Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda
45


"Lho? Tara mana Gio?" tanya Lydia ketika ia hanya melihat putranya itu pulang hanya sendiri. Membuat wanita itu menjadi sedikit heran ditambah mimik wajah Gio yang masam membuat Lydia, berpikir bahwa anak dan menantunya itu pasti sedang bertengkar lagi seperti. "Gio, Mommy tanya dimana Tara?" Karena tidak mendapat jawaban dari Gio pada akhirnya Lydia bertanya lagi pada putranya itu.


"Aku tinggalkan Tara di rumah kedua orang tuanya," jawab Gio dengan wajah datar. "Mommy jangan tanya-tanya dia lagi, karena mendengar namanya saja aku kesal," lanjut Gio yang akan menaiki anak tangga. Akan tetapi Lydia malah membuka suara membuat langkah kaki laki-laki itu terhenti.


"Ada apa dengan kamu Gio? Kenapa kamu malah menjawab Mommy begitu? Dan juga kenapa kamu harus berkata seperti itu?" Lydia yang sedang duduk di sofa segera menghampiri Gio. Karena ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan putranya saat ini. "Gio, kamu jangan membuat Mommy salah paham seperti ini, bisakah kamu sekarang jelaskan saja, apa yang telah terjadi? Sehingga membuat wajah kamu menjadi seperti ini."


Gio yang sebenarnya tidak ingin menceritakan semuanya pada sang ibu, namun mengingat laki-laki itu tidak bisa menyembunyikan apapun dengan wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini membuat Gio harus berkata jujur. Sehingga tidak ada yang ia sembunyikan dari sang ibu.


"Mom, pernikahan Avantika dibatalkan, gara-gara calon suaminya entah pergi kemana."


Mendengar itu Lydia tidak percaya karena, hanya laki-laki bo doh yang meninggalkan Tika di acara yang sangat sakral itu di tambah Tika sudah bekerja dan juga Tika terbilang dari keluarga yang berada meskipun tidak sekaya keluarganya. Membuat Lydia begitu kaget saat mendengar kalimat sang putra.


"Astaga, apa yang kamu katakan Gio? Benarkah semua kalimat yang terlontar dari mulutmu itu?" Lydia rupanya belum percaya oleh sebab itu, ia bertanya seperti itu pada Gio.


Lydia semain shock mendengar Gio yang mengatakan kalau Tika sedang mengandung. "Jadi, apa ini salah satu alasan kamu meninggalkan Tara di sana, karena Avantika gagal menikah dan sedang berbadan dua juga?".


Gio menghela nafas sambil menjawab,


"Tara menantu Mommy yang otaknya sedang konslet, bisa-bisanya menyuruhku untuk menceraikannya dan malah menyuruhku untuk menikahi Avantika, wanita yang dulu dengan terang-terangan menolakku itu. Dan bisa-bisanya Tara mengatakan demi menutup aib pada keluarganya itu. Coba Mommy bayangkan dan pikirkan sendiri dimana sebenarnya Tara menaruh otaknya? Karena kenapa dia malah menjadi bo doh seperti ini? Menyuruhku melakukan hal yang tidak akan pernah mungkin aku lakukan di dalam dunia serta alam semesta ini."


Lydia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena mendengar penuturan Gio. Lydia juga ikut merasa tidak habis pikir dengan pemikiran menantunya itu. "Kamu tanang sana Gio, selama kata cerai tidak keluar dari mulutmu, rumah tangga kamu dan Tara akan baik-baik saja. Kuncinya bahwa kamu harus memegang erat kata setia, maka sekuat apapun Tara meminta kata cerai itu semua tidak akan pernah terucap dari mulutmu Gio."


"Mom, aku saat ini benar-benar tidak tahu, apa yang harus aku lakukan."


"Tidak ada yang perlu kamu lakukan Gio karena kamu cukup diam saja," balas Lydia.