
Di Kota Dewa, tak lama setelah terjadi ledakan besar yang memusnahkan istana Lima Dewa.
“I-Itu, ba-bagaimana mungkin istana Lima Dewa bisa musnah?”
Di tengah kekacauan Kota Dewa, semua orang memiliki pertanyaan yang sama, pertanyaan tentang bagaimana istana Lima Dewa bisa musnah.
Tentu mereka tahu sekuat apa istana Lima Dewa, dan lagi di sana ada lima sosok pilar kekuatan pelindung Alam Fana.
Di Alam Fana, siapa yang tak mengetahui kekuatan lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana? Ditambah keberadaan kekuatan istana Lima Dewa, selama ini mereka menjadi kekuatan paling unggul di Alam Fana.
Namun, sesuatu yang selama ini tak pernah ada berani mengusiknya, melam ini semua musnah tak bersisa.
Tak ada yang tersisa dari istana Lima Dewa, dan semua orang mulai bertanya-tanya siapa yang berani melakukan semua itu pada istana Lima Dewa.
Selain itu, orang-orang yang tinggal di Kota Dewa, mereka juga bertanya-tanya tentang keberadaan sosok lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana. Kemana mereka, dan kenapa membiarkan istana Lima Dewa musnah?
Tak ada jawaban dari pertanyaan mereka, dan mulai ramai orang yang berpikir jika kelima sosok itu musnah bersama dengan musnahnya istana Lima Dewa.
Peristiwa malam ini benar-benar menimbulkan banyak tanya, dan masih belum ada satupun orang yang berhasil menemukan jawaban dari pertanyaan mereka.
Malam pun berlalu dengan cepat, secepat tersebarnya kabar musnahnya istana Lima Dewa ke seluruh penjuru Benua Tengah, bahkan kabar itu tak lama lagi dapat di dengan oleh mereka yang tinggal di Benua lainnya.
Sejak beredarnya kabar musnahnya istana Lima Dewa dan kabar menghilangnya lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana, kekacauan mulai terjadi di berbagai tempat, yang berada di Benua Tengah.
Kekacauan sebagian besar dilakukan oleh para iblis yang berusaha membebaskan diri dari perbudakan.
Ribuan iblis berhasil membebaskan diri dari perbudakan selamat terjadinya kekacauan di wilayah Benua Tengah, tapi tak sedikit dari mereka yang mencoba membebaskan diri, mati saat mencoba membebaskan diri.
Masih di wilayah Benua Tengah tak begitu jauh dari Kota Dewa, enam sosok terlihat sedang menikmati sarapan pagi sederhana, berupa ikan segar yang dipanggang sampai matang.
Ke-enam sosok itu adalah Zhou Tian, Zhu Ying, Zhou Lin, Zhu Ning, Zhou Gang, dan terakhir ada Zhu Rong. Semalam setelah musnahnya istana Lima Dewa, mereka memutuskan pergi meninggalkan Kota Dewa, dan bermalam di pinggir aliran sungai tak jauh dari Kota Dewa.
Memakan makanan mereka untuk memenuhi keinginan memakan makanan, selesai menghabiskan seluruh makanan, mereka terlibat pembicaraan santai.
“Di Benua Selatan dan di Benua Timur, ras iblis sudah memiliki pondasi kokoh untuk kembali bersaing dengan ras lain, terlebih di Benua Selatan,” ucap Zhou Lin pada Zhou Tian.
“Di kedua Benua, terutama Benua Selatan, ras iblis memang sudah memiliki pondasi sangat kokoh, tapi berbeda dengan di tiga Benua lainnya. Di tiga Benua lainnya, ras iblis masih dijadikan budak ras lain, dan senantiasa mendapatkan perlakuan buruk!” ungkap Zhou Tian.
Zhou Lin dan yang lainnya menganggukkan kepala mengerti, dan mereka bertekad membebaskan seluruh iblis dari perbudakan.
Istana Langit telah musnah dan lima pilar kekuatan pelindung Alam Fan juga telah dikalahkan. Kini, tak lagi ada kekuatan besar yang dapat menghalangi mereka membangkitkan kekuatan ras iblis di Alam Fana.
“Adik, apa rencanamu setelah ini? Apa kamu akan pergi ke Benua Lain?” tanya Zhou Gang penasaran dengan apa yang akan dilakukan Zhou Tian.
“Aku tidak akan pergi ke Benua lain, tapi aku akan membantu kekuatan iblis di Benua ini, dan setelah semua itu tercapai, yakinlah tak akan sulit membangun kekuatan ras iblis di dua Benua lainnya,” jawab Zhou Tian sambil tersenyum cerah.
“Kekuatan Benua Tengah selama ini menjadi patokan ras mana yang terkuat di Alam Fana. Membangun kekuatan iblis di Benua ini, tentu itu akan berimbas besar pada Benua lain, terutama Benua Utara dan Benua Barat,” ucap Zhu Ying mengerti apa arti dari rencana Zhou Tian.
Meskipun dia tidak tahu cara seperti apa yang kali ini akan digunakan Zhou Tian untuk membangun kekuatan iblis di Benua Tengah, Zhu Ying yakin pria itu dapat melakukan apa yang sudah diucapkan dengan mulutnya.
Tak keberatan, mereka berempat menyanggupi apa yang menjadi keinginan Zhou Tian.
Selesai makan, Zhou Lin dan tiga orang lainnya, mereka memutuskan kembali ke Benua Selatan sebelum nantinya Zhou Gang dan Zhu Rong pergi ke Benua Timur.
Untuk prajurit Kerajaan Iblis yang ikut berkunjung ke Benua Tengah, mereka sudah mengirim pesan jiwa kalau semua berhasil selamat, dan menunggu kedatangan Zhou Lin dan yang lainnya di selatan Kota Dewa.
“Ying’er, mari kita cari tempat terbaik di Benua Tengah untuk dijadikan asal muasal wilayah kekuasaan ras iblis di Benua ini!” ucap Zhou Tian yang mendapat balasan anggukan kepala Zhu Ying.
Berpisah dengan Zhou Lin dan tiga orang lainnya, setelah menentukan tujuan, Zhou Tian dan Zhu Ying segera pergi ke tempat tujuan mereka.
...----------------...
Istana megah berdiri di sebuah pulau melayang yang dijaga ketat oleh ribuan prajurit, dengan yang terlemah diantara mereka berada di ranah Immortal Bumi.
Di ruangan megah di dalam istana pulau melayang, empat sosok pria sedang terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius.
Salah satu sosok pria adalah Ye Wuming, dan tiga pria lainnya adalah Yu Xuan, Zhang Jiangsu, dan sosok ang paling berkuasa diantara, Guan Juzi.
“Adik Wuming, apa kamu yakin kekuatan iblis di Alam Fana telah bangkit, bahkan orang-orang yang kamu beri kekuatan tak sanggup berhadapan dengan kekuatan iblis di sana?” Yu Xuan bertanya pada Ye Wuming yang duduk tepat di hadapannya.
Mendengarnya, Ye Wuming mengangguk. “Mereka kalah, bahkan setelah menerima bantuan terakhir dariku, yang membuatku harus kehilangan satu tingkat kultivasi.” Wajah Ye Wuming nampak jelek saat mengatakan semua itu.
“Sekuat apa orang-orangmu di Alam Fana, dan sekuat apa iblis lawan mereka?” Giliran Zhang Jiangsu yang bertanya pada Ye Wuming.
“Setelah mendapatkan bantuan dariku, seharusnya mereka memiliki kekuatan di ranah Immortal Bumi tingkat Sempurna. Melihat kekuatan mereka, seharusnya iblis yang menjadi lawan mereka memiliki kekuatan setidaknya berada di ranah Immortal Langit tingkat Awal atau tingkat Menengah,” jawab Ye Wuming tak tau pasti kekuatan iblis yang menjadi lawan orang-orang nya.
“Memiliki kekuatan yang begitu besar untuk ukuran kekuatan di Alam Fana, tapi orang-orangmu tidak mengetahui keberadaan mereka. Sebenarnya apa saja yang di lakukan orang-orangmu? Apa mereka hanya bermalas-malasan sambil menikmati apa yang kamu berikan pada mereka?” Suara keras keluar dari mulut Guan Juzi, pertanda dia sedang marah.
Ye Wuming bingung harus menjawab seperti apa karena dia memang tak selalu mengawasi orang-orang nya di Alam Fana, dan saat dia mengawasi mereka, semua terlihat begitu fokus memberantas kekuatan iblis yang mencoba bangkit.
Dia merasa orang-orang nya melakukan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan, tapi dia sendiri tidak tahu bagaimana orang-orang nya bisa kecolongan, dan sekarang tak ada yang tahu tentang keberadaan mereka.
“Kamu tidak perlu menjawab pertanyaan yang jawabannya sudah aku ketahui!” ucap Guan Juzi sambil mengarahkan sorot mata tajam pada Ye Wuming. “Biarkan orang-orangku yang membereskan iblis itu! Dengan kekuatannya yang sudah berada di ranah Immortal Langit tingkat Puncak, di Alam Fana tak akan ada sosok yang lebih kuat darinya!”
Guan Juzi sudah memutuskan akan mengerahkan orangnya yang selama ini dia tempatkan di Alam Fana, untuk berjaga-jaga kalau orang-orang Ye Wuming gagal mengerjakan tugasnya. Setelah kegagalan orang-orang Ye Wuming, sudah saatnya orang itu bergerak menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan.
Setelah Guan Juzi memutuskan menggunakan orangnya sendiri untuk membereskan masalah di Alam Fana, Ye Wuming dan dua orang lainnya pamit undur diri meninggal istana pulau melayang yang merupakan milik Guan Juzi, dan dia adalah satu-satunya pemilik istana pulau melayang yang ada di Alam Langit.
Setelah tiga sosok pria yang sudah dianggapnya sebagai saudara pergi, Guan Juzi memejamkan kedua matanya dalam posisi duduk.
Dengan kedua mata terpejam, dia bergumam sangat pelan, “Ayahanda, Ibunda, aku telah berhasil membunuh iblis yang di masa lalu telah membunuh kalian, aku juga telah memusnahkan setiap iblis yang muncul di Alam Langit, dan aku tak akan membiarkan kekuatan iblis bangkit sekalipun itu di Alam yang lebih rendah!”
...----------------...
Bersambung.