My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 162


Tepat seperti prediksi Dariush, wanitanya memang butuh dibujuk rayu dan tengah mencari pertahiannya dengan berbagai macam cara. Untung saja dia peka, jadi tahu apa yang harus dilakukan.


Terbukti kalau keras kepala Alceena akan kalah dengan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Dariush. Nyatanya, sekarang wanita itu sudah duduk manis di atas pesawat pribadi keluarga Dominique, merelakan keinginannya untuk naik kereta api hanya demi bisa diantarkan oleh sang kekasih.


Bahkan Alceena terus memeluk lengan Dariush dan menyandarkan kepala pada bahu kokoh sang kekasih pada saat perjalanan udara menuju Switzerland. Seketika dia sudah lupa kalau tadi sempat merajuk dan marah-marah pada anak Tuan Dominique itu.


“Perut sudah besar tapi kau masih saja semangat bekerja, padahal aku bisa memenuhi semua kebutuhanmu,” cicit Dariush seraya mengusap puncak kepala Alceena dengan sangat lembut.


“Karena tidak selamanya seorang wanita bisa bergantung pada penghasilan pria. Umur tak ada yang tahu, siapa yang akan dipanggil oleh Tuhan terlebih dahulu. Misal harus kehilanganmu suatu saat nanti, jadi aku tetap bisa menghidupi diriku sendiri dan anak-anak. Pendidikan keturunanku tetap akan terjamin, mereka juga bisa ku pastikan hidup senyaman mungkin,” jelas Alceena menyampaikan alasan kenapa dia tak pernah mau berhenti bekerja sekali pun memiliki pasangan yang sudah kaya raya.


“Apa kau berharap aku mati?” tebak Dariush yang perasaannya sedikit merasa sensitif dengan ucapan Alceena. Dia sampai berhenti mengusap puncak kepala.


“Tidak.”


“Lalu, kenapa kau bisa terpikir sampai saat aku meninggalkanmu?”


“Karena hidup bukan untuk hari ini saja, tapi juga dimasa yang akan datang. Aku hanya mengantisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi.” Sembari menjelaskan, Alceena menggerakkan telunjuk kiri untuk membuat lingkaran di dada Dariush yang dua kancing kemeja teratas sengaja dia buka.


Dariush bahkan tak menyangka kalau Alceena sudah berpikiran sejauh itu. “Padahal, walaupun aku tiada pun tetap mempersiapkan dana yang pasti bisa menjamin kehidupanmu dan anak-anak sampai puluhan tahun kedepan.”


“Wanita tetap harus memiliki kemampuan untuk menghasilkan dan mengelola uang. Jika tidak, sebanyak apa pun yang dimiliki, pasti akan habis, sedangkan kebutuhan pasti akan terus bertambah. Jadi harus pintar memutar penghasilan.”


Dariush mengecup puncak kepala Alceena saat itu juga. “Jika banyak orang menginginkanmu karena kau seksi, aku justru kagum dengan pemikiranmu yang mempertimbangkan masa depan dari sekarang.”


Setelah mengucapkan itu, tiba-tiba tangan kekar Dariush perlahan turun dari kepala ke pantat. “Ya, anggap saja tubuh molekmu ini sebagai bonus plus-plus,” imbuhnya seraya meremas bagian yang memang seperti memiliki magnet itu.


“Kau sudah ada tempat tinggal di sini?” tanya Dariush seraya membukakan pintu taksi.


“Ada, aku sudah menyewa rumah untuk tempat tinggal sementaraku,” jawab Alceena.


“Oke, kita langsung ke sana saja, ya? Agar kau bisa segera istirahat,” pinta Dariush seraya mengusap perut Alceena.


Kendaraan umum roda empat itu pun melaju menuju alamat yang disebutkan oleh anak Tuan Pattinson tersebut. Lumayan juga untuk sampai ke tempat tinggal sementara Alceena, membutuhkan perjalanan selama empat puluh lima menit.


Dariush tidak membiarkan Alceena membawa koper. Dia yang menarik benda itu sampai masuk ke dalam rumah yang dari luar terlihat sederhana, tapi saat melihat desain di dalam akan langsung terpesona.


“Aku pulang ke Helsinki dini hari, ya? Kau di sini akan dijaga oleh Roxy, dia orang kepercayaan keluargaku,” beri tahu Dariush setelah sampai di dalam kamar dan duduk di samping sang kekasih.


Alceena mengangguk, dia tak bisa memaksakan diri agar Dariush terus berada di sampingnya setiap saat. Mau meluangkan waktu mengantar pun sudah termasuk hal luar biasa. Apa lagi disela kesibukan pria itu.


‘Aku harus memberinya pelayanan yang bagus sebelum Dariush pulang ke Helsinki. Dia pasti akan ketagihan.’ Alceena bergumam di dalam hatinya, merencanakan aktivitas yang akan dilakukan selama beberapa jam kedepan.


...*****...


...Waduh, kamu mau kasih pelayanan apa ke Dariush Ceen? Jangan yang aneh-aneh loh, takutnya tar aku cemburu kalo Dariush makin cinta sama kamu. Nanti ku kasih masalah bertubi-tubi kalo kalian terlalu bucin....


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komeb, vote, dan hadiahnya bestie...