My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 76


...Bab ini rada intim. Jangan coba-coba baca disiang bolong biar ga travelling....


...*****...


Melihat Alceena menanggalkan pakaian dan menyisakan kain tipis yang menutupi daerah yang ada di pangkal paha, Dariush pun segera melakukan hal yang sama. Pria itu melepas jas, kemeja, dan celana kain panjangnya. Menyisakan penutup terakhir yang membungkus bagian harta karunnya.


Alceena yang hendak memakai baju tidurnya, mendadak merasakan tubuh diputar oleh Dariush hingga menatap pria itu. Dia menaikkan sebelah alis saat melihat anak kedua Tuan Dominique sudah tak memakai pakaian.


“Kenapa kau membuka pakaianmu?” tanya Alceena dengan santai seraya memakai baju tidur tipis yang bentuknya seperti dress.


“Kau menanggalkan pakaianmu, bukankah ingin mengajakku untuk bercinta?” balas Darisuh dengan tangan mengusap pipi Alceena dengan lembut.


Alceena menertawakan kepercayaan diri Dariush. “Pingganggku saja sakit, mau mengajakmu bercinta? Yang benar saja.” Kepalanya bergeleng karena pria di hadapannya terlalu lucu. “Ada-ada saja pikiran mesummu itu. Bisa remuk badanku jika bercinta saat seperti ini.” Tangan dengan jemari lentik itu terulur ke atas untuk mengacak-acak rambut Dariush dengan gemas.


“Siapa tahu dengan bercinta bisa membuatmu sembuh.”


Alceena masih mengulum senyum. Dia memegang pergelangan tangan Dariush dan mengajak pria itu untuk menuju ranjang.


“Aku ingin tidur, tolong peluk dan usap perutku lagi,” pinta Alceena. Dia sudah merebahkan tubuh dengan posisi miring.


Sedangkan Dariush masih duduk di tepi ranjang. Menaikkan sebelah alis dan seakan tak percaya dengan permintaan Alceena. “Kau yakin memintaku tidur memelukmu?” Dia memastikan sekali lagi.


Alceena menganggukkan kepala. “Ya.” Telunjuk pun menunjuk bagian ranjang yang masih tersisa banyak di balik punggungnya. “Tidurlah di belakangku.”


Anak Tuan Dominique pun segera memposisikan tubuhnya di balik punggung Alceena, merapatkan badan hingga tak ada jarak yang tersisa diantara keduanya. Tangan Dariush langsung memeluk sang wanita, bersarang di balik pakaian tidur agar bisa mengusap langsung permukaan kulit Alceena.


“Selamat tidur,” ucap Alceena seraya mematikan lampu utama dan menyisakan penerangan yang remang-remang. Dia tak mencuci wajah terlebih dahulu karena keluar pun tidak memakai riasan, lebih tepatnya karena malas terkena air.


“Pasti mimpimu akan indah, Sayang.” Dariush mengecup pundak Alceena yang tak tertutup kain. Kepalanya tepat sekali berada di belakang tengkuk sang wanita.


Alceena mulai memejamkan mata. Namun tangannya mengusap lengan Dariush yang melingkar di tubuhnya. Hanya rasa nyaman yang saat ini dia rasakan.


Perlahan Alceena ingin menuju ke alam mimpi. Namun, saat prosesnya sudah lima puluh persen hendak tak sadarkan diri, dia merasakan sensasi geli di bagian tengkuk leher. Tentu saja itu mengganggunya yang akan tidur.


Tangan Alceena mencubit kecil lengan sang pria. “Dariush ... hentikan lidahmu! Kau membuatku geli.” Dia mengomel karena sangat jelas merasakan ada yang menjilat dengan napas hangat menyapu di kulitnya.


“Sorry, ternyata menahan hasrat itu sulit sekali. Apa lagi kita sudah sedekat dan seintim ini.” Bukannya menghentikan aksinya, Dariush justru menurunkan tangan yang bersemayam di perut, memberikan usapan pada daerah sensitif lainnya agar Alceena sama-sama menginginkan penyatuan. “Apa tak bisa kita bercinta sebentar?” Bahkan dia juga sengaja berbicara tepat pada tengkuk sang wanita hingga hembusan napas hangat menyapu kulit mulus anak kedua Tuan Pattinson.


...*****...


...Ga tahan juga ternyata nahannya si Presiden Jomblo nih wkwkwkwk...


...Jangan lupa dukung karyaku dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...