
Brandon tak tahu rahasia apa yang diketahui oleh keluarga Dominique. Tapi sudah pasti bisa merusak reputasinya. “Tenang, aku tak akan meminta Alceena kembali menjalin hubungan denganku. Aku cukup tahu diri setelah mengacaukan hari pernikahan dengan Alceena.”
“Good, sekarang aku ingin meminta tolong denganmu,” ucap Dariush.
“Apa?”
“Berikan aku kamar yang ada di samping Alceena. Apakah bisa?”
Brandon menaikkan sebelah alis karena tak tahu apakah kamar di samping Alceena sudah ada yang memakai atau belum. “Tunggu sebentar, aku tanyakan pada resepsionis, masih kosong atau tidak.”
Dariush memberikan isyarat menggunakan tangan untuk Brandon meninggalkan tempat duduknya. “Silahkan.”
Brandon pun berdiri dan segera menghampiri resepsionis. Meminta daftar tamu undangan dan pembagian kamar. Setelah selesai mengecek, dia kembali lagi menemui keluarga Dominique seraya membawa kunci.
“Kebetulan sekali, orang yang seharusnya menempati di kamar samping Alceena mendadak membatalkan kehadirannya.” Brandon memberikan kunci kamar pada Dariush.
Dariush menyunggingkan senyum saat mendapatkan apa yang dia inginkan. “Oke, urusanku denganmu sudah selesai.”
Tubuh ketiga anak keluarga Dominique berdiri bersamaan. Mereka menepuk pundak Brandon sebelum berjalan menuju kamar masing-masing.
Pembicaraan mereka tak terdengar sampai ke telinga Alceena karena jarak yang jauh serta suara tidak kencang. Namun, wanita yang tanpa sadar sedang mengandung anak Dariush itu ikut berjalan saat melihat keluarga Dominique menuju lift.
Alceena tak sadar dengan apa yang dia lakukan. Hanya mengikuti insting atas keinginannya saja. Dia berdiri di belakang Dariush yang sedang menunggu pintu lift terbuka. Menghirup aroma tubuh pria itu yang sangat wangi. ‘Kau begitu menenangkan, andai bisa ku peluk, pasti perutku akan merasa sangat nyaman,’ gumamnya dalam hati.
Alceena sudah mengangkat kedua tangan saat instingnya ingin merengkuh Dariush dari belakang. Namun, pintu lift ternyata sudah terbuka. Sehingga dia mengurungkan hal tersebut.
Ting!
Danesh dan Delavar sudah masuk ke dalam lift terlebih dahulu. Dariush menyusul, berdiri di bagian depan.
Pandangan Dariush kini menatap Alceena yang masih terdiam di tempat dan nampak canggung. “Apa kau tak akan masuk?”
“Eh ....” Alceena terlihat salah tingkah saat diajak bicara oleh Dariush. “Masuk.” Dia menganggukkan kepala seraya menggaruk tengkuk.
Brugh!
Dariush segera menangkap tubuh Alceena sebelum wanita itu terjatuh ke lantai. “Hati-hati.” Singkat, namun terdengar sangat khawatir.
Alceena tentu saja otomatis berpegangan pada lengan Dariush saat dia terjatuh. Jantungnya berdebar ketika bisa bersentuhan sedekat itu. “Maaf, aku kurang fokus,” ucapnya sedikit gugup.
“It’s okay.” Dariush membantu Alceena untuk berdiri tegak di sampingnya. Dia melepaskan tangan, dan tak merengkuh wanita pujaannya.
Dariush berjongkok untuk mengambil sepatu Alceena yang tersangkut di celah lift. Memutar tubuh tanpa berdiri. Dia meletakkan alas kaki itu di hadapan wanitanya. Tanpa mengucapkan apa pun, Dariush memegang kaki Alceena, membersihkan telapak kaki dan memakaikan sepatu tersebut.
“Terima kasih,” ucap Alceena saat mendapatkan perlakuan yang sangat tak dia duga.
Dariush berdiri hingga tubuhnya berada di hadapan Alceena. “Lain kali perhatikan jalannya.” Setelah memberikan peringatan, dia berdiri tegak di samping Alceena.
Baik Dariush maupun Alceena, keduanya sama-sama mengulas senyum tipis.
...*****...
...Cath, sudah yuk mundur. Tapi jodohmu masih aku kekepin. Yaudah lanjutin aja jadi penghalang mereka wkwkwk...
...Udah, nikmatin aja prosesnya. Gaada yang instan di semua novelku, semua butuh sebab akibat untuk bersatu dan saling cinta serta meruntuhkan ego. Mie instan aja harus direbus tiga menit dulu baru bisa dimakan. Ini novel ga cuma fokus ke romantisme Dariush dan Alceena aja, tapi juga misterinya....
...Bayangin aja kalian di posisi Dariush. Cowok pasti ngerti deh gimana jenuhnya ngejar cewe tapi gak dibales-bales dan gaada kepastian. Bayangin juga diposisi Alceena yang udah pernah janji sebelum perasaannya mulai muncul, gimana gak enaknya sungkan sama saudara kandung sendiri, ngejilat ludahnya sendiri, gamau bikin sedih saudaranya karna namanya keluarga dari kecil udah bareng dan ditambah Cathleen dah sering ngalah....
...Lah, cerita sama author note malah banyakan author ngoceh wkwkwk....
...Ingat, yang cepat itu gak selalu enak, kan malah gampang keluar, merem meleknya jadi bentaran doang wkwkwk. Slow but sure is much better...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...