My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 96


Pagi menyapa, namun matahari belum menunjukkan pesonanya untuk menyinari seisi Kota Helsinki. Alceena masih berada dalam pelukan Dariush, di bawah hangatnya selimut. Ditambah tubuh polos keduanya yang tak memakai sehelai benang pun kian memberikan efek yang membuat mata enggan untuk terbuka. Kulit mereka saling menyatu, tapi tak beradu.


Kemarin, Dariush dan Alceena tak jadi bercinta. Anak Tuan Pattinson yang kedua ternyata kekenyangan sampai perut terasa begah, sehingga ritual kegiatan penuh kenikmatan pun harus tertunda. Ditambah wanita itu juga merasa sangat lelah, dan berakhir tidur pulas dipeluk oleh sang pria.


Dariush mengerjapkan mata saat dirasa tidurnya sudah cukup. Seutas senyum menghias wajah tampan itu kala melihat punggung mulus Alceena berada tepat di depan matanya. Kecupan pun terlabuh di tengkuk sang wanita.


“Pagi ini tak boleh gagal seperti kemarin,” gumam Dariush. Ada saja drama yang harus dia lewati hanya untuk menyatu bersama wanitanya ke lembah penuh kenikmatan.


“Ceena?” Dariush berbisik memanggil nama wanitanya, tepat di telinga Alceena. “Sayang, bangun. Ayo kita bercinta,” pintanya dengan suara sensual. Bahkan, napas pun sudah mulai menghangat, dibiarkan menyapu tengkuk sang pujaan hati.


“Hm ....” Respon Alceena hanya mengeluarkan gumaman kecil. Dia masih ingin menikmati tidur yang sangat nyaman.


Helaan napas keluar dari bibir Dariush. Dia mencari cara agar tetap bisa merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Sepertinya akan berbeda jika dilakukan dengan wanita secara langsung, bukan sekedar tangan atau mainan orang dewasa yang menyerupai daerah sensitif seorang wanita, seperti biasanya saat dia melakukan ritual seorang diri.


Bibir Dariush mulai bersarang di tengkuk Alceena. Memberikan sensasi geli di sana. Tak lupa disesap juga agar meninggalkan bekas percintaan.


Tetap saja Alceena malas untuk membuka mata. Wanita itu pasrah saat merasakan digerayangi oleh Dariush.


“Ceena, tak enak jika aku bermain seorang diri. Aku membutuhkanmu untuk mendesah bersama,” cicit Dariush seraya tangan mulai menaikkan kaki Alceena untuk menyilang di pahanya sehingga lembah penuh kenikmatan di bawah sana bisa terbuka lebar.


“Aku masih ngantuk, Dariush. Apa tak bisa bercinta sambil tidur?” ucap Alceena dengan suara serak. Walaupun matanya tertutup, tapi tangan bisa bergerak untuk menyentuh senjata berharga milik sang pria. Memastikan jika yang terasa mengeras di pahanya adalah milik Dariush. “Lakukan saja, aku rela kau setubuhi.”


“Se—bentar la—ah—gi.” Alceena menjawab dengan diiringi suara mendesah yang lolos dari bibir, kala jemari Dariush terasa memasuki miliknya yang sudah mengeluarkan sebuah cairan hingga terasa basah.


“Lebih baik bangun, Sayang. Daripada tidurmu tak akan nyenyak karena aku akan membuatmu mendesah nikmat sampai matamu terbuka,” bisik Dariush dengan suara sensual. Dia kian menaikkan ritme jari tengah yang mampu membuat tubuh Alceena menggelinjang.


Perlahan Alceena merubah posisi menjadi terlentang. Dia memilih untuk membuka mata karena tidur pun tak akan bisa jika sudah seperti ini. Tangannya menarik Dariush seraya mengeluarkan sebuah perintah. “Kungkung tubuhku, bawa aku mengarungi nikmatnya bercinta di pagi hari.” Wajah cantik itu sudah diselimuti gairah.


Tentu saja membuat Dariush puas dan senang. “Sesuai keinginanmu, Sayang.” Dia segera berpindah posisi menjadi di atas Alceena tapi tak menindih wanitanya.


...*****...


...Aman, udah ga puasa wkwkwk jariku mencoba nahan selama sebulan biar ga bikin adegan merem melek hahaha...


...Selamat makan opor, ketupat, rendang, dan kawan-kawannya....


...Semoga Hari Raya Idul Fitri tahun ini, kita tidak akan kembali ke fitri ya. Kasian nanti kalo fitri tiba-tiba didatengin banyak orang terus ngajak balikan semua wkwkwkwk mending cari yang baru aja hahahaha...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...