
Sudah empat hari ini Alceena menginap di kamar Dariush yang ada di mansion keluarga Dominique.
Dariush yang mengajak Alceena tinggal di sana untuk sementara waktu, karena wanita itu menolak saat hendak diantarkan pulang ke kediaman keluarga Pattinson, dengan alasan akan menimbulkan banyak pertanyaan dari Papa Danzel dan Mama Gwen, jika terlihat pulang tak bersama dengan anggota keluarga yang lain. Sehingga dengan senang hati dibawa pulang oleh Dariush. Sekaligus bisa dipamerkan pada seluruh keluarga Dominique kalau sudah berhasil menakhlukkan hati sang pujaan hati.
Baru sebentar tinggal di mansion keluarga terkaya di benua Eropa, Alceena langsung nyaman dengan kehangatan yang diberikan oleh seluruh anggota Dominique. Terutama Mommy Diora yang sangat perhatian dengan kandungannya. Bahkan memperlakukannya sama persis seperti Mama Gwen.
Alceena tentu saja sangat kagum dengan keluarga Dominique yang tidak memandang dirinya sebagai wanita murahan atau orang yang buruk, setelah mengetahui kehamilannya tanpa seorang ayah. Justru tak ada satu orang pun menanyakan awal kisah dari kehamilannya.
“Sekarang usia kandunganmu sudah berapa lama?” tanya Mommy Diora seraya mengelus perut Alceena.
Saat ini Mommy Diora, Daddy Davis, Alceena, dan Dariush sedang duduk di ruang keluarga. Menunggu tiga pasang anggota yang lainnya untuk turun dan berkumpul seperti kebiasaan mereka ketika akhir pekan.
“Menginjak bulan ketiga,” jawab Alceena ikut mengusap perut hanya di bagian pinggir saja.
“Tapi sudah terlihat besar, ya? Seperti aku dulu saat hamil, juga sudah nampak buncit, padahal masih tri semester pertama.”
“Mungkin efek kembar, jadi terlihat lebih besar,” sahut Alceena.
“Oh, jadi calon keponakanku kembar juga?” Suara Delavar tiba-tiba menyahut dari arah tangga. Dia baru saja keluar dari kamar bersama istrinya saja, sedangkan ketiga jagoannya diurus oleh babysitter. “Berapa? Dua? Tiga?” tanyanya seraya duduk di samping Dariush dan merangkul kembarannya tersebut. “Asal jangan empat, aku tak mau dikalahkan oleh si tengil ini.” Dia masih meneruskan berbicara dan belum memberikan celah untuk yang lain menanggapi.
Alceena menaikkan sebelah alis saat mendengar satu kata yang diucapkan oleh Delavar dan membuatnya bertanya-tanya. “Keponakan?” Dia masih bingung, kenapa bisa anaknya yang tak memiliki hubungan darah dengan keluarga Dominique dipanggil dengan sebuah kata yang seolah-olah memiliki makna kerabat dekat.
Alceena menggelengkan kepala. “Tentang apa?”
“Anak yang ada di kandunganmu,” jawab Delavar dengan sangat santai.
“Memangnya kenapa anakku?” Alceena semakin dibuat penasaran.
Dariush menelan saliva, berusaha tetap terlihat tenang saat merasakan ada hawa tak enak akan terjadi di pertemuan keluarga pagi ini. Pria itu menyandarkan tubuh di sofa, sampai wajah tertutup oleh badan kembarannya. Hal itu dia lakukan agar Alceena tak dapat melihat saat dirinya berbicara dengan nada berbisik dengan adiknya. “Delavar, kau jangan mengatakan rahasia itu sekarang, ini belum saatnya, karena dia belum mengatakan cinta padaku,” peringatnya.
Suara Dariush sungguh sangat pelan, hanya bisa didengar oleh Delavar saja.
Bukannya menjawab pertanyaan Alceena. Delavar justru seperti menahan tawa karena memiliki ide untuk mengerjai Dariush dan membuat kembarannya senam jantung di pagi hari.
...*****...
...Walah, dah dibawa pulang aja bocahnya....
...Hamil udah, kawin udah, dikenalin sama keluarga udah. Eh tar pas mau diajak nikah malah gagal wkwkwk duhh nyeseknya sampe ke tulang tuh pasti...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...