My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 102


Alceena menggelengkan kepala dengan sebelah sudut bibir yang nampak sinis. Sungguh dalam hati sedang kesal dengan Brandon yang tidak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun padanya. Justru berpikir jika dirinya belum bisa move on dari pria pecundang itu.


Kalau saja tak ada Dariush yang terus mengelus pahanya yang mampu menurunkan amarah saat mulai menanjak, bisa dipastikan segala macam umpatan dan kata-kata kasar akan keluar dari bibir Alceena.


“Menurutku, masalah itu memang pantas untuk dikulik lagi. Aku tak pernah memiliki kesalahan denganmu. Bahkan seburuk-buruknya kelakuanmu, aku selalu menutupinya dari publik agar namamu tetap baik.” Alceena berbicara dengan tegas dan serius, tidak memperlihatkan sisi emosionalnya. “Lalu, balasanmu padaku justru sebaliknya?” Dia mengeluarkan decakan yang menandakan bahwa tak habis pikir dengan kelakuan Brandon. “Benar-benar manusia yang tak tahu diri,” umpatnya kemudian.


“Aku tidak pernah memintamu melakukan semua itu, kau sendiri yang berinisiatif.” Brandon masih bisa menyanggah. Dia tak ingin terkesan jahat sekali membalas perlakuan baik seseorang.


Alceena mengepalkan tangan di bawah meja. Rasanya ingin meremas wajah Brandon saat ini juga. Namun, helaan napas pelan keluar dari bibir, berusaha untuk menghadapi tanpa emosi.


“Fine, anggap saja saat itu aku bodoh karena melindungi calon suamiku sendiri, dan dibutakan akan cinta.” Setiap orang pasti pernah mengalami hal itu, secara sadar maupun tidak. “Tapi yang mengganjal dalam pikiranku adalah, kenapa kau tega menuduhku mandul dan disebar melalui situs berita terkenal di negaraku?” tanya Alceena kemudian.


Dariush yang sejak tadi menjadi penonton pun mulai ikut kesal juga dengan respon Brandon. Dia akhirnya mengeluarkan suara agar obrolan penting itu bisa diselesaikan segera. “Tunjukkan rasa bersalahmu! Kau tidak seharusnya angkuh di sini, jawab serta jelaskan pada wanitaku tentang alasanmu memfintahnya!” titahnya dengan sangat tegas.


“Oke.” Alceena langsung menyepakati, dia ingin mendengar penjelasan dari sisi Brandon. Tangannya digenggam erat oleh Dariush. Kedua orang itu memasang wajah datar, namun telinga yang bekerja untuk mendengar.


“Tiga minggu sebelum kita menikah, aku membuat pesta lajang di sebuah club malam yang berada di basement sebuah hotel bintang lima. Kebetulan aku tahu jika calon kakak iparku sedang ada pekerjaan di Munich. Selena dan Aldrich ku ajak untuk bergabung karena mereka akan menjadi bagian keluargaku juga nantinya. Kami semua minum alkohol di sana, dan saat itu ada temanku memberikan sebuah obat yang ternyata adalah ekstasi.” Brandon mulai menceritakan kronologi dari awal. Tanpa disela sedikit pun oleh Dariush maupun Alceena.


Bahkan saat mendengar bahwa mantan calon suaminya mengkonsumsi narkotika, Alceena hanya membulatkan mata. Dia memilih diam dan membiarkan Brandon menyelesaikan cerita.


“Itu adalah kali pertama aku mengkonsumsi narkotika. Kau tahu efek ekstasi membuat suasana hatiku lebih bersemangat, napsu bercintaku sangat tinggi, dan saat semua obat yang aku konsumsi mulai mengambil alih kesadaranku, pikiran mulai berhalusinasi. Saat itu mataku melihat orang yang wajahnya seperti kau, dengan kasar aku menyeret orang itu ke dalam kamar hotel—”


...*****...


...Hiyaaa kentang banget si authornya, penjelasannya bersambung wkwkwk. Fix pasti abis ini pada marah-marah di kolom komentar karna kurang panjang, soalnya yang panjang cuma anunya Dariush hahahaha...