My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 178


Alceena membawa piring berisi makanan yang tak jelas bentuk serta belum teruji rasanya. Entah disebut apa masakannya tersebut. Bahkan ini adalah hasil karya tangannya yang pertama.


Alceena tetap membiarkan Dariush terus menempel dan mengikutinya. Walaupun sedikit berat, tapi mulut enggan mengeluarkan suara hanya sekedar mengusir.


Tangan yang memiliki jemari lentik itu meletakkan piring ke atas meja, lalu menggoyangkan badan agar Dariush melepaskan diri dari tubuhnya.


Dariush paham dengan body language yang diberikan oleh sang kekasih. Tapi tetap saja tak mau memisahkan tubuh. “Coba kau berikan perintah padaku menggunakan suara, kalau ingin ku lepaskan,” pintanya.


Alceena mengeluarkan napas sangat kasar. Dan bisa disadari oleh Dariush kalau wanita itu masih dalam mode kesal, tapi tak bisa diutarakan hingga membuat anak Tuan Pattinson tersebut memilih diam.


Tangan Alceena menarik kursi kayu dengan sangat kasar. Karena Dariush tak mau melepaskan pelukan, maka dirinya mendorong pantat ke belakang hingga anak Tuan Dominique itu terduduk, dan Alceena berada di atas pangkuan.


Tak ada kelembutan yang diberikan oleh Alceena, wanita itu menarik tangan Dariush secara paksa, hingga dia terbebas dari pelukan.


Alceena mengambil garpu, lalu meletakkan ke tangan Dariush secara kasar. Wanita itu menuntun tangan sang kekasih untuk menyentuh masakannya.


Karena sudah tak didekap lagi, Alceena pun berdiri dan sengaja menginjak kaki Dariush hingga pria itu meringis.


“Tak apa kau menyiksaku, memukulku, injak kakiku, asalkan jangan diam terus seperti ini,” ucap Dariush seraya mata terus mengikuti pergerakan Alceena yang berpindah duduk di hadapannya. “Aku tahu kau pasti kecewa karena aku melakukan hal licik untuk mengikatmu. Tapi tolonglah lihat ketulusanku, jangan menilai dari sisi buruk saja.” Pria itu sampai meminta dengan suara yang terdengar sangat frustasi. Sebab, banyak macam cara sudah dicoba untuk mengembalikan mood Alceena, tapi tetap saja gagal.


Alceena tidak memperdulikan ocehan Dariush. Pita suaranya seakan lenyap entah ke mana, sampai seharian lebih tidak mengeluarkan suara apa pun, kecuali dari benda-benda yang sering dia ambil secara kasar untuk menunjukkan amarahnya pada sang pria.


Sebelum mengisi perut, Alceena menatap Dariush dengan sangat tajam. Keduanya saling berpandangan dengan sorot yang berbeda.


Alceena memasukkan makanan ke dalam mulut, dan mengunyah secara kasar yang ditunjukkan pada sang kekasih. Dia bermaksud untuk memberikan perintah pada Dariush agar segera makan juga.


Dariush terang-terangan mengelus dada di depan Alceena. Menunjukkan bahwa dia masih sabar menghadapi kemarahan terbesar seorang wanita, yaitu diam seribu bahasa yang sangat sulit dibujuk.


“Iya, aku makan.” Dariush pun melihat bentuk masakan buah karya sang kekasih. ‘Apa rasanya enak? Bentuk saja tak meyakinkan seperti ini,’ gumamnya dalam hati.


Sebelum meyakinkan diri untuk ikut mengisi perut, Dariush berdoa terlebih dahulu di dalam hati. ‘Semoga lidahku mati rasa untuk sesaat.’


Dan ternyata prediksi Dariush sangat tepat. Rasa dari masakan Alceena tidak enak. Bukan hanya sangat asin, tapi terlalu banyak kaldu bubuk yang dicampur hingga tenggorokannya langsung merasakan tidak nyaman setelah menelan satu suap.


Wajah Dariush tak bisa berbohong jika sedang berusaha untuk menghabiskan masakan sang kekasih. Seberusaha mungkin tetap menunjukkan senyum ketika Alceena menatap ke arahnya. Padahal, dia sangat ingin memuntahkan dan membuang hidangan makan siangnya.


...*****...


...Tiati Dariush, kamu bisa aja diam-diam diracuni sama Alceena. Ingat, secara tak kau sadari, cinta bisa membunuhmu wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...