
Kendaraan roda empat milik Dariush sudah berhenti sempurna di depan pintu masuk Stockman Department Store yang hendak dituju oleh Alceena. Tatapannya masih mencoba lurus ke depan untuk menjiwai sandiwara sebagai pria dingin. “Sudah sampai, turunlah!” titahnya dengan suara yang terdengar tegas.
Alceena melepas seatbelt, melirik ke arah Dariush. Dia menarik sudut bibir ke bawah karena pria itu sungguh tak menanggapinya seperti dahulu. Ada sesuatu yang hilang saat ketengilan serta sifat lancang anak kedua keluarga Dominique itu langsung hilang seketika.
“Kau tidak turun juga?” Sebelum meninggalkan kendaraan itu, Alceena bertanya terlebih dahulu. Dia tak ada rencana ke pusat perbelanjaan, maksudnya meminta diantar ke sana karena ingin memiliki waktu lebih lama dengan Dariush. Dalam pikirannya, jika menghabiskan hari bersama pria itu, akan membuat keturunan Dominique tersebut kembali seperti dahulu.
“Tidak, kau hanya memintaku untuk mengantar, bukan menemani,” jawab Dariush. Kedua tangan mencengkeram stir kemudi sangat erat, mencoba agar tak goyah.
Alceena mengepalkan tangan, hatinya sedang berkecamuk. ‘Haruskah aku menurunkan harga diri untuk memintanya menemaniku belanja?’ Dia bermonolog seorang diri dan tak bisa didengar oleh siapa pun.
Dariush melirik ke arah Alceena yang tak juga turun dari mobil. Korneanya bisa menangkap wajah bingung sang wanita, ditambah raut yang nampak cemberut. Sangat menggemaskan. ‘Rasanya aku ingin mendekap dan mengatakan bahwa sangat merindukanmu. Ingin tiba-tiba mencium dan memeluk pinggulmu.’ Tapi, lagi-lagi gengsi lebih menguasai, sehingga kalimat itu hanya berhasil dilontarkan dalam hati saja. “Kenapa kau masih di sini? Sudah lima menit mobilku berdiam dan kini petugas keamanan mulai menatap ke arahku.” Justru yang keluar dari bibirnya adalah suara sinis.
‘Sudahlah Alceena, akui saja jika kau merindukan ketengilannya.’ Alceena meyakinkan diri sendiri dalam hatinya. Menghela napas pelan terlebih dahulu sebelum berbicara. “Tolong temani aku belanja di dalam.” Hatinya berdebar saat meminta hal itu. Takut ditolak dan berakhir malu untuk kedua kalinya.
“Oke.” Tanpa penolakan sedikit pun, Dariush melajukan mobil lagi untuk memarkirkan kendaraan di basement yang lebih teduh.
Dariush segera turun dan diikuti oleh Alceena. Keduanya saling memunggungi untuk mengulas senyum masing-masing agar tidak dilihat. Dalam hati mereka sedang bersorak gembira karena bisa jalan bersama. Dariush senang karena Alceena mulai memiliki inisiatif sendiri, dan Alceena bahagia karena Dariush tak menolak permintaannya.
“Ayo,” ajak Alceena seraya memberikan isyarat menggunakan tangan yang menunjuk lift agar mereka berjalan ke sana.
Masih dengan wajah dingin dan terkesan datar, Dariush mengayunkan kaki menuju Alceena yang sedang berdiri di depan mobil namun sedikit lebih menjorok ke jalan. Dia segera menaikkan ritme jalannya saat ada kendaraan yang melaju sedikit cepat dari arah belakang Alceena.
‘Ini yang aku tunggu-tunggu, sikap impulsifnya yang sangat intim.’ Tanpa sadar, Alceena mengulas senyum di depan Dariush karena yang dia rindukan akhirnya terjadi lagi setelah dua minggu, seraya berbicara di dalam hati.
“Jika berdiri, jangan terlalu menjorok ke tengah jalan, untung saja ada aku yang menolongmu.” Setelah memperingatkan, anak kedua keturunan Dominique itu melepaskan rangkulan tangannya dari pinggul Alceena.
Dan tentu saja membuat Alceena memudarkan senyum karena Dariush sudah kembali ke wajah dingin dan tak pemaksa seperti dahulu.
Sedangkan dalam hati Dariush, dia tengah menahan senyum. Bukannya tak ingin lancang seperti dahulu lagi, tapi dia menunggu Alceena berinisiatif memintanya agar kembali seperti sifatnya yang lama.
...*****...
...Biarkan hubungan mereka mengalir seperti air yang berakhir di lautan asmara wkwkwk anjayyy sok puitis lu thor!...
...Kalian berdua tuh ya, kangen bukannya langsung ngomong, justru modus cari-cari perhatian wkwkwk...
...Aku yang nulis sampe senyam senyum sendiri karna kelakuan kalian berdua dan lucunya suara hati kalian yang tak mampu diucapkan karena kegedean gengsi...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie....