
Dariush dan Alceena melanjutkan tidur setelah puas bercinta walaupun hanya satu kali. Kedua orang itu sudah tak fokus lagi pada acara yang dilangsungkan untuk pebisnis muda di Eropa.
Alceena sudah mendapatkan tujuannya yaitu mendapatkan bantuan dari perusahaan lain yang tak lain adalah milik Dariush. Dan anak Tuan Dominique yang kedua pun telah berhasil membuat hubungan lebih dekat dengan sang pujaan hati.
Sampai-sampai waktu pun bergulir hingga siang hari. Barulah Alceena dan Dariush membuka mata. Kebetulan sekali bersamaan.
Kedua orang itu saling mengulas senyum. Pemandangan yang indah saat bangun tidur sudah menatap wajah satu sama lain.
"Aku ingin menemui Brandon Brooks untuk menginterogasinya." Alceena memberitahukan kegiatan hari ini yang ingin dia lakukan.
"Aku temani, kita bertemu di luar saja agar lebih leluasa," balas Dariush seraya menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi pipi.
"Jangan, ini urusanku. Biarkan aku menyelesaikannya sendiri," tolak Alceena beriringan dengan tangan mengusap pipi yang bulunya sudah dicukur habis.
"No, Ceena. Aku harus memastikan kau baik-baik saja. Emosimu naik turun dan takutnya akan membahayakan kandunganmu." Dengan hati-hati, Dariush memberikan penjelasan agar tak ditolak oleh Alceena. Tangannya sampai mengelus perut yang sedikit buncit agar wanitanya luluh.
Alceena terdiam sejenak. Memutar mata seolah sedang berpikir. "Baiklah, tapi kau yang menghubungi si Pecundang itu. Aku malas."
"Beres." Dariush menoel hidung Alceena. "Kau mandilah terlebih dahulu, aku akan menghubungi Brandon," titahnya kemudian seraya berpindah menjadi duduk.
"Memang aku mau mandi," balas Alceena sedikit sinis. Dia mengerucutkan bibir karena Dariush ternyata tak peka.
Alceena masuk ke dalam kamar mandi seorang diri. Dia kesal dan sebal. "Setelah bercinta, seharusnya mandi bersama. Dia justru memintaku untuk mandi sendirian. Dasar!" Wanita itu menggerutu di bawah guyuran air shower yang hangat.
Tanpa Alceena ketahui, ternyata Dariush hanya mengirimkan sebuah pesan saja pada sekretarisnya untuk mengurus pertemuan dengan Brandon. Dia langsung menyusul sang wanita ke dalam kamar mandi.
"Kenapa ikut ke dalam?" tanya Alceena dengan nada yang terdengar kesal. Tangannya mematikan shower dan berbalik menghadap Dariush. Wajah bahkan nampak cemberut.
Namun, ekspresi Alceena yang sedang merajuk justru terlihat menggemaskan dan tambah cantik. Tangan langsung mendarat pada bagian tubuh wanitanya yang selalu memiliki magnet, yaitu pantat. Sedangkan sebelahnya memencet botol shampo hingga cairannya keluar.
"Kalau ingin mandi bersama, lain kali langsung bilang saja. Jangan menunggu aku berinisiatif mengajakmu," bisik Dariush seraya mengusap rambut Alceena hingga berbusa.
Alceena mencebikkan bibir. "Siapa yang ingin mandi bersamamu," elaknya.
"Baiklah, bukan kau yang ingin, tapi aku yang mau mandi bersamamu. Maukah kau berganti memandikan aku?" Lebih baik Dariush mengalah, daripada berakhir membuat Alceena marah-marah. Saat hamil, wanitanya jadi seperti orang labil. Sedikit-sedikit marah padanya, nanti bisa langsung berubah baik lagi. Dia hanya bisa mencoba memahami hormon kehamilan Mommy dari anak-anaknya saja.
"Duduklah di lantai, aku malas mendongak saat memandikanmu. Kau terlalu tinggi." Alceena menyetujui dengan mengajukan persyaratan.
"Besok aku sediakan kursi agar tinggimu bisa sejajar denganku," kelakar Dariush seraya mengusap puncak kepala Alceena. Dia pun menuruti wanitanya. Berjongkok di hadapan sang pujaan hati.
Mereka tak melakukan apa pun di dalam kamar mandi. Hanya saling membersihkan tubuh saja.
...*****...
...Walah Ceen, tinggal ngomong minta dimandiin, gitu aja kok gengsi wkwkwk...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...