, saat berhadap-hadapan denganku!”
Pesan Zhou Tian sangatlah jelas, dan semua orang mengerti apa yang menjadi keinginannya, dan setelahnya Zhou Tian meminta empat orang pria berzirah emas untuk menemaninya berkeliling sembari menceritakan lebih lengkap tentang siapa itu sosok Dewa Penguasa Alam Semesta.
Untuk ribuan prajurit yang merupakan prajurit iblis langit, mereka senang akhirnya bisa kembali merasakan kebebasan, dan segera mereka pergi ke pos jaga masing-masing.
Sedangkan untuk puluhan ribu iblia yang ikut masuk bersama Zhou Tian, mereka digiring menuju barak prajurit yang masing kosong, dan mereka dengan senang hati akan menempati tempat itu.
...----------------...
Zhou Tian berjalan bersama empat pria berzirah emas, yang ternyata mereka telah melupakan namanya sendiri, dan karena itu terpaksa ia memberikan nama baru untuk keempatnya. Zhou Mu, Zhou Bu, Zhou Gu, dan terakhir Zhou Hu. Ia sengaja memberi nama yang mudah diingat pada mereka, dikarenakan saat ini sudah terlalu banyak nama yang harus ia ingat.
“Jadi benar formasi array yang melindungi istana ini hanya dapat dihancurkan oleh ia yang ditakdirkan menjadi Dewa Penguasa Alam Semesta di masa yang akan datang?” ujar Zhou Tian kembali ingin memastikan tentang sosok Dewa Penguasa Alam Semesta.
“Yang Mulia, semua itu benar adanya, dan ada buku kuno di perpustakaan istana ini yang menuliskan tentang semua itu,” ucap Zhou Mu yang menjawab pertanyaan Zhou Tian.
Zhou Tian menganggukkan kepala mendengar itu, dan ia kembali bertanya, “Lalu apa yang terjadi setelah formasi array yang melindungi istana ini kalian aktifkan? Apa seperti yang sebelumnya sudah kalian katakan, tentang kekuatan dari Alam Dewa yang datang menyerang istana ini?”
“Tidak lama setelah formasi array aktif, ribuan prajurit yang berasal dari Alam Dewa datang, dan langsung menyerang formasi array selama lebih dari seratus tahun. Mereka tahu jika kami dan prajurit iblia langit bersembunyi di istana ini, mereka yang ingin memusnahkan kami, tanpa lelah mereka terus mencoba menghancurkan formasi array, meski hasil yang mereka dapatkan adalah kegagalan.”
“Mereka baru berhenti menyerang setelah lebih dari seratus tahun, tapi setelah itu banyak orang yang menyerang formasi array pelindung istana ini, dikarenakan mereka ingin diakui sebagai Penguasa Alam Langit yang sesungguhnya, bukan menjadi orang kuat yang hanya mengaku-ngaku sebagai penguasa di Alam Langit.”
“Sejak hari itu sampai hari ini, serangan yang ditujukan untuk menghancurkan formasi array pelindung istana ini tidak pernah berhenti, sampai akhirnya Yang Mulia datang menghancurkan apa yang tidak bisa mereka hancurkan.”
“Oh iya, apa dua pulau melayang di atas istana ini adalah milik Yang Mulia?” tanya salah satu pria berzirah emas, setelah ketiga temannya bergantian menjawab apa yang ditanyakan Zhou Tian.
Zhou Tian yang ditanya, dengan cepat ia memberi jawaban, “Kedua pulau melayang di atas salah satunya adalah milikku, dan yang satunya adalah milik istriku. Aku sengaja menyembunyikan keberadaan kedua pulau melayang, tapi aku tidak menyangka jika ada yang menyadari keberadaannya.”
“Yang Mulia, hamba kebetulan memiliki kelebihan kekuatan mata yang dapat menembus ilusi sekuat apapun, oleh karena itu hamba bisa melihat keberadaan kedua pulau melayang,” ucap pria berzirah emas, yang mengetahui keberadaan dua pulau melayang di atas istana Penguasa Alam Langit.
Tiga pria berzirah emas lainnya segera menunjukkan kelebihan yang mereka miliki, seolah tidak mau kalah dari salah satu teman mereka. Salah satu dari memiliki kelebihan bisa berubah menjadi sepuluh sosok dengan kekuatan sama kuat. Ada juga yang memiliki keahlian menirukan teknik orang lain. Orang terakhir, ia memiliki keahlian merubah wujud menjadi orang lain, bahkan jika ia menjadi wanita, ia bahkan bisa hamil dan melahirkan keturunan.
“Sungguh kelebihan yang aneh dan membuatku merasa geli sendiri saat ia menjadi wanita, karena ia benar-benar berwujud wanita, bukannya wanita jadi-jadian!” gumam lirih Zhou Tian.
Setelah puas berkeliling dan melihat kelebihan yang dimiliki keempat Jenderal iblis langit, Zhou Tian yang masih ditemani empat sosok berzirah emas, sekarang ia membawa mereka pergi ke pulau melayang miliknya dikarenakan ia merasa jika ketiga istrinya telah selesai dalam pelatihan mereka.
Zhou Tian yang baru saja sampai di pulau melayang miliknya, ia mendapatkan sambutan dari ketiga istrinya yang senantiasa menutup sebagian wajah mereka menggunakan cadar, saat berada di luar kediaman utama. Dengan senyum lebar di balik cadar mereka, ketiganya senang menyambut kedatangan Zhou Tian, yang kali ini datang bersama empat sosok berzirah emas.
Zhu Ying dan Zhu Meili tidak mengenali keempatnya, tapi keduanya tahu jika mereka adalah iblis. Namun, Shen Yiren yang pernah membaca buku kuno tentang sejarah Alam Langit, ia mengingat pernah membaca tentang empat sosok berzirah emas, dan dalam waktu singkat ia tahu jika keempatnya adalah sosok Jenderal iblis langit, pemimpin prajurit iblis langit.
“Gege, siapa mereka?” tanya Zhu Ying begitu Zhou Tian mendekat ke arahnya, dan mendekati dua wanita lainnya.
“Ying’er, mereka adalah empat Jenderal iblis langit, dan mulai sekarang mereka akan menjadi bagian dari kita. Mereka juga akan membantu kita membangkitkan kembali kekuatan iblis di Alam Langit,” jawab Zhou Tian.
Zhu Ying menganggukkan mengerti, dan ia menundukkan kepala memberi penghormatan pada mereka, begitu juga dengan Zhu Meili dan Shen Yiren. Akan tetapi, saat mereka menundukkan kepala, empat sosok berzirah emas justru segera bersujud di hadapan mereka.
Zhou Tian yang mengerti kenapa empat Jenderal iblis langit bersujud di hadapan ketiga istrinya, ia meminta ketiga istrinya untuk tidak menundukkan kepala karena jika mereka melakukan itu, keempat Jenderal iblis langit akan terus bersujud seperti yang mereka lakukan saat ini.
Mendengar semua ucapan Zhou Tian, ketiganya tidak lagi menundukkan kepala, dan atas perintah Zhou Tian keempat Jenderal iblis langit segera bangkit berdiri. “Putri jangan lagi menundukkan kepala karena itu sesuatu yang tidak pantas dilakukan! Kami hanya Jenderal rendahan, tidak pantas mendapat penghormatan dari Putri Yang Agung!” ucap salah satu Jenderal.
Ketiga istri Zhou Tian sebenarnya ingin membantah ucap salah satu Jenderal iblis langit, tapi melihat Zhou Tian menggelengkan kepala, mereka memutuskan diam mengikuti keinginan sang suami.
“Ini adalah pulau melayang milikku, kalian bisa melihat-lihat keadaan pulau melayang ini! Namun aku sarankan jangan pergi ke hutan di pulau melayang ini kalau kalian tidak ingin celaka oleh binatang spiritual penghuni hutan itu!” ucap Zhou Tian.
Mendengar itu keempat Jenderal iblis langit mengangguk mengerti, dan mereka mengatakan hanya akan pergi melihat ratusan ribu iblia yang sedang berlatih di pulau melayang milik Zhou Tian.
Zhou Tian memanggil Zhou Huang untuk menemani keempat Jenderal iblis langit, supaya tidak ada kesalahpahaman terjadi di tempat pelatihan ratusan ribu iblis di pulau melayang miliknya.
Setelah Zhou Huang datang dan Zhou Tian menjelaskan siapa keempat sosok berzirah emas, dengan ditemani Zhou Huang keempat Jenderal iblis langit pergi meninggalkan kediaman Zhou Tian, pergi ke tempat pelatihan iblis di pulau melayang.
Setelah kepergian mereka, kini hanya tersisa Zhou Tian dan ketiga istrinya, dan Zhou Tian bermaksud membawa ketiga istrinya mengunjungi istana Penguasa Alam Langit.
“Gege, bagaimana mungkin kita bisa pergi ke istana Penguasa Alam Langit, sedangkan istana itu dilindungi formasi array, yang konon katanya hanya bisa dihancurkan oleh sosok Dewa Penguasa Alam Semesta?” ujar Shen Yiren.
“Ren’er, aku telah berhasil menghancurkan formasi array yang melindungi istana Penguasa Alam Langit, dan sekarang kita bebas keluar masuk istana itu!” ucap Zhou Tian.
Shen Yiren tentu saja terkejut karena suaminya bisa menghancurkan formasi array yang melindungi istana Penguasa Alam Langit, sedangkan Zhu Ying dan Zhu Meili yang tidak tahu apa-apa tentang istana Penguasa Alam Langit, mereka hanya diam mendengar pembicaraan Zhou Tian dan Shen Yiren.
“Apa benar Gege berhasil menghancurkan formasi array itu? Kalau begitu, bukannya Gege adalah sosok Dewa Penguasa Alam Semesta ini?” ujar Shen Yiren.
“Mungkin di masa yang akan datang aku adalah Dewa Penguasa Alam Semesta ini, tapi sekarang aku masih sosok biasa yang terlalu lemah untuk dikatakan sebagai Dewa Penguasa Alam Semesta,” ucap Zhou Tian tidak menutupi jika kelak di masa depan ia akan menjadi seorang Dewa Penguasa Alam Semesta.
Shen Yiren mengangguk mengerti, sedangkan Zhu Ying dan Zhu Meili, keduanya mengerti apa yang dibicarakan Shen Yiren dan Zhou Tian, setelah mendengar penjelasan tentang istana Penguasa Alam Langit dari Shen Yiren.
Setelah mereka mengerti, Zhou Tian membawa ketiga istrinya pergi ke istana Penguasa Alam Langit. Rasa kagum akan keindahan istana Penguasa Alam Langit terlihat di mata ketiga istei Zhou Tian, saat mereka melihat apa yang ingin ditunjukkan sang suami.
“Gege, siapa pemilik istana ini?” tanya Zhu Meili.
Keempat Jenderal iblis langit mengatakan kalau ia adalah pemilik istana Penguasa Alam Langit, dikarenakan dirinya adalah sosok yang berhasil menghancurkan formasi array yang sebelumnya mengelilingi istana. Oleh karena itu ia menjawab pertanyaan Zhu Meili kalau istana yang dimaksud adalah miliknya.
Mendengar itu Zhu Meili yang memang irit bicara, ia hanya menganggukkan kepala, dan kembali diam. Sedangkan dua wanita lainnya, mereka ikut diam dan kembali menikmati keindahan istana termegah di Alam Langit.
Zhou Tian membawa mereka ke kamar yang akan mereka tempati selama tinggal di istana Penguasa Alam Langit, sambil mengawasi perkembangan kekuatan iblis di Alam Langit.
Kamar yang mewah dan megah, selain itu juga nyaman. Ketiga wanita itu menyukai apa yang ditunjukkan suami mereka. Setelah dari kamar, mereka kembali berkeliling, dan ternyata sudah ada penjaga dan juga pelayan yang beraktivitas di dalam istana.
Meraka sangat menghormati Zhou Tian dan ketiga istrinya, tapi saat mereka ingin berlutut, senantiasa Zhou Tian melarang semua orang melakukan itu, dan meminta mereka hanya menundukkan kepala jika ingin menghormatinya ataupun menghormati ketiga istrinya.
Puas berkeliling, ketiga wanita yang ditemani Zhou Tian, mereka bersantai di taman bunga, sambil menikmati detik-detik terbenamnya matahari. Suasana sore hari yang begitu tenang dan diwarnai gelak tawa ketiga wanita yang merupakan istri Zhou Tian.
Melihat ketiga istrinya yang begitu bahagia, Zhou Tian bergumam, “Aku pasti menjaga kalian, dan senantiasa memberikan kebahagiaan pada kalian!”
...----------------...
Bersambung.