My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 166


Hari ini Alceena akan melakukan berbagai macam cara agar Dariush segera datang ke Switzerland. Satu atau dua hari di sini juga tak masalah. Hitung-hitung liburan saat tanggal merah. Dia ingin leluasa bermesraan bersama sang kekasih. Tapi nyatanya? Hanya kerja saja yang dilakukan oleh anak Tuan Dominique itu.


Wanita berperut buncit itu membalut tubuh polosnya menggunakan bikini yang menampilkan keindahan belahan dua buah dada, perut buncit, dan paha hingga kaki. Tak lupa outer panjang dengan bahan yang tipis digunakan untuk menutupi tubuhnya lagi, namun tidak meninggalkan kesan seksi seorang ibu hamil yang kini sengaja memoles wajah secantik mungkin.


Alceena membawa tas kecil, tapi meninggalkan ponsel. Dia mengayunkan kaki keluar kamar.


Roxy yang melihat sang nona seperti hendak keluar pun langsung mengajukan pertanyaan. “Nona, Anda mau ke mana?”


“Jalan-jalan,” jawab Alceena dengan sangat sinis.


Roxy segera menghadang wanita yang sedang dia jaga itu. “Maaf, Nona. Silahkan ganti pakaian terlebih dahulu. Tuan Dariush tak mengizinkan Anda untuk keluar menggunakan pakaian seksi kalau sedang tak bersamanya.”


Alceena memelototi Roxy, sorot matanya tampak mengerikan saat marah. “Maka, perintahkan tuanmu itu untuk ke sini! Tak peduli dia mengizinkanku atau tidak, yang penting aku akan keluar sekarang, dengan bikini!” Dia mendorong tubuh pria itu agar menyingkir dari hadapannya. Wanita itu memang sengaja melakukan yang tak disukai oleg sang kekasih. Salah siapa tak kunjung menyusul sampai rasa rindunya sudah meluap.


“Nona, tolong jangan keras kepala jika diberi nasihat. Semua demi kebaikan kita bersama,” ucap Roxy seraya menyusul langkah kaki Alceena.


“I don’t care!” Alceena menunggu taksi yang dia pesan melalui online. Dan dia masuk begitu saja ke dalam kendaraan roda empat yang baru saja berhenti di hadapannya.


Melihat situasi tersebut, Roxy segera mengikuti kekasih majikannya. Tanpa diberikan izin, dia duduk di samping supir.


“Kau sudah melaporkan pada Tuanmu atau belum?” Tiba-tiba Alceena mengajukan pertanyaan saat mobil sudah mulai melaju.


“Melaporkan tentang apa, Nona?” Roxy balas bertanya, tapi pandangannya tetap lurus ke depan.


“Kalau keluar memakai bikini! Memangnya melapor apa lagi?” balas Alceena dengan ketus.


“Belum, Nona.”


Alceena pergi ke salah satu danau yang ada di Kota Zurich. Dia sebenarnya ingin sekali liburan ke daerah perbukitan yang ada di negara Switzerland, tapi kalau sendiri juga tak seru.


Wanita itu membayar taksi dan segera turun. Biasanya, orang akan bahagia saat melihat pemandangan indah, tapi Alceena tetap saja cemberut. Dia memuar tubuh, menghadap ke arah Roxy.


“Hei, Roxy! Foto aku, dan kirimian pada Tuanmu. Katakan jika aku keluar menggunakan bikini yang sangat seksi dan dilihat oleh banyak pria!” Alceena memberikan perintah pada pengawal yang ditugaskan oleh sang kekasih.


“Tidak, Nona, nanti saya dimarahi oleh Tuan Dariush kalau dia tahu penampilan Anda seperti ini,” tolak Roxy. “Saya akan menjaga Anda agar tak diganggu oleh orang lain, silahkan nikmati pemandangan di sini.”


Tentu saja hal itu membuat mata Alceena melotot dan gigi bergemelatuk. “Pinjamkan aku ponselmu!” Dia pun menengadahkan tangan.


“Untuk apa, Nona?”


“Sudah jangan banyak tanya, ponselku tertinggal di rumah.” Alceena langsung memasukkan tangan ke dalam saku celana Roxy. Mengeluarkan smartphone. Dia mengarahkan layar ke wajah pengawal tersebut dan akhirnya terbuka.


...*****...


...Bugil aja sekalian Ceen, biar Dariush ngamuk sekalian, jangan tanggung-tanggung wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...


...*****...


...Bestie, aku mau umumin pemenang giveaway nih. Ini dia 3 pemenangnya. Dm ke instagram aku ya @heynukha...