Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Penentuan Kaisar Pertama Kekaisaran Iblis


Enam bulan berlalu dengan cepat.


Di empat Benua di Alam Dana saat ini telah berdiri masing-masing satu Kerajaan Iblis. Benua Utara, menjadi Benua terakhir yang akhirnya memiliki Kerjaan Iblis, sebagai pembuktian jika keberadaan ras iblis telah setara dengan ras lainnya.


Bahkan di Benua Selatan dan Benua Timur, kekuatan ras iblis jauh lebih mendominasi dibandingkan ras lain, tapi meski begitu tak membuat ras iblis bersikap sombong dengan ras lain.


Ras iblis sangat menyukai perdamaian, oleh karena itu mereka lebih suka menjalin hubungan baik dengan ras lain daripada menyombongkan apa yang mereka miliki.


Sementara itu di Benua Tengah yang merupakan pusat kekuatan Alam Fana, kekuatan ras iblis berkembang pesat selama beberapa bulan terakhir, dan saat ini ketiga ras penghuni Benua Tengah sudah bisa hidup rukun. Bahkan kabar baiknya, sistem perbudakan telah dihapuskan sejak kebangkitan kekuatan ras iblis.


Sekarang tak ada lagi orang yang dipekerjakan sebagai budak, dan jika diketahui ada seseorang yang masih memiliki budak, orang itu akan diadili, dan tanpa pembelasn ia akan langsung dijatuhi hukuman mati.


Di sebuah tempat di Benua Tengah saat ini sedang melakukan pembangunan besar-besaran. Pembangunan yang sedang berlangsung adalah pembangunan sebuah kota dan istana Kekaisaran, yang begitu selesai di bangun tempat itu akan menjadi Kekaisaran satu-satunya di Alam Fana, dan Kekaisaran itu adalah milik ras iblis.


Pembangunan saat ini sudah hampir selesai, tinggal menyempurnakan bangunan istana megah yang dibangun tepat di tengah-tengah Kota Kekaisaran.


Jika tak ada masalah yang menghambat jalannya pembangunan, dalam beberapa hari ke depan pembangunan bisa dipastikan selesai, dan tinggal menunggu waktu untuk meresmikan Kekaisaran Iblis sekaligus pengangkatan Kaisar pertama Kekaisaran Iblis.


“Adik Tian, apa benar kamu tidak ingin menjadi Kaisar di Kekaisaran ini?” tanya Zhou Lin yang mana dia tak lagi menjabat sebagai Raja di Kerajaan Iblis Benua Selatan, dikarenakan posisi itu telah dia percayakan pada sosok yang menurutnya serta menurut Zhou Tian pantas menjadi Raja.


“Kakak Lin, aku harus pergi ke Alam yang lebih tinggi untuk membangkitkan kekuatan ras iblis di tempat itu, dan tentunya aku akan pergi bersama Ying’er. Oleh karena itu, aku ingin menunjuk Kakak Lin sebagai Kaisar dan Kakak Ning sebagai Permaisuri Kekaisaran!” ucap Zhou Tian.


Banyak peristiwa penting yang terjadi selama enam bulan ini. Di antaranya, pernikahan Zhou Lin dan Zhu Ning, serta pernikahan Zhou Gang dan Zhu Rong, dan tentunya peristiwa Zhu Lin yang memilih lengser dari kedudukannya sebagai seorang Raja, dan memutuskan pergi ke Benua Tengah membantu Zhou Tian dan Zhu Ning.


Zhou Gang sebenarnya juga ingin membantu, tapi masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan demi perkembangan Kerajaan nya.


“Adik, bagaimana mungkin aku bisa menjadi seorang Kaisar? Itu tanggungjawab besar, dan aku tak yakin bisa melakukannya,” ucap Zhou Lin.


“Tanggungjawab seorang Kaisar memang lebih besar dari seorang Raja, tapi dengan pengalaman Kakak sebagai seorang Raja, aku yakin semua itu bisa teratasi!”


“Adik, kenapa tidak saudara Gang yang menjadi Kaisar, dan aku akan membantunya?” tanya Zhou Lin.


“Aku menolak menjadi Kaisar karena aku masih memiliki tanggungjawab untuk mengurus Kerajaanku!” Baru juga Zhou Tian ingin menjawab, seseorang yang baru datang lebih dulu memberi jawaban.


Seseorang yang baru saja datang adalah Zhou Gang, dan dia segera mengambil posisi duduk di sebelah Zhou Lin, menghadap ke arah Zhou Tian yang duduk dengan tenang di hadapan mereka berdua.


Melihat kedatangan Zhou Gang, Zhou Tian memanggil pelayan untuk menyiapkan minuman serta makanan, untuk Zhou Gang.


Setelah pelayan datang menyiapkan makanan dan minuman, Zhou Tian membuka suara, “Kakak Gang, apa Kakak setuju dengan aku yang ingin menjadikan Kakak Lin sebagai Kaisar pertama di Kekaisaran Iblis?”


“Jelas aku setuju karena selain kamu, hanya dia orang yang tepat menjadi sosok Kaisar, yang mewakili kamu di Alam ini,” jawab Zhou Gang.


Setelah mendengar jawaban Zhou Gang, Zhou Tian mengarahkan pandangan pada Zhou Lin, dan berkata, “Kakak Lin sekarang tak lagi ada alasan untuk menolak menjadi Kaisar!”


Zhou Lin yang tak lagi memiliki alasan, akhirnya dia menyetujui keputusan Zhou Tian yang menunjukkan sebagai Kaisar pertama di Kekaisaran Iblis.


Setelah Zhou Lin setuju, ketiganya melanjutkan pertemuan mereka dengan melakukan pembicaraan santai sebelum akhirnya pergi ke kediaman masing-masing setelah malam mencapai puncaknya.


Zhou Lin pergi ke kediamannya, yang mana kedatangannya langsung mendapatkan sambutan dari Zhu Ning.


Di kediaman lainnya, Zhou Gang yang baru sampai, dia sudah disambut hangat oleh istrinya, Zhu Rong.


Sedangkan Zhou Tian yang belum meresmikan hubungan dengan Zhu Ying meski mereka sudah saling mengutarakan perasaan, kedatangannya disambut Zhu Ying, meski mereka belum tinggal dalam kamar yang sama.


...----------------...


Pagi hari yang cerah menyambut orang-orang yang baru terbangun dari tidurnya.


Di kediamannya, Zhou Tian yang sudah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, dia memulai paginya dengan makan pagi bersama Zhu Ying di ruang makan yang berada di kediaman mereka.


Saat asik menikmati berbagai makanan yang menggugah selera makan, dari arah gerbang kediaman mereka terdengar suara keributan, dan tak lama seorang prajurit menghampiri keduanya yang sejenak menghentikan aktivitas makan.


“Tuan Muda Tuan dan Nona Ying, di depan ada urusan Pangeran dari Kerajaan Menara Langit, yang mengirimkan surat lamaran untuk Nona Ying,” ucap prajurit yang berlutut dengan salah satu lutut menyentuh lantai.


“Katakan pada utusan Pangeran Kerajaan Menara Langit kalau aku menolak lamarannya, dikarena tak lama lagi aku akan menikah dengan pria pilihanku!” ucap Zhu Ying dengan pandangan tertuju pada Zhou Tian.


“Nona Ying, pengawal itu mengatakan jika lamaran Pangerannya di tolak, Kerajaan Menara Langit tak akan membiarkan berdirinya Kekaisaran Iblis di Alam Fana!”


“Katakan saja sesuai keinginan calon istriku! Jika utusan itu menolak pergi dan justru membuat keributan, penggal dan kirim mayatnya sebagai peringatan pada Kerajaan Menara Langit!” ucap Zhou Tian tegas.


Prajurit yang sudah tahu apa yang perlu dia lakukan, segera dia pergi undur diri.


“Mentang-mentang Kerajaan terbesar dan terkuat di Alam Fana, dia yang hanya seorang Pangeran ingin menggunakan statusnya untuk menggertakku! Apa dia tidak tahu kalau ayahnya yang seorang Raja telah menjalin hubungan kerjasama dengan kita, demi menyelamatkan Kerajaannya dari masalah kelaparan yang sampai saat ini masih menghantui Kerajaan Menara Langit?” ungkap Zhou Tian yang entah kenapa jadi kehilangan selera makan.


“Gege tidak perlu memikirkan orang itu! Kalau nantinya Kerajaan Menara Langit berani berbuat macam-macam pada kita, aku sendiri yang akan menghancurkan Kerajaan itu, membuatnya rata dengan tanah!” ucap Zhu Ying bersungguh-sungguh.


Dengan kekuatan Zhu Ying yang sudah berada di tanah Dewa tingkat Sempurna, menghancurkan Kerajaan Menara Langit seorang diri tak akan sulit dilakukan.


Semua akan terlihat sangat mudah jika dia melakukannya dengan sedikit bersungguh-sungguh.


...----------------...


Satu hari berlalu.


Di kediaman Pangeran yang merupakan Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit, utusan sanga Pangeran yang sebelumnya pergi ke kediaman Zhou Tian, orang itu baru saja kembali setelah melakukan perjalanan singkat selama satu hari satu malam.


Begitu datang, dia langsung menyampaikan kabar yang ia bawa, meski ia yakin Tuannya akan marah dengan kabar itu.


Namun, dia tetap harus menyampaikan kabar itu pada Tuannya, dan dia berharap Tuannya tak keras kepala mengejar wanita yang jelas-jelas sudah memiliki calon suami.


Saat Raja Kerajaan Menara Langit fokus membahas kerjasama dengan Zhou Tian, putranya yang ikut bersamanya memilih berkeliling kediaman Zhou Tian bersama dua pelayannya.


Saat berkeliling itulah dia tanpa sengaja melihat Zhu Ying yang sedang menikmati indahnya taman bunga kediamannya, bahkan saat itu ia tak memakai cadar seperti biasanya.


Melihat keindahan yang belum pernah dia lihat, sejak saat itu Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit menandai Zhu Ying sebagai miliknya, dan dia harus mendapatkannya sekalipun wanita itu telah bersuami.


Berkali-kali dia membujuk ayahnya untuk membantunya mendapatkan wanita yang diinginkannya, tapi berkali-kali dia mendapatkan penolakan dari ayahnya.


Bukan hanya sekedar menolak, tapi ayahnya juga memarahinya yang ingin mengambil wanita seseorang, yang telah membantu menyelamatkan Kerajaannya dari krisis pangan.


“Apa wanitaku menemuimu secara langsung dan menolak tepat dihadapanmu? Katakan padaku, apa kau melihat keindahannya?” Bertanya pada urusannya, dia berjanji akan membunuh urusannya jika ketahuan pernah melihat keindahan Zhu Ying.


“Yang Mulia, hamba tak menemuinya. Penolakan itu disampaikan oleh seorang prajurit, dan hamba diancam hukum penggal jika tidak segera meninggalkan tempat itu!”


Dia tak jadi membunuh urusannya, tapi dia sangat ingin membunuh prajurit yang pastinya melihat dan menikmati keindahan wanita yang diinginkannya.


“Apa kau tidak menyampaikan padanya perihal ancamanku sampai berani menolak keinginanku?” tanyanya.


“Yang Mulia, ancaman itu telah hamba sampaikan, tapi mereka yang tak peduli dengan ancaman itu, sepertinya mereka meremehkan kebenaran ancaman Yang Mulia!”


“Oh, tak mempercayai ancamanku, maka aku akan datang dan mewujudkan ancamanku meski tanpa bantuan pria tua tak berguna!” Yang dia maksud pria tua tak berguna adalah ayahnya sendiri.


Tanpa bantuan ayahnya, dia sebenarnya telah memiliki prajurit dalam jumlah besar dan kuat, dan kelaparan yang saat ini menjadi masalah Kerajaan Menara Langit, itu juga tak lepas dari perbuatannya.


Dia begitu rapi dan bersih berhasil menguras cadangan makanan di gudang Kerajaan untuk memenuhi kebutuhan puluhan ribu prajurit miliknya.


Dengan berkurangnya persediaan makanan di gudang Kerajaan yang dipersiapkan untuk keadaan genting, maka terjadilah bencana kelaparan, yang memaksa Raja Kerajaan Menara Langit meminta bantuan pada Penguasa iblis di Benua Tengah, yang saat ini dipegang Zhou Tian.


Dengan bantuan Zhou Tian, bencana kelaparan perlahan bisa teratasi, tapi kini tanpa sepengetahuannya, Putra Mahkota Kerajaannya ingin mengusik kehidupan seseorang yang telah menyelamatkan Kerajaannya tanpa meminta imbalan.


Dia benar-benar tidak tahu menahu tentang rencana Putra Mahkota. Kalau saja tahu, dia pasti sudah menghentikan apa yang ingin dilakukan Putra Mahkota.


“Kau segera bersiap! Besok kita akan pergi menjemput calon istriku!” ucap Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit pada utusan yang dia kirim ke kediaman Zhou Tian.


Setelah ditinggal seorang diri, dia memanggik pengawal bayangan miliknya, dan dengan didampingi dua sosok pengawal bayangan, dia pergi ke kediaman besar di tengah hitam, tak jauh dari ibukota Kerajaan Menara Langit.


Sampai di tempat itu dia tersenyum puas melihat perkembangan prajurit yang akan membawa kemenangan untuknya. Ya, meski sebenarnya belum terbukti apa benar mereka akan membawa kemenangan untuknya, atau justru kehancuran.


“Kalian semua bersiaplah! Besok kita akan melakukan pertempuran pertama kalinya dengan musuh!” ucapnya dengan suara lantang.


Sebenarnya dengan kekuatannya miliknya, dia memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan kudeta terhadapnya posisi Raja Kerajaan Menara Langit yang saat ini ditempati oleh Ayahnya. Namun, dia berpikir akan melakukan itu setelah berhasil menjemput calon istrinya.


Mereka yang sudah lama berlatih, tentunya mereka senang setelah tahu besok akan pergi berperang, meski belum ada satu orang pun yang tahu siapa lawan mereka.


Di tempat lain, Raja Kerajaan Menara Langit yang sedang mendengar laporan bawahannya tentang perkembangan penanganan bencana kelaparan di Kerajaannya, dia bisa sedikit bernapas lega setelah mendengar laporan bahwa bencana kelaparan sudah bisa dikendalikan.


“Aku tidak menyangka, disaat tak ada orang lain yang rela memberikan bantuan pada kita, sosok yang selama ini sering dipandang rendah oleh kebanyakan orang justru tak keberatan memberikan bantuan pada kita, bahkan gudang makanan kini telah terisi penuh setelah mendapatkan bantuan darinya!”


Meski permasalahan bencana kelaparan telah berhasil dikendalikan dan gudang makanan Kerajaan nya telah terisi penuh untuk persediaan jangka panjang, ia masih saja pemasangan dengan siapa yang mengambil banyak persediaan makanan dari gudang makanan milik Kerajaannya.


Cara mengambil yang begitu bersih, bahkan dirinya tidak menyadari jika ada yang melakukan semua itu di gudang makanan Kerajaannya. Dilihat dari cara pengambilan yang begitu bersih, dia curiga semua itu di lakukan oleh anggota keluarga Kerajaan, dan ada satu orang yang paling dia curiga.


Menatap Jenderal Besar Kerajaannya, dia berkata, “Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan petunjuk atau bahkan sudah menemukan pelaku yang melakukan pencurian makanan di gudang makanan Kerajaan?”


“Lapor Yang Mulia, seluruh petunjuk kecil yang berhasil hamba temukan, semua tertuju pada satu orang, dan hamba yakin orang itulah yang telah mencuri sebagian besar makanan di gudang.”


“Katakan padaku, siapa orang itu?” tegas Raja Kerajaan Menara Langit bicara.


“Yang Mulia, seluruh petunjuk mengarah pada Putra Mahkota, dan saat melakukan penyelidikan lebih jauh, hamba berhasil menemukan kemana makanan-makanan itu dikirim.”


“Putra Mahkota diam-diam membangun kekuatan di hutan tak jauh dari ibukota, dan saat ini dia memiliki kekuatan lebih dari cukup jika ingin melakukan kudeta!”


“Dari mata-mata yang berhasil hamba tempatkan di tempat itu, baru saja dia melaporkan kalau Putra Mahkota ingin menyerang Kota Iblis, untuk merebut wanita penguasa ras iblis di Benua Tengah, dan baru setelahnya Putra Mahkota akan membuat Yang Mulia turun tahta secara paksa!”


Jenderal Besar Kerajaan Menara Langit menyampaikan hasil penyelidikannya, serta laporan dari mata-mata yang dia tempatkan di tempat Putra Mahkota Kerajaan Menara Langit membangun kekuatan.


Mendengar semua itu tentu saja Raja Kerajaan Menara Langit terkejut. Dia tak menyantka putranya begitu nekat, dan berani membangun kekuatan tanpa sepengetahuannya.


Namun, saat ini yang jadi prioritasnya adalah kesejahteraan Kerajaannya, oleh karena itu dia tak ingin memilik hubungan buruk dengan Penguasa ras iblis.


“Jenderal, apa kamu bisa menghentikan Putra Mahkota menyerang tempat itu?” tanyanya.


“Yang Mulia, hamba tidak bisa melakukannya karena kekuatan Putra Mahkota saat ini bukanlah sesuatu yang dapat kita lawan.”


“Kalau seperti itu, ini buruk untuk kita. Aku tentu tidak ingin kita memiliki hubungan buruk dengan penguasa ras iblis gara-gara kebodohan bocah itu!”


“Yang Mulia, bagaimana kalau kita mengirim utusan ke kediaman penguasa ras iblis, untuk mengabarkan kalau apapun yang dilakukan Putra Mahkota sama sekali tidak berhubungan dengan Kerajaan Menara Langit, dan semua kekuatannya itu murni kekuatannya sendiri tanpa keterlibatan kekuatan Kerajaan Menara Langit?” usul Perdana Menteri Kerajaan.


Usulan Perdana Menteri sangat masuk akal dan sang Raja menerima usulannya.


“Semoga saja dia bisa mengerti keadaan kita saat ini yang tak mungkin bisa menghentikan kebodohan bocah itu!”


...----------------...


Bersambung.