
Di sebuah tempat yang luas, terlihat ratusan ribu tubuh yang tergeletak tak bernyawa, Kehancuran terlihat di mana mana sejauh mata memandang.
Terlihat tempat itu adalah medan perang, meskipun sudah banyak prajurit yang tewas dari kedua belah pihak, masih cukup banyak prajurit yang berperang melawan musuh mereka.
Di tengah pertempuran, terlihat seorang pria berwajah tampan berusia tiga puluh tahunan sedang berhadapan dengan seorang pria yang terlihat berusia cukup senja dan semua rambutnya sudah ber uban.
"Feng Ying!... hari ini adalah hari kematian mu". Ucap pria tua sambil mengacungkan pedang nya yang sangat tajam kepada pria berusia tiga puluh tahunan yang bernama Feng Ying.
"Masih terlalu cepat mengatakan siapa yang akan mati hari ini di antara kita".Jawab Feng Ying sambil bergerak cepat menyerang pria sebuh itu dengan pedang miliknya.
Pria tua itu kemudian bersiap menyambut serangan Feng Ying dengan serius, karena ia tidak boleh meremehkan Feng Ying sedikit pun.
Keduanya kemudian bertukar lebih dari ratusan jurus dalam waktu yang cukup singkat, permukaan tanah di sekitar mereka hancur karena energi pedang mereka yang berbenturan menghancurkan daratan di sekitar mereka.
"Tebasan Pembelah Langit!"
Feng Ying mengeluarkan jurus yang cukup hebat secara tiba tiba, membuat pria sepuh itu tidak cukup siap menerima jurus pedang Feng Ying, dan pada akhirnya pria sepuh itu mendapatkan luka yang cukup dalam di dadanya, tak berhenti di situ saja, Feng Ying kembali memberikan serangan yang cukup mematikan ke arah kepala pria sepuh itu, namun pria sepuh itu berhasil menghindari serangan Feng Ying meskipun tidak sempurna.
Pria sepuh itu kemudian meloncat menjauh dari Feng Ying sambil memegang luka di dadanya yang terus mengeluarkan darah, ia juga mendapatkan luka di mata kanannya saat menghindari serangan susulan Feng Ying.
Melihat pria sepuh itu dalam kondisi yang tidak cukup menguntungkan, Feng Ying berniat terus menyerang pria sepuh itu namun langkahnya terhenti karena ia merasakan sebuah serangan mengarah kepadanya.
Feng Ying menoleh ke belakang dan melihat seorang yang menggunakan Zirah berwarna emas menyerangnya dengan tombak,Feng Ying pun menangkis serangan itu dengan pedangnya sebelum akhirnya terpental mundur beberapa langkah.
Melihat sosok itu tidak lanjut menyerang Feng Ying dan malah pergi ke arah pria sepuh itu,membuat Feng Ying sedikit kecewa.
"Ku pikir kau akan memberikan pertarungan yang sengit... ternyata kau menghawatirkan pria sepuh yang sakit sakit tan itu". Ucap Feng Ying sambil tersenyum kecil.
"Seperti yang kita duga dari Penjaga Gerbang Kekaisaran Tiandu... Kau sanggup membuat salah satu dari delapan Jendral Langit Suci tak berdaya"
Terdengar suara dari Langit di ikuti aura petarung yang hebat ke arah Feng Ying, senyuman kecil hilang dan ia melihat ke arah langit.
Bisa Feng Ying lihat ada Dua orang yang sedang melayang di langit, kedua orang itu juga memancarkan aura petarung yang hebat, Feng Ying kini memasang ekspresi yang cukup serius karena tiga orang yang baru datang bukan dari pihaknya.
Ketika Feng Ying berpikir akan melawan mereka semuanya sendiri, Dua orang pria berusia lima puluh tahunan datang dan berdiri di samping Feng Ying.
Kedua orang itu tidak lain adalah Dua petarung di bawah pimpinan Feng Ying yang memiliki kemampuan setara dengan jendral besar kekaisaran manapun.
"Penjaga Feng,sepertinya anda butuh bantuan kami".Ucap salah satu dari rekan Feng Ying sambil melirik ke Dua orang yang sedang melayang di atas.
"Aku akan menghadapi Dua burung itu, sedangkan kalian berdua, lawan Jendral Tombak dan kakek tua yang hampir mati itu". ucap Feng Ying kemudian terbang ke langit dan menyerang Dua petarung yang sedang terbang itu.
" Sungguh berani kau menyerang kami berdua sendiri!" Ucap salah satu Jendral Langit Suci sambil mengeluarkan aura petarung yang lebih hebat dari sebelumnya.
"Sebenarnya aku tidak berani.... namun situasi memaksa ku melakukan ini".Jawab Feng Ying sambil tersenyum canggung.
Ketiganya kemudian bertukar serangan di Udara, sedangkan kedua bawahan Feng Ying melawan Dua Jendral langit lainya yang ada di bawah.
Meskipun Dua lawan satu, Feng Ying mampu mengimbangi mereka dan bahkan memberikan beberapa serangan mematikan kepada kedua lawannya itu, meskipun bisa mengemban mereka berdua, Feng Ying tetap mendapatkan beberapa luka, karena kedua lawannya itu juga sama kuatnya dengan Feng Ying.
"Arghhh!!"
Erang salah satu Jendral Langit sambil memegang tangan kirinya yang tersisa setengah.
Orang yang terlihat seperti pemimpin dari Jendral Langit segera menarik rekanya menjauh dari Feng Ying karena ia tidak bisa melihat serangan Feng Ying yang memotong sebagian tangan kiri rekannya itu.
Di sisi lain, Feng Ying terlihat sangat kelelahan, nafasnya juga sudah tidak teratur dan terlihat akan mencapai batasnya, ia kemudian melirik ke arah kedua bawahannya yang sudah berhasil menghabisi pria sepuh yang menjadi lawan Feng Ying tadi, dan kini kedua bawahannya sedang menekan Jendral Tombak Suci.
"Ilmu apa yang kau gunakan!" ucap pemimpin Jendral Langit sambil menunjuk Feng Ying.
" Feng Ying... akan ku pastikan kau mati hari ini" Ucap pemimpin Jendral Langit itu dengan geram.
"Jendral Shima...kau pasti kesal karena kehilangan satu Jendral Langit... mungkin bisa lebih, namun itu kesalahan mu karena menyerang Kakaisaran Tiandu, yang kami lakukan hanyalah pertahanan diri, jadi sesali saja rencana kalian ini".Ucap Feng Ying sambil mengamati pertempuran yang masih jauh dari kata berakhir.
"Jika aku tau Penjaga Gerbang Tiandu sekuat ini... mungkin aku akan membawa semua Jendral Langit Suci kemari".Jawab pemimpin Jendral Langit yang bernama Shima itu.
" Jika aku juga tau akan penyerangan,maka aku akan meminta tujuh Jendral Tiandu untuk membantu ku dan menyerang balik".Ucap Feng Ying sambil tertawa kecil.
Sebenarnya di dalam hatinya Feng Ying berharap Pasukan Kekaisaran Suci mundur dari pertempuran, karena Qi energi yang ia miliki tersisa kurang dari separuh nya, anda petarung terus di lanjutkan mungkin Feng Ying bisa benar-benar mati.
Ketika Feng Ying masih mengamati situasi sekitar dan Shima, Shima tiba tiba menyerang Feng Ying dengan kekuatan penuhnya, kecepatan Shima juga meningkat drastis secara tidak terduga.
Karena Feng Ying memang terus siaga, ia berhasil menangkis semua serangan Shima dengan pedangnya, namun Feng Ying baru menyadari bahwa pedang milik Shima telah berganti manjadi pedang pusaka yang sangat Feng Ying kenali.
"Pedang Kaisar Suci!!... bagaimana bisa pedang milik Kaisar ada di tangan mu?!".Seru Feng Ying sambil terus menangkis serangan Shima.
"Hahahaha... Kaisar mempercayaiku untuk menghancurkan pertahanan Kekaisaran Tiandu mu, jadi ia meminjamkan pedang miliknya yang setara dengan pedang Dewa". Ucap Shima sambil tersenyum puas.
Feng Ying kini hanya bisa tersenyum kecil, karena dengan kondisinya yang sekarang, ia bukan lawan dari Shima yang terlihat masih lumayan prima dan di lengkapi pedang pusaka yang jauh lebih kuat dari pedang miliknya.
Benar saja, setelah bertukar belasan jurus, pedang Feng Ying patah menjadi Dua, Shima dengan cepat mengeluarkan jurus terkuat miliknya karena melihat Feng Ying sudah cukup terdesak.
"Kilatan Penghakiman!!..."
Seru shima sambil menusuk Feng Ying dengan pedang yang memancarkan cahaya terang dan terlihat sangat tajam.
Karena sudah tidak memiliki pedang yang pantas di gunakan, Feng Ying berhasil Tertusuk sampai menembus tubuhnya, bahkan tangan Shima sampai ikut menancap di dada Feng Ying karena luka yang Feng Ying terima bukan seperti luka tusukan pedang, melainkan seperti Tertusuk bambu utuh, darah segar segera mengalir deras dari lubang di tubuh Feng Ying.
Shima tersenyum lebar karena sudah di pastikan Feng Ying tidak akan bisa di selamat kan karena jantungnya sudah hancur, namun sesaat sebelum Feng Ying mati, Feng Ying mengeluarkan jurus tapak terhebat yang pernah ada.
"Tapak Penghancur Semesta"
Feng Ying memberikan serangan tangan kosong ke dada Shima dengan Qi yang tersisa, sebuah ledakan besar kemudian terjadi setelah tapak Feng Ying mengenai dada Shima.
Terlihat Shima terpental mundur ratusan meter dan menghantam tanah cukup keras, ia kemudian memuntahkan darah segar dan kemudian darah juga keluar dari mata dan hidung Shima.
Shima kemudian melihat baju pelindung yang ia kenakan juga hancur berkeping keping dan sebuah bekas telapak tangan terlihat di dadanya.
"Tapak Penghancur Semesta?!"
"Bukankan itu jurus yang sudah hilang selama ratusan tahun"
"Bagaimana Penjaga Feng memili memilikinya?"
Para pendekar tingkat tinggi segera mengetahui jurus yang Feng Ying gunakan dan melihat ke arah Feng Ying, namun mereka semua menemukan Feng Ying sudah tewas dalam posisi duduk simpu.
Bersamaan dengan tewasnya Feng Ying, terlihat ribuan pasukan keluar dari benteng Kekaisaran Tiandu, yang tidak lain adalah bantuan yang sangat terlambat.
Shima dan tiga Jendral Langit yang tersisa segera memerintah semua pasukannya mundur, karena ia dan Jendral yang lain benar-benar sudah kehabisan tenaga.
Naas bagi pasukan Kekaisaran Suci yang sudah terlalu lelah untuk melarikan diri, mereka berakhir terkejar oleh pasukan Kekaisaran Tiandu yang baru datang dan tewas, sebagian juga menjadi tawanan Kekaisaran Tiandu.
Tepat di tempat Feng Ying tewas,empat orang yang Dua di antaranya baru datang menunduk dan tidak bisa berkata apa-apa, sedangkan Dua lainya adalah bawahan Feng Ying yang bertarung dengan Jendral Tombak dan Jendral tua.
"Saudara Feng.... hanya maaf dan balas dendam yang bisa kami lakukan"
Ucap salah satu orang yang baru datang sambil mengepalkan tangannya.