My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 160


Satu bulan berlalu, kini kandungan Alceena sudah enam bulan lebih. Saat ini, wanita itu sedang perjalanan menuju perusahaan kekasihnya karena ingin memberitahukan suatu hal penting, serta mengajak Dariush.


Setelah sampai di lokasi tujuan, Alceena langsung disambut hangat oleh karyawan di gedung tinggi tersebut. Bahkan dia diantarkan sampai ke depan pintu ruang CEO.


“Silahkan, Nona.” Karyawan itu membukakan pintu untuk Alceena masuk.


“Terima kasih.” Alceena mengulas senyum seraya menepuk pundak wanita yang mengantarkannya.


Kaki jenjang yang kini memakai flatshoes itu mengayun ke dalam ruang kerja sang kekasih. Dia menarik kedua sudut bibir saat bertemu pandang dengan Dariush. “Siang, Sayangku,” sapanya dengan suara yang terdengar sangat manja.


“Siang, tumben sekali kau datang ke sini.” Dariush segera berdiri, menghampiri Alceena dan menuntun wanita itu untuk duduk di pangkuannya.


Alceena menurut saja saat pantat sudah menempel di paha kekasihnya. Justru semakin membuat posisi menjadi lebih intim dengan duduk miring agar bisa melingkarkan tangan di leher Dariush. “Aku ingin menyampaikan sesuatu,” ucapnya sembari mengulas wajah yang terlihat bahagia.


“Apa? Cathleen sudah memiliki kekasih dan kau mau menikah denganku?” Dariush mencoba menebak seraya mengusap pipi mulus Alceena.


Wanita hamil itu bergeleng. “Bukan, setelah pesta lajang, Cathleen belum cerita apa pun denganku.”


Dariush menaikkan sebelah alis. “Lalu, apa yang membuatmu sampai rela datang ke sini dan terlihat sangat bahagia?”


Rentetan gigi rapi dan putih menghiasi raut wajah Alceena. Dia merogoh tas dan mengeluarkan dua buah tiket. “Ini dia,” beritahunya seraya menyodorkan kertas yang berbahan tebal.


Dariush mengambil dua tiket tersebut dan membaca dengan teliti. “Kau membeli tiket kereta untuk perjalanan menuju Switzerland malam ini? Untuk apa?”


Alceena mengangguk membenarkan. “Aku ada project yang harus shooting di sana, itu adalah film layar lebar yang kau danai. Apakah lupa?”


Dariush meletakkan tiket tersebut ke atas meja, lalu memeluk pinggang kekasihnya. “Aku tak lupa, tapi untuk apa kita datang ke sana?”


Dariush mengulas senyum, kekasihnya mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya pendapatnya terlebih dahulu. Tapi, pria itu tetap tak marah. Justru mencoba menjelaskan bahwa dia tak bisa seenaknya pergi dan menetap di tempat lain.


Tangan Dariush menuntun kepala Alceena agar bersender pada bahunya. “Sayang, bukannya aku tak mau pergi dan menemanimu. Tapi, aku memiliki pekerjaan juga di sini, jadi tak bisa ditinggal seenaknya.” Sambil mengusap rambut sang kekasih, dia menolak ajakan wanita itu secara halus.


Sudah dipastikan wajah Alceena langsung berubah menjadi ditekuk, bibir manyun seperti bebek. “Hanya satu bulan, apa tak bisa kau mengerjakan urusan kantor dengan virtual?” rengeknya yang tak ingin berjauhan dari Dariush sampai berinisiatif membelikan tiket sang kekasih tanpa bertanya persetujuan terlebih dahulu.


Dariush menggelengkan kepala. “Tidak semua bisa dilakukan virtual, Sayang.”


Alceena yang mendapatkan penolakan pun langsung mendorong dada bidang Dariush. Dia bangkit dari pangkuan sang kekasih. “Yasudah kalau kau tak bisa pergi bersamaku, aku ke Switzerland sendiri saja.” Wanita itu memang berbicara seperti menerima keputusan Dariush. Tapi, jika didengar dari nada bicara, Alceena nampak sedang merajuk.


Karena tak sesuai ekspektasinya, Alceena pun mengayunkan kaki untuk menjauh dari Dariush.


“Sayang, kau mau ke mana?” tanya Dariush. Dia tentu saja otomatis menyusul.


“Pulang, aku mau packing untuk pergi nanti malam.”


...*****...


...Sabar ayang Dariush, bebeb Ceena kayanya pas hamil jadi makin nyusahin dan menyebalkan wkwkwk tapi dia maunya lengket sama kamu loh. Jadi, terima ajalah akibat dari kelicikanmu yang nanem bibit diem-diem hahahaha...


...Spoiler dikit, tar di Switzerland bakalan ada part Dariush ungkap kalau dia adalah pendonor kecebong pas inseminasi Alceena. Tapi gatau di part berapa, jadi jangan skip...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...