My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 37


Sesuai perintah Dokter Hillary, Alceena kembali lagi setelah empat belas hari untuk melihat hasil inseminasinya berhasil atau tidak. Pengecekan hasil untuk inseminasi minimal dua minggu setelah proses pembuahan, jika di bawah itu akan menunjukkan hasil positif atau negatif palsu.


Alceena kini sudah terbaring di atas brankar untuk di USG. Dia melihat layar di monitor saat Dokter Hillary mulai menyentuhkan transduser di atas perut ratanya.


“Jadi, bagaimana hasilnya, Dok?” tanya Alceena yang tak paham dengan gambar tak terlalu jelas di monitor.


“Selamat, Nona, inseminasinya berhasil.” Dokter Hillary menunjuk sebuah bulatan kecil. “Itu adalah zigot yang sudah mulai menempel di dinding rahim.”


Penjelasan Dokter Hillary itu membuat Alceena mengulas senyum senang. Tidak sia-sia keluar banyak uang. Dia mengelus perut saat gel yang ada di permukaan kulitnya sudah dibersihkan. “Tumbuh dengan baik anakku.”


“Mari duduk di sana, Nona.” Dokter Hillary menunjuk kursi yang ada di hadapan meja kerjanya. “Saya akan menjelaskan sedikit tentang masa kehamilan karena ini yang pertama untuk Anda, agar tak terkejut jika sewaktu-waktu mengalami gejala hamil muda.”


Alceena mengikuti perintah Dokter Hillary, dan kini ia duduk di hadapan orang yang sudah membantu proses kehamilannya.


“Jadi, saat usia kandungan di trismester pertama, biasanya akan mengalami gejala umum seperti pusing, mual, muntah, merasa lelah. Tapi tidak semua mengalami hal itu. Jika Anda kebetulan merasakan gejala tersebut, kembali lagi ke sini untuk saya resepkan obatnya,” jelas Dokter Hillary agar pasiennya tidak akan sembarangan mengambil tindakan atau panik saat mengalami tanda-tanda hamil muda.


“Beres, tapi sekarang aku belum merasakan apa pun.”


“Memang tidak pasti gejala itu terjadi, Nona.” Dokter Hillary nampak menuliskan sesuatu pada selembar kertas dan memberikan pada Alceena. “Itu resep vitamin yang harus Anda tebus di bagian apotik, tolong diminum rutin dan sesuai aturannya agar perkembangan serta nutrisi janinnya bagus.”


“Oke. Ada lagi yang harus aku lakukan? Pantangan saat kehamilanku, mungkin?” Alceena menerima kertas dari dokter. Tidak berniat untuk membaca tulisan di lembaran tersebut karena sudah sadar diri tak akan bisa paham dengan goresan tinta dari dokter.


“Jangan terlalu lelah, kurangi emosi, jangan banyak pikiran, usahakan tetap bahagia saat kehamilan Anda. Sebab, usia kandungannya masih rawan keguguran.”


Sementara itu, Dariush yang sedari tadi menguping di depan pintu, lalu tiba-tiba bersembunyi di balik tembok saat Alceena keluar ruangan pun berniat untuk masuk bertemu Dokter Hillary. Dia baru berani menunjukkan batang hidung setelah memastikan bahwa wanitanya tak melihat keberadaannya.


“Antri, Tuan. Aku datang ke sini terlebih dahulu, dan sekarang adalah giliranku!” seorang pasien yang ingin periksa dengan Dokter Hillary pun mengomeli Dariush karena menyerobot masuk ke dalam.


“Aku hanya sebentar, tak akan lama,” jelas Dariush yang terlihat tidak merasa bersalah.


Dokter Hillary yang menonton perdebatan kecil akibat ulah salah satu keturunan Tuan Dominique pun bergeleng kepala. “Tuan, mohon untuk mengantri, rumah sakit ini juga memiliki aturan,” tegurnya.


Namun, Dariush tetap tak keluar dari sana. “Aku hanya ingin bertanya, bagaimana hasil inseminasi Alceena? Apakah berhasil? Anakku tumbuh di dalam rahimnya?” Dengan tak sabaran, dia bertanya pada dokter.


Dokter Hillary menganggukkan kepala. “Nona Alceena sedang mengandung anak Anda.”


“Yes ....” Dariush mengepalkan tangan dan mengangkat sedikit ke udara. Dia sangat bahagia mendengar berita kehamilan Alceena.


...*****...


...Yah, sad banget doaku ga terkabul kalo bakalan gagal inseminasinya wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah ya bestie...