
Tak terima dengan apa yang baru dialaminya, Song Nan bangkit dari tempat duduknya, dan dengan sorot mata tajam dia menatap arah kepergian Zhou Tian yang tentu saja tak lagi terlihat oleh kedua matanya. “Berani menyinggungku, hanya kematian yang akan kau dapatkan!” ucapnya penuh penekan di kata kematian.
Meski dalam keadaan terluka, sosok Song Nan tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, dan hanya dalam satu kali tarikan napas dia muncul di tempat terakhir tubuh bayangan miliknya, sebelum musnah di tangan Zhou Tian.
Merasak sedikit aura Zhou Tian, Song Nan segera menyusul aura Zhou Tian, yang dirasa belum pergi terlalu jauh.
Tak lama bergerak, Song Nan melihat Zhou Tian dan Zhu Ying sedang mengarahkan pandangan ke arahnya.
“Seseorang yang begitu agung benar-benar datang menemuiku, tapi entah kenapa aku sama sekali tidak merasa terhormat!” cibir Zhou Tian.
“Bocah, sebelumnya aku hanya marah, tapi ucapanmu barusan benar-benar sudah membuatku marah! Berani membuatku marah, konsekuensinya adalah kematian!” Song Nan semakin marah setelah merasa terhina ucapan Zhou Tian.
Menanggapi kemarahan Song Nan, Zhou Tian hanya tersenyum sinis meremehkan pria itu.
Tak lagi mampu menahan amarahnya dan merasa tak lagi perlu menahan amarahnya, Song Nan mengeluarkan tombak dari cincin penyimpanannya, dan langsung melesat maju menyerang Zhou Tian.
“Aku akan menyiksamu, dan sebelum mengakhiri hidupmu aku akan memberi tontonan gratis saat wanitamu menjadi penghangat tubuhku!” Song Nan menatap Zhou Tian dengan niat membunuh.
“Tombak Menghujam Langit!”
Serangan tombak yang begitu cepat dan tajam terus menghujam ke arah Zhou Tian. Kecepatan serangan benar-benar cepat, membuat orang biasa tak mungkin dapat menghindari serangan itu.
Namun, bagi Zhou Tian kecepatan serangan Song Nan masih sangat lambat dan tak sulit untuk dihindari.
Swush... Swush... Swush...
Bagai membelah angin, datangnya serangan Song Nan terjadi terus-menerus tanpa ada jeda, tapi meski sudah ratusan kali ujung runcing tombaknya menghujam ke arah Zhou Tian, tak ada satupun serangan yang mengenainya.
Wajah Song Nan menghitam karena marah, setelah berkali-kali serangannya tidak berhasil mengenai tubuh Zhou Tian.
Meski tahu kekuatan Zhou Tian tak sebatas berada di ranah Saint tingkat Sempurna, tapi Song Nan tidak menyangka jika kekuatan tubuh aslinya masih belum cukup untuk mengakhiri hidup Zhou Tian, yang begitu gesit menghindari setiap serangannya.
“Hah, sungguh lemah! Bagaimana mungkin kekuatan Dewa selemah ini?” cibir Zhou Tian sambil melakukan gerakan cepat menangkap ujung tombak Song Nan dengan tangan kosong.
“Kau, apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan senjataku dan terima saja kematianmu!” Song Nan berteriak dengan kedua tangan mencoba menarik tombaknya, yang digenggam erat Zhou Tian.
“Tidak perlu berteriak, aku tidak tuli!” ucap Zhou Tian yang terganggu dengan teriakan Song Nan.
Semakin termakan amarah tiap kali mendengar ucapan Zhou Tian, merasa jauh dari keberadaan orang lain, Song Nan yang sudah berkeinginan besar membunuh Zhou Tian, dia tak segan mengeluarkan aura puncak kekuatannya.
“Ranah Immortal tingkat Puncak. Kekuatan yang cukup mengesankan, tapi masih saja terlalu lemah untukku!”
Tak pagi menahan diri seperti yang dilakukan Song Nan, Zhou Tian begitu saja menunjukkan kekuatan sejatinya yang, ranah Immortal tingkat Sempurna, yang tentunya lebih kuat dari Song Nan.
‘Ke-Kekuatan ini, kekuatannya setara Jiang Feng! Tu-Tunggu dulu, ini bahkan lebih kuat!’ ucap Song Nan dalam hati yang dipenuhi keterkejutan.
Zhu Ying sendiri memilih menjauh sejak Song Nan mulai menyerang Zhou Tian. Dia tahu keduanya akan melakukan pertarungan serius, oleh karena itu dia memilih menjauh meski tak sedikitpun takut akan kekuatan Song Nan.
Song Nan yang kini tahu sekuat apa musuhnya, dia mencoba menarik diri, tapi dia baru sadar kalau sudah terdapat array yang membuatnya tak bisa pergi kemana-mana.
“Sayang sekali, kamu tidak aku beri kesempatan meninggalkan tempat ini, sekalipun itu hanya mayatmu!” ucap Zhou Tian dingin dengan sorot mata tajam tertuju pada Song Nan.
“Bahaya! Siapa dia sebenarnya, dan bagaimana mungkin keberadaannya selama ini tidak diketahui olehku dan yang lainnya?’ Song Nan tak habis pikir selama ini tidak ada yang mengetahui keberadaan sosok sekuat Zhou Tian.
Melirik Zhu Ying yang masih tetap tenang di tengah pertarungan dua sosok Immortal, Song Nan mulai memiliki pikiran buruk tentang Zhu Ying.
‘Buruk, ini benar-benar buruk! Kemungkinan wanita itu sama kuatnya dengan pria yang menjadi lawanku saat ini. Siap, satu saja mustahil aku kalahkan, bagaimana dengan dua?’ teriak Song Nan dalam hati.
Melepaskan tombak yang tak bisa dia ambil, Song Nan segera kelompat mundur menjauhi Zhou Tian.
“Kenapa mundur? Apa kamu berpikiran untuk mengakhiri hidupmu sendiri? Jika iya, aku tak akan melarangnya!” ucap Zhou Tian acuh.
Melambaikan tangannya, muncul sepuluh pedang berwarna putih di hadapan Song Nan. Setiap pedang memancarkan aura setara aura ranah Immortal tingkat Menengah.
“Sepertinya kamu mulai serius, kalau begitu aku juga akan sedikit serius.” Melambaikan tangan muncul sebuah seruling di hadapan Zhou Tian.
“Sudah lama aku tidak mengeluarkannya, dan sepertinya kamu ingin sedikit bermain-main dengan musuhku!” Zhou Tian berbicara pada seruling di tangannya, seolah benda pusaka itu dapat berbicara dengannya.
Song Nan melihat seruling di tangan Zhou Tian. Meski hanya sebuah seruling, dia merasa benda itu sangat berbahaya, apalagi aura kematian terpancar kuat dari benda itu.
Meski merasakan ancaman dari seruling di tangan Zhou Tian, Song Nan tetap bersikap tenang, dan bersiap menyerang menggunakan sepuluh pedang yang melayang di depannya.
“Seruling sampahmu akan aku hancurkan dengan pedangku!” Menggunakan banyak energi spiritual miliknya, Song Nan menggerakkan sepuluh pedang sesuai dengan keinginannya.
Salah satu sudut bibir Zhou Tian terangkat, membentuk senyuman sinis.
“Senjata sampah? Kalau bagimu ini senjata sampah, sebaiknya kamu segera bersiap karena senjata yang bagimu senjata sampah bisa saja senjata ini mengakhiri hidupmu!”
Mulai meniup seruling Dewa Kematian di tangannya dan memainkan lagu Seruling Kematian, Zhou Tian mulai mengirim lagu kematian pada Song Nan.
“Apa ini? Kenapa tubuhku menjadi kaku?” ucap Song Nan yang mulai kesulitan menggerakkan tubuhnya maupun mengontrol gerakan sepuluh pedang yang dia gunakan untuk menyerang Zhou Tian.
Baru juga ingin menyerang, begitu mendengar suara seruling Zhou Tian, Song Nan merasa energi di tubuhnya bergerak tak terkendali, seolah dia tak memiliki kendali atas energi di tubuhnya.
Zhou Tian yang melihat keadaan Song Nan serta gerakan sepuluh pedang yang tak terkendali, dia hanya sedikit menggelengkan kepala.
“Ini, apa semua yang terjadi padaku karena suara serulingnya?” ucap Song Nan lirih.
Semakin lama mendengar suara seruling Zhou Tian, bukan hanya tak bisa menggerakkan tubuhnya dan mengontrol energi di dalam tubuhnya, Song Nan mulai merasa aliran darahnya terganggu dan jantungnya semakin cepat memompa darah ke seluruh tubuhnya.
Meski organ dalam seorang kultivator sangat kuat, apa yang saat ini terjadi pada Song Nan bisa saja menjadi awal dari kematiannya.
“Hentikan! Apapun yang kau lakukan segera hentikan!” teriak Song Nan yang masih bisa membuka lebar mulutnya.
Mendengar teriakan yang begitu jelas, Zhou Tian sama sekali tidak mempedulikannya. Dia terus meniup seruling di tangannya, memainkan musik kematian yang akan mengiringi kematian Song Nan.
Merasa teriakannya diabaikan Zhou Tian, Song Nan sekuat tenaga mencoba menggerakkan tangannya. Tujuannya bergerak adalah kristal perpindahan yang tersimpan di lengan pakaiannya. Dengan menghancurkan kristal itu dia bisa pergi jauh dari tempatnya saat ini, tapi sekeras apapun dia berusaha, dia tidak bisa menjangkau apa yang ingin dia raih.
Aaarrgh...
Teriakan kesakitan terdengar dari mulut Song Nan saat satu persatu pembuluh darah di tubuhnya mulai pecah, bahkan darah segar mulai mengalir dari lubang hidung, telinga, mulut, bahkan kedua matanya mengeluarkan air mata darah.
Zhou Tian menghentikan permainan serulingnya melihat keadaan Song Nan yang sudah jatuh tak berdaya. Pedang terbangnya bahkan jauh lebih dulu terjatuh di sembarangan tempat, sebelum tubuh pemiliknya jatuh tersungkur.
“Apa yang kau anggap sampah, ternyata seruling ini mampu membuatmu terlihat begitu menyedihkan. Mungkin, jika aku memainkan seruling ini lebih lama lagi, sosok Song Nan hanya akan tersisa namanya!” ucap Zhou Tian.
Swush...
Zhou Tian muncul di dekat Song Nan, lalu dia mengambil seluruh barang berharga milik Song Nan, termasuk keberadaan kristal perpindahan tempat jarak jauh.
“Semua yang ada di tubuhmu sekarang menjadi milikku, dan aku akan membiarkan tubuhmu diam di dalam penjara yang telah aku siapkan untukmu!”
Zhou Tian melepaskan Song Nan ke dunia jiwa, dan melalui pesan telepati dia menyuruh ketiga binatang kontraknya menyeret tubuh tak berdaya Song Nan ke dalam penjara dunia jiwa.
“Dia belum mati, tapi keberadaannya yang tiba-tiba saja menghilang, pastinya dapat memancing kedatangan sosok lain yang juga dijuluki sebagai Dewa di Alam Fana!” ucap Zhou Tian saat melihat Zhu Ying mendekatinya.
“Biarkan saja mereka datang, lagipula tak akan ada yang tahu kalau hilangnya Song Nan berhubungan dengan kita,” balas Zhu Ying, lalu mereka segera melanjutkan perjalanan menuju reruntuhan istana Kaisar Naga.
...----------------...
Bersambung.