My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 82


“Bukan aku, Cath.” Selena sampai lemas karena sedari tadi menjelaskan bahwa bukan dia pelaku penyebar rumor tentang Alceena, tapi tak juga dipercaya oleh saudaranya.


Cathleen menyilangkan tangan di dada, menatap kesal pada kakak tirinya. “Bukti sudah ada ditanganku, hadapi saja kemarahan Alceena dan juga orang tua kami. Aku akan memberitahukan pada mereka jika kau hamil anak Brandon Brooks dan memberikan rekaman yang sempat ku ambil saat kau mengatakan sesuatu tentang penyebar rumor kembaranku mandul.”


“Yang Selena katakan benar, Cath. Bukan dia dalangnya.” Aldrich ikut membantu kakaknya untuk menjelaskan pada Cathleen.


“Shut up! Aku malas berbicara dengan pengkhianat seperti kalian. Diam-diam menusuk!” Cathleen memutar tubuhnya, mengayunkan kaki dengan langkah mantap menuju ke ballroom. Dia harus memberitahukan masalah ini dengan keluarganya.


Selepas kepergian Cathleen, Selena menggigiti bibir bawah. Dia terlihat panik, ada rasa takut juga. “Bagaimana ini? Pasti mereka sangat marah padaku, terutama Mamaku pasti kecewa.”


Aldrich berusaha menenangkan kakak yang memiliki ikatan darah dari ayah dan berbeda ibu dengannya. Menepuk pundak Selena, menuntun agar kembali duduk. “Sudah terjadi dan terdengar oleh Cathleen, mau bagaimana lagi? Hadapi saja, toh memang posisinya kau dan Brandon sama-sama salah.”


Setelah mengucapkan itu, Aldrich ikut duduk di hadapan Selena lagi. “Baguslah jika mereka tahu tentang kehamilanmu, jadi tak perlu pusing memikirkan bagaimana cara untuk memberi tahu keluarga kita,” imbuhnya kemudian.


Selena berdecak, dia tak semudah itu memikirkan hal rumit menjadi sederhana. “Bicara saja memang gampang, aku yang menghadapinya mana bisa seperti itu,” gerutunya.


Sementara itu, Cathleen sudah kembali ke ballroom. Dia duduk dengan wajah yang masih nampak masam. Pikiran tak fokus pada acara, justru kepala sedang menunduk, mengetikkan sebuah pesan pada Madhiaz. Memberi tahu bahwa dia sudah menemukan pelaku penyebar rumor dan memiliki bukti.


“Ck! Tak kunjung dibaca,” gerutu Cathleen. Dia pun berinisiatif menelepon Madhiaz agar kembarannya tahu jika mendapatkan pesan.


Benar saja, Madhiaz baru mengeluarkan ponsel dari saku jas bagian dalam saat merasakan benda berharganya itu bergetar. Dia melihat notifikasi sebentar, membaca isi pesan dari Cathleen.


Acara saling pandang antara Cathleen dan Madhiaz pun terhenti, karena keturunan terakhir keluarga Pattinson itu merasakan ada tangan yang menepuk pundak.


“Kau melihat siapa, Cath?” tanya Alceena seraya duduk di kursi samping kembarannya.


Cathleen tentu saja menengok ke arah sumber suara. “Madhiaz,” jawabnya dengan wajah yang terlihat kaku. Dia bingung bagaimana caranya untuk memberitahukan pada Alceena.


“Oh, memangnya dia kenapa?” Alceena pun ikut melihat ke arah Madhiaz yang masih memasang wajah terkejut.


“Dia baru saja aku beri tahu suatu rahasia,” ungkap Cathleen. Dalam pikirannya masih mengolah bagaimana memberikan informasi tentang Selena, karena dia juga merasa takut kalau akan mempengaruhi kondisi emosi Alceena yang bisa berpengaruh pada kesehatan janin saat hamil muda.


“Rahasia apa? Aku tak diberi tahu?” Sembari mengajukan pertanyaan, dia memakan camilan yang sengaja dibawa dari luar karena sudah mulai merasakan cepat lapar dan ingin mengunyah terus.


Cathleen menghirup udara dalam, menghembuskan perlahan. Dia memutar tubuh sebanyak sembilan puluh derajat hingga arahnya menghadap ke Alceena. Meraih tangan wanita bertubuh seksi tersebut. “Jadi begini, Ceena—”


...*****...


...Bersambung lagi wkwkwk...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiah bestie...