My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 66


Akhirnya, Alceena berhasil juga mengusir Madhiaz dan Cathleen. Dia segera menutup pintu untuk meyakinkan jika ingin istirahat. Namun, setelah lima menit, tangannya kembali membuka kayu kokoh yang menutup kamarnya. Menengok ke kanan dan kiri, memastikan jika tak ada orang yang berlalu lalang di sana.


“Sudah aman,” cicit Alceena. Kakinya mengayun keluar, menutup pintu dengan hati-hati, dan kini tubuh pun sudah berdiri di depan kamar Dariush.


“Dariush?” Alceena memanggil seraya mengetuk pintu agar terdengar sampai ke dalam.


Dariush yang menangkap jelas suara Alceena pun langsung membuka pintu. Dia menyambut dengan ulasan senyum. “Hi, masuklah,” ajaknya seraya menggandeng tangan sang wanita untuk menuntun ke dalam kamarnya.


Dariush menutup pintu dengan mendorong menggunakan pantat. Dia berdiri menatap Alceena dengan bersandar di kayu kokoh itu. “Ada apa mencariku? Mulai merindukanku?” tebaknya diiringi bibir yang tersenyum jahil.


Alceena mengedikkan bahu. “Mungkin, bisa dikatakan seperti itu.” Dia memutar tubuh menjadi menghadap ke ranjang. “Boleh aku duduk di sana?”


“Tentu, silahkan.” Dariush merangkul pundak sang wanita, menuntun untuk didudukkan ke tepi ranjang. Sedangkan dia, menarik kursi agar bisa berhadapan dengan Alceena.


Keduanya pun saling bersitatap, tanpa ada sepatah kata yang terucap.


“Kenapa diam saja? Katanya merindukanku.” Dariush yang tak sabar karena hanya ditemani kesunyian pun akhirnya mengeluarkan suara juga. “Anakmu atau kau yang ingin melihat aku?” imbuhnya Masih saja ingat untuk menggoda.


Alceena tersenyum hingga rentetan gigi terlihat. “Aku hanya bingung ingin bicara apa denganmu.” Tangan pun mengelus perut saat menatap wajah Dariush. “Setiap pagi aku selalu mual, atau terkadang juga merasakan kram. Dan pasti akan sembuh jika melihatmu. Sepertinya anakku yang merindukanmu.” Dia memulai obrolan dengan menceritakan situasinya agar anak Tuan Dominique itu memahami kondisinya.


Dariush mengulurkan tangan, ikut mengusap perut Alceena. “Aku sudah tahu, setiap pagi kau selalu berhenti di seberang jalan perusahaanku, ‘kan? Itu sebabnya jika sampai kantor, aku tak langsung masuk ke dalam, agar kau bisa melihatku.”


Alceena tersenyum canggung karena ketahuan menjadi pengintai selama ini. “Maaf, aku tak sopan, ya?”


“Tidak, aku lebih senang lagi jika kau langsung menerobos masuk untuk menemuiku,” jelas Dariush. Dia menggenggam tangan sang wanita untuk dilabuhkan kecupan.


Kali ini kedua anak manusia itu mulai berbeda dari sebelumnya. Alceena biasanya sangat ketus dengan Dariush, tapi sekarang sudah berbicara dengan lembut dan sopan.


“Apakah cukup hanya memandangiku saja untuk meredakan mualmu?” tanya Dariush.


“Biasanya seperti itu.” Baru juga berucap dengan penuh keyakinan, mendadak perut Alceena bergejolak.


“Hoek ....” Alceena segera menutup mulut saat ingin memuntahkan isi di dalam perut.


Dariush tentu saja langsung berdiri. “Tahan dulu, aku akan membawamu ke toilet.” Dia membopong tubuh Alceena, menurunkan tepat di depan closet.


Tangan Dariush memegang rambut Alceena yang terurai agar tak terkena muntahan, sedangkan sebelahnya untuk memijat tengkuk. “Apakah setiap hari kau seperti ini?”


Alceena menjawab dengan anggukan. Tapi biasanya menatap Dariush sangat manjur untuk menghilangkan mual, entah kenapa hari ini tetap saja ingin mengeluarkan isi perut. Padahal jarak pandang justru semakin dekat.


“Andai bisa ditransfer kepadaku, dengan senang hati akan ku terima,” ucap Dariush seraya membersihkan bibir Alceena menggunakan tisu dan membuang ke tempat sampah.


“Kau belum tentu bisa melewatinya.” Alceena membalas seraya mengalungkan tangan ke leher Dariush saat digendong keluar oleh pria itu.


Dariush mendudukkan Alceena lagi di ranjang, lalu mengelus pipi mulus yang berwarna eksotis. “Bisa, asalkan kita lewati bersama.”


...*****...


...Tolong kalian berdua ini hargai yang jomblo. Hentikan kemesraan itu. Dunia udah bersama milik berdua, mentang-mentang aku ngontraknya bayar nyicil wkwkwk....


...Yang ga punya pasangan, harap bersabar ya. Orang kalo lagi jatuh cinta tuh suka lupa sekelilingnya....


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie....