My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 129


...Karena kemarin ada yang kasih aku tip, maka ku berikan bonus lagi buat hari ini. Makasih orang baik yang udah kasih aku koin...


...*****...


“Pemikiran macam apa itu? Bahkan tak pernah sedikit pun aku merasa dimanfaatkan olehmu. Justru saat kau mencariku disaat kesulitan, tandanya kau menganggap aku adalah pahlawanmu, seseorang yang bisa membantumu keluar dari masalah,” jawab Dariush dengan sungguh-sungguh. Tak ada wajah yang menunjukkan kebohongan sedikit pun.


Alceena bisa melihat kesungguhan dari ucapan anak Tuan Dominique itu. Dia sangat lega karena apa yang dikhawatirkan ternyata tidak terjadi. “Berarti, aku boleh menghubungimu kapanpun dan dalam kondisi apa pun?”


“Tentu saja, lakukan jika itu membuatmu senang dan nyaman,” balas Dariush seraya mengusap punggung tangan Alceena. Dia akan senang jika terus dibutuhkan, apa lagi kalau sampai pujaan hatinya bergantung hidup padanya.


Kendaraan roda empat itu pun sampai juga di tempat pengisian energi listrik untuk mobil. Dariush segera turun, melepaskan tali agar supir Alceena bisa segera mencharge.


Setelah memastikan kendaraan wanitanya mulai diisi, Dariush hendak kembali untuk mengajak Alceena mengisi perut. Tapi, ternyata anak Tuan Pattinson tersebut sudah ikut turun juga.


“Kenapa keluar? Bukankah aku sudah mengatakan akan langsung mengajakmu membeli makan?” tanya Dariush dengan tubuh yang menghadang sang wanita.


“Aku ingin mengambil tas,” jawab Alceena seraya menunjuk kendaraan pribadinya.


“Oh.” Dariush membiarkan wanitanya mendekati supir. Dia mengamati dari jarak empat meter.


“Tolong bukakan pintunya,” pinta Alceena pada pria yang bekerja padanya.


“Baik, Nona.”


Alceena pun langsung mengambil barang berharganya. Dan kembali berhadapan dengan supir. “Jika mobilku sudah penuh, kau bayar menggunakan kartu yang ada di dashboard saja, lalu kau bawa pulang ke rumahmu karena aku akan pergi bersama Dariush.”


Supir itu sampai melongo tak percaya. Majikannya memberikan perintah untuk membawa pulang kendaraan yang tak mungkin bisa dia beli walaupun bekerja selama sepuluh tahun. “Apa Anda bercanda?”


“Tidak, aku tak akan tinggal di mansion lagi, jadi kau bawa pulang dan ku hubungi jika saat membutuhkan jasamu saja. Kau boleh memakai mobilku untuk kepentingan pribadi dan keluargamu, asalkan saat ku butuhkan bisa langsung datang,” jelas Alceena.


“Baik, Nona.” Supir itu mengulas senyum. Akhirnya dia akan membawa anak dan istrinya merasakan naik mobil mewah, bukan sekedar mendengar dari cerita setiap hari.


“Siap, laksanakan,” ucap supir itu dengan lantang.


“Satu lagi, tolong jangan katakan pada anggota keluargaku atau siapapun jika aku pergi bersama anak Tuan Dominique, oke?” pinta Alceena sebelum dia pergi.


Setelah dijawab anggukan kepala dan ucapan janji, Alceena membalikkan tubuh. Mengayunkan kaki menuju Dariush.


“Nona, kopermu.” Supir Alceena segera mengeluarkan barang milik sang majikan yang sepertinya lupa untuk dibawa.


Kening Dariush mengkerut tat kala melihat koper yang tadi pagi dia bawa. Di dalam kepala sampai memiliki banyak pertanyaan untuk Alceena. “Masukkan ke dalam bagasiku saja.”


Dariush memencet tombol yang ada di remot mobilnya untuk membuka bagian belakang terbuka. Setelah memastikan barang Alceena masuk, dia mengajak sang wanita untuk segera pergi.


Kendaraan roda empat milik Dariush pun melesat lagi di atas jalanan.


“Kau diusir dari mansionmu?” tanya Dariush yang sangat penasaran.


“Tidak, aku memutuskan untuk keluar dari sana.”


“Kenapa?”


Alceena mengedikkan bahu. “Ingin mencari kenyamanan di luar, mungkin.”


“Lalu, kau mau tinggal di mana? Mansion keluargaku?” tawar Dariush.


...*****...


...Aku mau Dar tinggal di mansion Dominique...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...