
“Ini luar biasa!”
Selesai proses penyatuan tubuh Dewa Iblis Abadi dengan tubuhnya, Zhou Tian dapat merasakan perbedaan dari tubuhnya.
Tubuhnya terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya. Untuk tenaga dan kekuatannya, bukannya menurun, tenaga dan kekuatannya justru meningkat jauh lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.
[Proses penyatuan telah selesai. Saat ini Tuan memiliki tipe tubuh Dewa Iblis Abadi. Meski di masa depan ada kejadian buruk yang merubah tubuh Tuan menjadi abu, Tuan tak akan mati, dan dari abu akan kembali menjadi tubuh Tuan yang utuh]
Setelah bergerak kesana-kemari merasakan tubuh barunya, pandangan Zhou Tian segera tertuju pada Zhu Ying yang sedang duduk melakukan meditasi mendalam.
Namun, mungkin karena merasa ada yang sedang memperhatikannya, Zhu Ying perlahan membuka kedua matanya.
“Apa aku mengganggu waktu meditasimu?” tanya Zhou Tian melihat Zhu Ying bangkit dan berjalan kearahnya.
“Gege tidak mengganggu, tapi aku memang sedang menunggu Gege menyelesaikan meditasi karena ada orang yang terus-terusan mencoba menerobos masuk ke dalam gua,” ucap Zhu Ying bersama dengan suara ledakan terus-menerus yang berasal dari mulut gua.
“Abaikan saja mereka karena tak mungkin bagi mereka menghancurkan array yang aku ciptakan,” balas Zhou Tian sangat tenang.
Zhu Ying menganggukkan kepala, dan dia baru sadar kalau aura Zhou Tian jauh lebih mengagumkan dibandingkan sebelumnya.
“Apa Gege kembali mendapatkan terobosan?” Zhu Ying tau kalau Zhou Tian mendapatkan terobosan besar-besaran saat berada di reruntuhan istana Kaisar Naga, dan dia sulit percaya jika dalam waktu yang begitu berdekatan Zhou Tian kembali mendapatkan terobosan.
“Aku tidak mendapatkan terobosan, tapi aku mendapatkan manfaat lain dari reruntuhan istana Kaisar Naga, dan aku punya sesuatu untukmu!” Zhou Tian mengeluarkan botol giok yang memancarkan aura kuat, bahkan mampu membuat dinding gua sedikit bergetar.
Aura itu berasal dari setetes cairan merah yang berada di dalam botol giok.
Cairan merah itu adalah satu tetes darah Ratu Phoenix Iblis, dan Zhou Tian berencana memberikan satu tetes darah itu pada Zhu Ying.
“Ying’er, serap esensi darah dalam botol ini dan kamu akan mendapatkan manfaat darinya!” Zhou Tian menyerahkan botol giok pada Zhu Ying.
“Gege, esensi darah di dalam botol giok ini sangat kuat, apa Gege yakin membiarkan aku menyerap esensi darah ini? Jujur saja, aku merasa tidak pantas mendapat semua ini,” ucap Zhu Ying belum yakin apa dirinya pantas mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.
“Ying’er, esensi darah ini memang aku persiapkan khusus untukmu, jadi hanya kamu yang pantas mendapat manfaat darinya,” ucap Zhou Tian membujuk Zhu Ying untuk segera menerima pemberiannya.
Melihat ekspresi wajah Zhou Tian yang menunjukkan ekspresi tidak ingin dibantah, pada akhirnya Zhu Ying menerima apa yang diberikan Zhou Tian padanya.
Kedua tangan Zhu Ying memegang botol giok berisi satu tetes esensi darah yang sangat kuat, tubuhnya bahkan merasakan tekanan dari esensi darah yang kini menjadi miliknya.
“Ying’er, kamu bisa memulai menyerap manfaat dari esensi darah itu!” ucap Zhou Tian.
“Aku akan menyerapnya, dan aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah Gege berikan padaku!” Tak ingin mengecewakan Zhou Tian, Zhu Ying langsung saja menelan satu tetes darah yang tersimpan di dalam botol giok.
Begitu darah yang dia telan menyatu dengan tubuhnya, Zhu Ying segera duduk melakukan meditasi mendalam.
Dia merasa tubuhnya seolah-olah sedang terbakar, tapi di lain sisi dia merasa kekuatannya terus meningkat.
Sedangkan Zhou Tian yang tidak ingin mengganggu Zhu Ying, dia memilih menjaga jarak, lalu dia mengeluarkan dua telur dari cincin penyimpanan miliknya.
“Sambil menunggu Ying’er, kini giliranku menunggu kalian menetas. Menurut sistem, butuh dua hari lagi untuk kalian menetas,” ucapnya pelan karena dia tidak ingin mengganggu konsentrasi Zhu Ying.
Untuk orang-orang yang mencoba menerobos masuk ke dalam gua, mereka sesaat yang lalu berhenti melakukan serangan sia-sia, tapi Zhou Tian tahu mereka belum pergi meninggalkan mulut gua.
“Jika perkiraanku benar, mereka berhenti karena sedang menunggu bala bantuan.”
“Kalau mereka kembali menyerang sebelum Ying’er selesai dengan urusannya, akan aku buat mereka semua menyesal karena terlahir di saat aku hidup dan memiliki kekuatan!” gumam Zhou Tian sambil menyeringai.
...----------------...
Dua hari berlalu dengan cepat. Dalam dua hari Zhu Ying sering teriak meluapkan rasa sakit yang dialaminya, saat berlangsungnya proses penyatuan darah Ratu Phoenix Iblis dengan tubuhnya.
Saat ini Zhu Ying sedang menyetabilkan pondasi kekuatannya yang sedikit goyah akibat terobosan yang terakhir kali dia dapatkan.
Dalam dua hari ini petir Surgawi sering menunjukkan wujudnya, tapi petir itu tak berani muncul lebih lama saat melihat Zhou Tian.
“Sistem, apa kamu tahu alasan petir Surgawi ketakutan saat melihat keberadaanku?” tanya Zhou Tian pada sistem.
[Tuan adalah sosok abadi yang statusnya lebih tinggi dari mereka yang bernama petir Surgawi. Jadi, sangat wajar jika mereka takut saat melihat keberadaan Tuan, meski kemunculan mereka bukan karena Tuan]
Zhou Tian menganggukkan kepala mengerti, dan sepertinya mulai hari ini dia tidak perlu khawatir dengan kemunculan petir Surgawi.
Baru juga selesai bicara dengan sistem, Zhou Tian mendengar suara ledakan bertubi-tubi dari arah mulut gua. Melihat ke arah sumber suara ledakan, Zhou Tian melihat hampir seratus orang sedang berusaha menghancurkan array ciptaannya.
“Mereka sepertinya sangat ingin mati sampai tidak bisa menggangguku yang sebelumnya begitu sabar dengan perilaku mereka.” Merasa terganggu dan bisa saja suara ledakan bertubi-tubi mengganggu konsentrasi Zhu Ying, Zhou Tian segera bangkit berdiri lalu berjalan menuju mulut gua.
Berjalan santai melewati array yang diciptakannya dengan santai, saat ini Zhou Tian berdiri tenang di hadapan orang-orang yang terkejut dengan keberadaannya.
“Mau sampai kapan kalian membuat keributan di tempat ini dan memgganggu waktuku bersantai?” tanya Zhou Tian datar dan dingin di waktu bersamaan.
“Hanya seorang bocah, beraninya kau berbicara tidak sopan di hadapan kami! Bocah, apa kau sudah bosan hidup?” teriak pria berperut buncit dengan pedang berukuran besar di tangan kanannya.
Mendengarnya Zhou Tian mendengus kesal dan berbicara, “Seharusnya aku yang bertanya, apa kalian sudah bosan hidup sehingga terus-menerus mengganggu waktu bersantai yang aku miliki?”
Pria berperut buncit dan yang lainnya semakin kesal mendengar ucapan Zhou Tian yang terkesan meremehkan kekuatan mereka, yang mana sepuluh dari mereka adalah kultivator tanah Saint tingkat Puncak, dan sisanya merupakan kultivator tingkat Nirvana.
“Sebaiknya kau mati dan kami akan menguasai semua harta di dalam gua!” teriak pria berperut buncit yang yakin jika di dalam gua terdapat banyak benda berharga.
“Aku tidak mungkin mati dengan tanganku sendiri, tapi jika kalian ingin aku mati, serang aku dan buktikan jika kalian mampu membunuhku!” ucap Zhou Tian sambil tersenyum sinis meremehkan orang-orang di hadapannya.
“Mari aku tunjukkan, betapa mudahnya aku membunuhmu!” Pria berperut buncit bergerak maju menyerang Zhou Tian, tapi baru juga mengambil dua langkah maju, aura kuat yang terpancar dari tubuh Zhou Tian berhasil mengunci pergerakannya, sedangkan orang-orang di belakangnya satu persatu mulai tumbang dengan organ dalam meledak.
Hanya dengan aura kekuatannya Zhou Tian berhasil meledakkan organ dalam orang-orang yang jauh lebih lemah darinya, dan hanya menyisakan pria berperut buncit yang kini sangat ketakutan dengan sosok Zhou Tian.
“Tu-Tuan Muda, maafkan yang lemah ini karena tidak bisa melihat sosok Tuan Muda yang sangat agung.” Pria berperut buncit mencoba minta maaf pada Zhou Tian, dan berharap ada maaf untuknya.
“Apa orang sepertimu akan memberi maaf padaku jika aku yang saat ini berada di posisimu? Aku yakin kau tidak akan memaafkanku, begitu juga dengan diriku yang tak mungkin memaafkan orang sepertimu!”
Pria berperut buncit ingin mengatakan sesuatu, tapi belum juga dia membuka mulut secara sempurna, aura kuat Zhou Tian lebih dulu meremas organ dalam di tubuhnya, dan tak lama dia mati seperti yang lainnya.
“Para manusia serakah, jangan harap aku memberi pengampunan untuk sekelompok orang seperti kalian!”
Tak ingin bau darah tercium sampai ke dalam gua, mereka yang mati langsung di bakar oleh Zhou Tian, sebelum dia kembali ke dalam gua.
“Sepertinya mereka akan segera menetas!” ucap Zhou Tian begitu berada di dalam gua, dan melihat pergerakan dari dua telur yang dia letakkan tak jauh dari Zhu Ying.
Telur yang didalamnya terdapat penerus Kaisar Naga lebih dulu menetas, baru setelahnya disusul menetasnya telur Phoenix Surgawi.
Melihat dua sosok mungkin yang baru menetas, Zhou Tian membuka lebar kedua matanya karena dia melihat sesuatu yang diluar perkiraannya.
Bukannya melihat Naga kecil atau burung Phoenix dalam ukuran mini, yang dilihat Zhou Tian justru dua bayi mungil yang sudah bisa berjalan sesaat setelah menetas.
“Belum juga menikah, tapi aku sudah memiliki dua bayi mungil. Kedepannya hidupku pasti bertambah ramai dengan kehadiran mereka!”
...----------------...
Bersambung.