
Brandon membulatkan mata kala menangkap jelas wajah cantik mantan calon istrinya. Dia tak menyangka jika seorang Adaire Alceena Pattinson mau menjadi wanita Dariush. Padahal dirinya mengetahui jika Alceena adalah orang yang keras kepala dan sangat membenci anak kedua Tuan Dominique itu.
“Ceena?” panggil Brandon dengan mata yang belum berkedip sedikit pun. Semakin hari wajah mantan calon istrinya justru bertambah cantik. Apa lagi aura ibu hamil terpancar dari tubuh Alceena.
Alceena menyunggingkan senyum sinis, dia tak menjawab panggilan dari si Pecundang itu. “Aku tak ingin basa-basi denganmu.” Dia melipat kedua tangan di dada, terlihat sangat angkuh.
“Apa yang ingin kau bicarakan padaku? Kenapa harus meminta bantuan keluarga Dominique untuk bertemu? Padahal kau bisa langsung menghubungi nomorku. Apa kau sudah memblokir atau menghapusnya?” cerocos Brandon.
“Apa kau bisa berhenti banyak bertanya? Ini bukan waktumu untuk mengoceh.” titah Dariush dengan suara berat dan tegasnya. Dia pusing sendiri mendengar suara Brandon yang menyerbu Alceena dengan lebih dari satu pertanyaan.
“Jaga pandangan matamu jika kau sadar diri dan memiliki rasa malu pada wanitaku!” Dariush tak lupa memperingatkan Brandon juga yang sejak tadi fokus pada Alceena dengan sorot kagum. Tentu saja dia risi saat ada pria yang sudah memilih mencampakkan pasangan sendiri, lalu masih bisa mengagumi. Dariush sampai menekankan kata wanitaku agar si Pecundang itu tak melewati batas.
Brandon segera mengedipkan mata. “Baiklah, maafkan aku.”
“Memang seharusnya kau meminta maaf padaku, tapi sayang sudah terlambat,” celetuk Alceena dengan nada bicara yang terdengar sangat sinis.
“Maksudmu?” Brandon yang tak paham pun menaikkan sebelah alis.
“Jangan pura-pura bodoh! Aku sudah tahu siapa yang menyebarkan rumor tentangku yang mandul! Kau orangnya!” Alceena menunjuk wajah Brandon dengan hati yang sangat marah.
“Apa ada buktinya sampai kau bisa menuduhku seperti itu?” Brandon masih saja mengelak dan tak mengakui kesalahannya.
Melihat wanitanya seperti tak bisa menjawab, Dariush segera angkat bicara. “Tentu saja ada, ingin aku teleponkan pemilik Hot News?” ucapnya dengan santai.
Brandon lupa jika sekarang Alceena adalah wanita dari anak Tuan Dominique. Dia sudah tak bisa mengelak lagi jika seperti ini keadaannya.
“Lalu, kenapa jika aku yang menyebarkan rumornya? Apa ada masalah? Toh kejadian itu sudah lama, dan kau bisa membuktikan pada seluruh orang jika bisa hamil.” Astaga ... sungguh Brandon tak tahu diri dan tak memiliki urat malu. Bisa-bisanya dia membalas dengan suara yang tak mau kalah angkuh. Bahkan tidak memperlihatkan wajah menyesal karena memfitnah orang lain.
“Jelas saja itu masalah untukku. Aku tak pernah menghancurkan reputasimu. Selama kita memiliki hubungan, walaupun aku tahu seluruh kebusukanmu, sedikit pun tak memiliki niat menghancurkan nama baikmu. Lantas, kenapa kau dengan enteng mempermalukan aku di saat hari pernikahan kita? Ditambah memfitnahku tanpa menunjukkan rasa bersalah padaku?” Alceena menyerocos seperti kereta, tak memberikan jeda sedikit pun.
Dariush sampai harus mengelus paha mulus Alceena untuk mengingatkan wanitanya agar tak emosi. Dan sentuhan itu mampu meredam amarah yang mulai menanjak.
“Semua sudah berlalu, untuk apa kau ungkit lagi? Apa kau belum bisa melupakan aku? Sampai mempermasalahkan sesuatu yang seharusnya tak perlu diperdebatkan lagi?” Sepertinya Brandon memang pantas dinobatkan sebagai pria tak tahu diri dan egois.
...*****...
...Untung Alceena ada pawangnya tuh, jadinya bisa ngontrol wkwkwk...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...