My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 168


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Dariush sampai juga di Switzerland. Dia langsung datang ke lokasi di mana sang kekasih berada, Danau di Kota Zurich yang dikelilingi oleh bangunan.


Mata Dariush langsung bisa menangkap jelas seorang wanita yang tengah duduk sendirian di salah satu kursi dekat danau. Tak jauh dari Alceena, berdiri Roxy yang terus memantau.


Kaki Dariush mengayun dengan langkah pasti. Tanpa permisi atau mengucapkan sepatah kata pun, pria itu duduk begitu saja di samping Alceena. Tak lupa tangan merangkul pundak wanita tersebut.


Alceena yang sadar bahwa kini tak duduk seorang diri pun reflek menengok. Dia mengulas senyum senang. “Akhirnya kau datang juga ke sini,” ucapnya seraya menyandarkan kepala di bahu kokoh Dariush.


Dariush mengusap kepala Alceena dengan gemas. “Karena meninggalkanmu sendiri tanpa pengawasan mataku secara langsung, bisa membuat hari-hariku tak tenang,” balasnya.


‘Salahmu sendiri gila kerja, sudah kaya pun masih saja mencari uang di hari libur.’ Alceena hanya menggumamkan kalimat tersebut di dalam hati. Sebab, yang dilontarkan oleh wanita itu adalah sebuah sindiran dengan nada bicara sinis. “Makanya, lain kali kalau membeli kalender jangan yang hitam semua. Mentang-mentang salah satu anak pebisnis sukses di Eropa, lalu beli kalender yang berbeda dari rakyat biasa.”


Dariush justru terkikik mendengar Alceena mengomel secara langsung. Dia paham dengan ucapan sang kekasih. “Justru karena banyak uang, maka aku tak pernah membeli kalender. Semua menggunakan serba digital, dan tidak ada yang berwarna merah, semua terlihat hitam.” Pria itu justru semakin menggoda agar Alceena tambah kesal. Memang dasar manusia jahil, orang yang dia cintai pun tetap saja dikerjai.


Bibir Alceena langsung mencebik. “Pantas saja kau tak tahu mana hari libur dan tidak.” Dia berdiri dari sana. Mengayunkan kaki meninggalkan Dariush.


Dariush justru tertawa melihat wajah kesal kekasihnya. “Padahal dia rindu berat, masih sempat saja untuk bersandiwara merajuk,” gumamnya diiringi gelengan kepala yang tak habis pikir dengan Alceena yang memiliki kebiasaan saat setiap kali rindu, bukan kata-kata yang terlontar, tapi drama mencari-cari perhatiannya. Untung sudah hapal dengan kebiasaan sang pujaan hati.


Dariush tak menyusul Alceena, pria itu tetap duduk sembari menyaksikan punggung sang kekasih yang perlahan menjauh. “Dalam hitungan ketiga, dia pasti berbalik badan lagi,” tebaknya. Anak Tuan Dominique yang kedua pun mulai berhitung. “Satu ... dua ... tiga ... empat ... li—”


Dariush langsung berdiri setelah angka lebih dari tiga terucap, tapi Alceena tak berbalik badan juga. “Ku kira dia sandiwara, ternyata benar-benar marah.” Pria itu salah prediksi. Jika sang kekasih bersandiwara, biasanya berbalik lagi setelah hitungan ketiga untuk merengek dikejar. Namun, pujaan hatinya menyelonong saja terus.


Alceena hendak membuka pintu taksi, tapi sudah didahului oleh Dariush yang menarikkan untuk dirinya. Dan dia langsung masuk saja ke dalam, barulah Dariush menyusul di sampingnya, sedangkan Roxy di depan.


Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah yang disewa oleh Alceena, wanita itu diam saja. Ingin melihat seberapa jauh sang kekasih bisa membujuk.


Alceena turun sendiri, tak menunggu Dariush membukakan pintu. Dia segera masuk ke dalam kamar. Duduk di tepi ranjang, dan membelakangi pintu masuk.


“Sekarang kau berubah, Dariush. Sebelum kita resmi menjadi kekasih, kau selalu memiliki waktu luang untukku. Bahkan saat hari kerja pun kau masih bisa menemuiku hanya untuk membuatku kesal. Tapi sekarang, kau justru semakin sibuk.” Alceena berbicara dengan suara yang sangat sedih.


...*****...


...Kalo di Indo mah kaya begitu emang sering terjadi Ceena. Kadang tuh pas ngedeketin usahanya ada aja, sibuk pun diluangin, ga punya duit pun dipunya-punyain. Tapi pas udah jadian, beuhhh boro-boro ada waktu, yang ada ditinggal selingkuh wkwkwkwkwk...


...*****...


...Bestie, yang merasa punya akun ini, dm ke instagram aku @heynukha ya. Kamu menang giveaway loh. Aku tunggu hari ini sampai jam 21:00 WIB. Kalo ga dm aku ke instagram, ku anggap gugur ya, nanti hadiahnya aku oper ke peringkat ke 4. Sayang loh kalo ga di klaim...