My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 93


...Tidak cocok dibaca saat siang hari...


...*****...


Dariush membawa Alceena ke kamarnya. Merebahkan wanita hamil itu di atas ranjang yang luas. Melepaskan heels setinggi tiga centimeter yang masih menempel pada bagian kaki.


“Apa kau tak lelah atau takut terkilir jika terus memakai heels?” tanya Dariush seraya meletakkan sepasang sepatu ke lantai.


“Tidak, aku sudah biasa. Toh itu bukan yang tinggi sekali,” jawab Alceena sembari menelisik mimik wajah sang pria. “Kenapa ekspresimu biasa saja saat sudah mengetahui dalang dibalik rumor aku mandul?”


Dariush menaikkan sebelah alis disaat bersamaan dengan melepas jas yang menempel di tubuh tegapnya. “Lalu, aku harus bagaimana?” Dia melemparkan kain tersebut ke arah sofa, lalu tak lupa sabuknya juga disingkarkan agar tak mencengkeram pinggang.


“Harusnya kau terkejut,” protes Alceena. Dia ingin Dariush merasakan apa yang dirinya rasakan saat pertama kali mengetahui ulah mantan calon suaminya.


Dariush menyingkirkan kemeja putih dari tubuhnya, hingga otot di perut terekspose begitu saja. “Untuk apa aku terkejut? Sejak awal pun sudah tahu jika Brandon yang menyebarkan rumornya.” Dia membaringkan tubuh di samping Alceena, langsung melingkarkan tangan di atas perut wanitanya.


Wajah Alceena langsung nampak marah, bibir mengerucut, mata mendelik menatap Dariush yang santai sekali sudah mengambil posisi tidur. “Kenapa kau tak mengatakan padaku sejak awal.” Cubitan pun mendarat di lengan sang pria, sangat kecil, sepertinya akan meninggalkan bekas keunguan.


“Saat itu kau aku tawari bantuan, tapi tak mau. Tentu saja aku tak memberi tahu. Padahal jika kau mau membayar pertolonganku menggunakan tubuhmu, hanya butuh satu menit, semua bisa terungkap.” Dariush menjelaskan pada Alceena dengan mencekal tangan wanita itu yang terus mencubit. Walaupun dia kekar dan berotot, ternyata sakit juga cubitan wanita hamil yang sedang marah.


“Kau menyebalkan.” Hormon kehamilan Alceena membuat wanita itu emosinya naik turun sesuka hati. Namun hanya saat bersama Dariush bisa meluapkan dan tak menahan diri. Dia mencoba meronta agar tangannya dilepaskan.


Awalnya Alceena tidak membalas. Namun, tak lama wanita itu mengimbangi ketika tangan Dariush yang tak memiliki tugas, mulai turun menyibakkan dress pendek. Jemari berototnya nakal mengusap daerah sensitif di balik sana.


Pria itu mengulas senyum samar disaat mendengar Alceena mulai mendesah nikmat akibat ulah jari tengahnya yang berani masuk di dalam lubang kenikmatan. Maju mundur dengan irama pelan, dan sengaja dijeda untuk melihat apakah anak Tuan Pattinson yang kedua menginginkan sentuhan lebih atau tidak.


Dariush menarik kepala, menyudahi ciuman panasnya. Memberikan sedikit jarak agar bisa melihat wajah Alceena yang nampak kecewa.


“Kenapa berhenti? Aku mau lagi,” pinta Alceena yang sudah keenakan dengan usaha jemari Dariush. Emosinya yang tadi sempat menggunung, mendadak runtuh saat kenikmatan mulai menjalar. Dia lupa kalau ingin mengomeli Dariush, karena sekarang menginginkan sesuatu yang nikmat saja.


“Kau harus menanggalkan seluruh pakaianmu jika ingin lagi.” Dariush sedikit mendorong tubuh Alceena hingga posisi wanita itu menjadi terlentang menghadap ke langit-langit kamar.


Dariush mengapit paha Alceena, namun tak berani menindih wanita itu karena memingat ada anak-anaknya di dalam perut. “Dress seksimu ini ingin ku lepaskan secara paksa dengan disobek, atau hati-hati?” tawarnya seraya tangan sedang nakal membuat lingkaran di dua bagian yang sudah menonjol.


...*****...


...Apakah akan berhasil usaha Dariush merem melek sebelom puasa kelar?...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...