My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 198


Belum sempat Tuan Pattinson yang merupakan mantan kekasih Mommy Diora itu menjawab, Daddy Davis sudah kembali melanjutkan berbicara lagi. “Jika alasanmu tidak menyetujui hubungan Dariush dan Alceena karena aku pernah menjebakmu demi mendapatkan kekasihmu saat itu, maka kau sangat kekanakan dan tak sesuai usiamu yang kini sudah tua. Apa lagi memisahkan dua manusia yang saling cinta.”


Tuan Pattinson bergeleng kepala. Pria yang sedang berada di satu ruangan bersamanya sungguh tak sadar diri kalau pernah memisahkan sepasang kekasih yang saling cinta demi sebuah obsesi. Tapi, Papa Danzel tidak ingin mengungkit permasalahan di masa lalu. Toh sekarang sudah memiliki kehidupan masing-masing juga.


“Semua tuduhan dan pemikiranmu itu salah. Aku tidak pernah menaruh dendam padamu atau keluargamu, apa lagi karena masalah yang sudah terjadi lebih dari dua puluh tahun silam,” jelas Tuan Pattinson yang sedang duduk tegak dengan kaki menyilang.


“Lalu, apa alasanmu menolak Dariush? Apa yang kurang dan tak kau sukai dari anakku itu?” Sebagai seorang Daddy yang masih memiliki satu anak belum menikah, dia berusaha akan membantu demi kebahagiaan keturunannya.


“Aku ingin melihat seberapa besar usahanya demi mendapatkan putriku. Aku mau melepaskan anakku hanya untuk orang yang benar-benar bisa menjaga, merawat, mencintai, dan melimpahkan banyak kasih sayang selama hidupnya. Alceena pernah gagal menikah satu kali, maka sebisa mungkin aku mulai selektif untuk pasangan putriku. Jadi, aku tidak seratus persen menolak, hanya butuh Dariush benar-benar meyakinkan bahwa dia adalah orang yang layak menjadi suami Alceena,” jelas Tuan Pattinson.


Tuan penguasa bisnis di Eropa itu mengangguk paham. “Kau berikan saja syarat-syarat pada Dariush, jika memang ingin melihat kesungguhannya. Aku yakin putraku bisa melakukan semua,” tuturnya memberikan ide.


Papa Danzel bergeleng kepala. “Aku ingin dia yang berinisiatif sendiri bertanya dan membujukku. Karena jika mereka menikah, pastilah seorang pria akan menjadi kepala keluarga. Dan sebagai seorang pemimpin, harus memiliki inisiatif tanpa diberikan perintah dari orang lain.”


“Oke, tidak masalah. Tapi kau harus suportif, jika anakku berhasil memenuhi semua persyaratan, jangan pernah menolaknya dan terima dia sebagai menantumu.” Daddy Davis mengulurkan tangan untuk mengajak Tuan Pattinson menyepakati perjanjian secara lisan tersebut.


“Tentu.” Danzel Pattinson menyatukan tangan dengan pria yang sama-sama masih bugar di usia yang tak muda lagi.


“Baiklah, ku tunggu kabar baik darimu,” ucap Daddy Davis seraya berdiri dari tempat duduk. Dan diikuti oleh sang pemilik mansion di mana saat ini lantainya dia pijak.


“Dad, bagaimana? Apakah dia mau berubah pikiran?” tanya Mommy Diora saat sang suami sudah duduk di sampingnya.


Daddy Davis mengedikkan bahu. Dia tidak akan memberitahukan tentang hasil perbincangan bersama Tuan Pattinson di depan orangnya secara langsung. “Kita pulang sekarang!” perintahnya seraya menatap semua anggota keluarganya.


“Dad, tapi urusanku belum selesai,” tolak Dariush yang masih ingin mendapatkan sebuah izin menikahi Alceena dari mulut Tuan Pattinson.


“Terserah kau, jika ingin tinggal di sini silahkan, kalau ingin pulang denganku juga ayo.” Daddy Davis berdiri, memberikan isyarat dengan tangan yang digerakkan ke atas agar anak-anaknya ikut pulang.


“Terima kasih atas waktunya, dan maaf jika keluarga kami sudah mengganggu,” ucap Daddy Davis diakhiri dengan kepala yang menunduk sekilas.


Akhirnya keluarga Dominique pun pergi dari mansion Pattinson. Termasuk Dariush juga yang ikut diusir oleh pemilik tempat megah tersebut.


...*****...


...Mau nikah ada aja halangannya DarDar. Makanya, jadi pasangan jangan terlalu bucin di awal, berat kan di akhirnya? Wkwkwk kalo cinta tuh ya biasa-biasa aja, gausah berlebihan. Overdosis cinta baru tau rasa kamu!...