
Dariush dan Alceena berjalan beriringan menyusuri setiap lantai pusat perbelanjaan tersebut. Keduanya tak ada yang berinisiatif untuk menggandeng tangan satu sama lain. Padahal keturunan Dominique satu itu sudah gatal tangannya.
“Sebenarnya kau itu mau belanja di mana? Sedari tadi tak masuk ke dalam toko,” tanya Dariush yang mengikuti Alceena hanya berjalan di area luar deretan store brand ternama tanpa berkunjung melihat barang-barang yang dijual di sana.
“Aku ingin makan dulu, perutku lapar,” jawab Alceena. Dia mencari segala alasan agar tetap bisa berdua dengan Dariush. Menunggu aksi tengil pria itu lagi.
“Ke atas kalau mau Makan, di sana ada restoran enak,” ajak Dariush.
“Boleh.” Alceena menganggukkan kepala.
“Kenapa kau ke arah sana? Lift jalannya ke kanan,” tegur Dariush saat Alceena justru mengayunkan kaki ke tempat yang berbeda dengan tujuannya.
“Aku ingin naik eskalator saja,” jelas Alceena. Naik lift terlalu cepat sampai, dia ingin yang lama saja.
“Oh ....” Dariush tidak menyanggah apa pun. Dia mengikuti Alceena saja. Menuruti setiap keinginan wanita itu. Siapa tahu bisa melunturkan keras hati Mommy dari anaknya.
Alceena tidak fokus dengan jalannya. Sesekali melirik Dariush yang pandangan mata terus tertuju ke depan, irit berbicara, dan tidak menyentuhnya sedikit pun. Dia mengeluarkan decakan sebal.
‘Apa aku harus mencari perhatian seperti tadi agar dia menyentuh pinggulku lagi seperti biasanya?’ Alceena berpikir dalam hatinya. Dan keputusannya adalah iya.
Alceena mendapatkan ide bagus. Dia melihat ada sekumpulan remaja yang sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan itu. Berpura-pura tak melihat jalan dengan benar, Alceena sengaja ingin menyenggolkan bahu dengan salah satu orang tersebut.
Namun, Dariush yang melihat gelagat aneh Alceena pun menyunggingkan senyum terlebih dahulu sebelum meraih pinggul wanitanya. “Perhatikan jalanmu! Kau bisa bertubrukan dengan pengunjung lain jika tak fokus!” tegurnya dengan nada bicara yang datar namun mengandung perhatian.
“Bilang saja kau sedang mencari perhatianku agar ku peluk pinggulmu, ‘kan?” tebak Dariush bermaksud menggoda Alceena.
“Tidak, untuk apa aku mencari perhatianmu, kurang kerjaan sekali,” sanggah Alceena tidak mau terkesan menginginkan Dariush.
“Oh, berarti aku salah menilai.” Dariush melepaskan tangannya lagi seraya berjalan menuju eskalator.
Dan Alceena berdecak sebal karena gengsinya yang tinggi. ‘Kenapa harus dilepas, padahal tadi sangat nyaman saat dia menyentuh pinggulku,’ gumamnya dalam hati.
Dariush melihat wajah Alceena ditekuk pun sedikit merapatkan tubuh. “Katakan saja jika kau ingin sesuatu, jangan ditahan dan membuat wajahmu muram seperti itu,” bisiknya memberikan kode agar Alceena langsung mengutarakan apa yang sedang dirasakan.
“Ck! Tidak, aku tidak menginginkan apa pun, hanya mau makan saja,” kilah Alceena dengan suara yang terdengar kesal.
Dariush menahan senyum jahilnya. Dan sekuat apa pun dia menahan diri agar tak menyentuh Alceena, pertahanannya runtuh juga, karena hari ini tingkah laku keturunan Pattinson yang sedang bersamanya itu sangat menggemaskan. Tangan Dariush akhirnya menyentuh pinggul Alceena dan keduanya berjalan dengan tubuh yang berjarak sangat dekat. “Katakan jika kau tak mau disentuh aku, maka akan ku lepas.”
“Tidak, aku suka seperti ini,” reflek Alceena menyeletuk kalimat yang membuat Dariush mengulum senyum. Sedangkan dirinya segera menutup mulut karena melontarkan hal tersebut tanpa dipikir terlebih dahulu.
...*****...
...Ya ampun ... makin gemes aku sama tingkah mereka. Sudahlah Dariush, seret aja itu Alceena, ajak ke hotel segera! Wkwkwk...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah ya bestie...