
Setelah kejadian di kamar Cathleen, Alceena terus mencoba memberi tahu Dariush agar pria itu segera datang menemui keluarganya. Namun, nomor yang dihubungi tidak aktif. Wanita berperut buncit tersebut juga berusaha mencari di penthouse mereka, tapi tidak menemukan pujaan hatinya. Begitu pula di mansion Dominique juga tak ada Dariush.
Sungguh membuat Alceena pusing tujuh keliling memikirkan Dariush yang seperti marah besar padanya. Dia sudah menitipkan pesan pada keluarga Dominique untuk memberi tahu kalau Dariush bisa dihubungi lagi.
Dan ibu hamil tersebut menunggu kabar di mansion Pattinson, karena Papa Danzel tidak mengizinkan menginap di luar sampai Dariush datang, dan meminta izin pada orang tua Alceena.
Satu hari penuh Alceena menunggu kabar baik yang tak kunjung didengar. Sampai dia sendiri khawatir dengan kondisi Daddy dari anak-anaknya apakah sehat atau tidak, hidup atau mati, dan banyak sekali pikiran yang membuat hari-harinya tak tenang.
Terlalu memiliki harapan tinggi, sampai membuat Alceena langsung melirik layar ponsel saat ada notifikasi masuk.
Bibir wanita hamil itu menghela napas kasar. “Ku kira kabar tentang Dariush, ternyata karyawanku,” keluhnya seraya menyandarkan tubuh di sofa dengan lemas tak bertenaga.
Wajah Alceena yang banyak pikiran itu tak bisa ditutupi. Sampai Cathleen dan Selena yang membawa sereal ke ruang keluarga pun bisa menilai kalau Alceena sedang tak baik-baik saja.
“Masih memikirkan ucapan Papa?” tanya Cathleen seraya merangkul kembarannya.
“Lebih dari itu, Dariush tak bisa dihubungi,” keluh Alceena, menyandarkan kepala yang terasa berat itu di bahu Cathleen.
“Mungkin dia sedang sibuk, kau tahu sendiri jika keluarga Dominique bisnisnya dimana-mana. Bisa saja Dariush sedang ada pekerjaan di luar negeri,” imbuh Selena agar adiknya tidak terlalu khawatir. Dia menyodorkan mangkuk sereal yang tadi dibawa. “Makan dulu, siapa tahu setelah ini Dariush menghubungimu.”
Sementara tiga wanita di keluarga Pattinson itu sedang makan sereal, lain hal di mansion Dominique yang tengah dibingungkan oleh keberadaan Dariush yang menghilang selama dua puluh empat jam lebih tanpa kabar.
“Dad, coba kau cari Dariush, kasian Alceena mencarinya terus tapi tak kunjung ditemukan. Aku tidak ingin terjadi hal buruk dengan calon cucuku,” pinta Mommy Diora pada sang suami yang sedang duduk di sampingnya.
“Nanti juga pulang sendiri kalau sudah bosan, biarkan saja dia menyendiri,” balas Daddy Davis diakhiri dengan kecupan di puncak kepala istrinya.
“Ck! Kau itu kenapa mendukung anakmu yang kabur dan menghindari masalah. Memangnya kau tak kasian dengan Alceena yang mati-matian mencari Dariush?” Mommy Diora mencubit kecil perut Tuan Dominique yang tak kooperatif dengannya.
“Aku kalau jadi Dariush pasti akan kesal juga.” Daddy Davis tetap terlihat santai karena dia adalah orang yang pertama kali diberi tahu oleh anaknya tentang alasan Dariush ingin pergi menenangkan diri.
“Yasudah kalau kau tidak mau membantu mempersatukan dua orang yang saling cinta. Aku akan mencari Dariush sendiri, sebelum semuanya terlambat.” Mommy Diora yang tak ingin membuat Alceena banyak pikiran hingga mempengaruhi kondisi kehamilan pun berdiri dengan wajah cemberut. “Kita tidur terpisah sampai kau mau membantu mencari Dariush,” ancamnya.
Daddy Davis langsung menarik tangan sang istri hingga terduduk di pangkuannya. Mana bisa dia berjauhan dari Mommy Diora. “Oke, aku panggil Dariush pulang.”
...*****...
...Gimana Ceen, enak dibikin kebingungan? Itulah yang dirasakan Dariush saat kau membuat ulah. Sukurin, dan rasain tuh drama menuju pernikahan HAHAHAHA *tawa jahat*...