
Dariush menghajar Brandon dengan brutal. Meskipun dia membiarkan pria pecundang itu untuk membalas, tapi tetap saja anak Tuan Dominique yang kedua lebih unggul. Sebab, adu jotos dilakukan dengan strategi, bukan sekedar emosi.
Brandon sampai lemas dan tak bisa membalas lagi. Wajahnya sudah banyak memar dan ada darah yang keluar juga dari sekitar bibir. “Aku menyerah, dan aku mengaku salah.” Suara itu mengalun lirih dia keluarkan. Tangan sudah terangkat ke atas sebagai tanda dirinya tak kuat menadapatkan salam dari kepalan Dariush lagi.
“Tidak akan aku hentikan sampai Alceena yang memberikan perintah.” Dariush wajahnya juga ada sedikit memar, tapi tak sebanyak Brandon. Dia terus menghajar si pecundang itu tanpa ampun.
Sedangkan sorot mata Alceena menatap dua pria yang sedang berkelahi di hadapannya. Dia nampak kesal, bahkan melihat Brandon sudah babak belur pun belum membuatnya puas. Namun, beruntung otaknya masih bisa berpikir dengan jernih. Akhirnya wanita itu berniat untuk menyudahi memberikan pelajaran pada mantan calon suaminya.
“Dariush, sudah cukup. Si Pecundang itu bisa mati di sini jika kau lanjutkan. Calon keponakanku masih membutuhkan dia sebagai sosok seorang ayah,” titah Alceena yang masih memiliki sedikit belas kasian dengan orang yang sudah jahat padanya.
Dariush tentu saja langsung melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah kemeja Brandon. Menghempaskan pria itu hingga tergeletak lemas di lantai. “Sesuai permintaanmu.” Dia meninggalkan Si Pecuncang itu terkapar, sedangkan dirinya memilih untuk kembali duduk di samping Alceena.
“Bo—leh aku keluar? Bukankah kalian sudah puas menghajarku?” izin Brandon. Dia berusaha untuk duduk, menatap Dariush dan Alceena dengan sorot yang sudah kurang fokus.
“Bagaimana, Sayang? Apakah kau sudah mengizinkan dia keluar?” tanya Dariush seraya mengelus lengan Alceena yang sedang berada dalam rangkulannya.
“No, urusanku dengannya belum selesai,” jawab Alceena dengan suara yang masih terdengar menahan emosi.
“Sesuai ucapan wanitaku. Dia ingin menyelesaikan urusan denganmu,” tutur Dariush dengan sangat santai. Dia tak mengizinkan Brandon meninggalkan ruang VIP itu.
“Apa lagi yang ingin kau ketahui? Kita selesaikan sekarang segera,” ucap Brandon. Dia menyandarkan tubuh di dinding. Tanpa tenaga, dirinya berusaha untuk berkomunikasi dan menjaga kesadarannya yang sepertinya sedikit demi sedikit akan menghilang.
“Aku paham kenapa kau ingin membatalkan pernikahan kita. Pasti karena kau ingin bertanggung jawab dengan kakakku, Selena. Benar atau tidak?” tanya Alceena dengan wajah tak bersahabatnya.
Alceena mengepalkan tangan dan mengeraskan rahangnya. “Dari sekian banyak cara untuk membatalkan pernikahan kita, kenapa kau memilih melakukan dengan menyebarkan rumor tentang diriku yang mandul, lalu mempermalukan aku disaat hari pernikahan kita? Padahal, kau bisa menjelaskan kronologi ini padaku dengan jujur. Aku bisa mengerti posisimu, andai saja kau membatalkan dengan cara baik-baik.” Setelah menyerocos tanpa henti, dia menghela napas untuk menetralkan amarah.
“Pernikahan kita sudah sangat dekat, kau adalah primadona bagi kalangan pebisnis di seluruh Eropa dan selalu menjadi sorotan awak media. Andai aku membatalkan pernikahan kita dengan menjelaskan kronologi itu, pasti jurnalis akan mengulik masalah tersebut hingga ke akarnya, dan nama baikku akan tercemar. Jadi, aku memilih untuk mengorbakan dirimu, karena kau adalah wanita yang ku kenal sangat kuat. Sehingga aku sangat yakin jika kau pasti bisa mengatasi berita kemandulanmu. Dan terbukti kalau kau berhasil membersihkan nama baikmu sendiri.”
...*****...
...WAH KAMPRET BRANDON!!! EGOISNYA TINGKAT DEWA!!! PENGEN GUA TAMPOL TU MULUT!!!...
...Capslock sampe jebol gara-gara kesel sama tu si pecundang. Walaupun Alceena kuat, tapi ya gak gitu juga kali ndon ndon!...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...
...*****...
...Pengumuman pemenang giveaway bestie. Dari sekian banyak orang, ada banyak yang jawab namanya bener tapi alasannya kurang tepat. Jadi aku pilih jawaban yang paling mendekati bener, walaupun masih ada sedikit kurang tepat. Cuma salah nyebutin nama aja, jadi ga terlalu fatal banget....
...Selamat kepada Holifah Alan. Walaupun ada sedikit salah karna nulis “merasa bersalah pada Ceena” harusnya yang bener “merasa bersalah pada Selena”...
...Tapi gapapa, cuma salah sebutin nama aja. Aku tunggu dm ke instagram @heynukha ya bestie...