
“Ah, sakit, Sayang,” pekik Dariush. Dia semakin mendekap kepala Alceena agar tak mencabut bulu dadanya dengan sengaja. Pria itu tak marah walaupun merasakan sedikit perih akibat ulah wanitanya. Justru menciumi puncak kepala anak kedua Tuan Pattinson itu penuh kasih sayang.
“Nanti aku balas cabut bulumu yang ini, baru tahu rasa kau.” Dariush balik mengancam seraya memegang bagian tubuh Alceena yang berada di daerah dekat pangkal paha. Walaupun dia tak sungguh-sungguh akan melakukan itu karena pantang bagi dirinya untuk menyakiti orang yang dicintai.
Alceena sedikit mendorong dada bidang Dariush agar wajahnya bisa menatap sang pria. “Cabut saja kalau ada bulunya, aku ‘kan rutin waxing.” Dia justru semakin menantang seraya menjulurkan lidah sebagai ejekan kalau dirinya menang.
Dariush merasa gemas dengan Alceena. Dia mendorong perlahan tubuh seksi itu hingga terbaring di deretan bangku belakang. Di jok yang sempit tersebut, anak Tuan Dominique mengungkung tubuh sang wanita. “Ku cumbu kau di dalam mobil sebagai balasannya.”
Dariush mendekatkan wajahnya pada Alceena. Menyatukan bibir dan memberikan ciuman panas yang diimbangi oleh sang wanita. Tangan tak lupa menyusup di balik pakaian Alceena, menaikkan penghalang dua buah yang ada di dada.
Pijatan berhasrat itu mulai dirasakan oleh Alceena. Wanita itu bukannya menolak saat ingin dicumbu dalam mobil, justru pasrah saja dijamah oleh Dariush.
Dariush yang merasa tak mendapatkan penolakan sedikit pun, akhirnya menarik dua sudut bibir membentuk senyum simpul penuh kepuasan. Dia mulai menyibakkan kain yang berada di bagian bawah, tempat di mana kaki Alceena sedang menekuk karena tak mungkin bisa lurus di dalam mobil tersebut.
“Aku tak main-main saat mengatakan hendak mencumbumu di sini,” ucap Dariush dengan tangan yang mulai menjalar masuk ke bawah kelembutan yang penuh kenikmatan.
“Kalau kau berani melakukan hal itu di depan orang lain, berarti tak memiliki urat malu.” Dia menyunggingkan senyum yang membuat wajahnya terlihat seperti mengejek Dariush.
Dariush paham dengan apa yang dimaksud oleh Alceena. Dia melihat ke arah depan, ada supir di sana. Namun sedetik kemudian kembali menatap sang wanita. “Sayangnya, mobil ini sudah dimodifikasi agar bisa memberikan sekat antara bagian depan dan belakang.”
Alceena sampai melongo karena merasa jika keluarga Dominique memiliki selera yang aneh. “Untuk apa mobil sebagus ini kau beri penyekat?”
“Awalnya untuk memberikan privasi pada keluargaku jika ingin istirahat di saat perjalanan. Tapi ternyata ada fungsi yang lain juga, yaitu bercinta di dalam mobil agar supir tak melihatnya,” jelas Dariush dengan menarik kedua sudut bibir karena kali ini dirinya yang menang.
Dariush mulai melanjutkan untuk melancarkan aksinya mencoba bercinta di dalam mobil. Namun, kendaraan roda empat itu mendadak berhenti, dan reflek tangannya segera menahan Alceena yang seperti hendak terjatuh akibat rem mendadak.
“Tuan, maaf jika mengganggu kegiatan Anda. Saya hanya ingin menginformasikan kalau sudah sampai di bandara,” ucap supir tersebut.
Alceena langsung mendorong dada bidang Dariush. “Sudah sampai, berarti semesta tak mendukungmu untuk mencumbuku di dalam mobil.” Dia berucap dengan senang dan memberikan juluran lidah karena sang pria harus gagal saat ingin bercinta di tempat yang tak lazim.
...*****...
...Sudahlah, kalian lebih baik musuhan lagi aja. Kalo lengket malah jadi meresahkan tau ga sih...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...