
Dariush tentu saja menyusul sang kekasih. Dia mendengar gerutuan Alceena, langsung mengambil tindakan duduk di tepi ranjang samping pujaan hatinya. Tak lupa menggenggam kedua tangan wanita itu dengan sorot mata saling bersitatap. “Maafkan kekasihmu ini, Sayang. Aku terbiasa hidup tanpa pasangan. Jadi, masih membiasakan diri untuk tak mengambil pekerjaan saat libur.” Anak Tuan Dominique yang kedua itu mencoba menjelaskan agar kekasihnya memahami situasi yang dia hadapi.
Alceena melengos dengan bibir ditekuk dan manyun terus. “Apa aku harus mengakhiri hubungan kita agar kau bisa memiliki banyak waktu luang demi mendekatiku?”
Dariush kian merapatkan tubuh dengan Alceena. Memeluk sang kekasih, dan mengelus perut wanita itu agar berhenti mengomel. “Jangan, baru juga berapa bulan menjadi sepasang kekasih, belum resmi menikah, tak lucu jika berakhir hanya karena aku sibuk.”
“Pokoknya aku masih marah denganmu!” Walaupun menggerutu dan sebal, tapi Alceena tetap menikmati sentuhan dari Dariush.
Wanita itu bukan tak bisa mengerti posisi Dariush sebagai seorang CEO yang sibuk. Tapi Alceena ingin memiliki pasangan yang menghargai waktu libur. Setidaknya jika senin sampai jum’at digunakan untuk bekerja, sabtu dan minggu bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau pasangan.
“Bagaimana caranya agar kau berhenti marah denganku?” tanya Dariush seraya menyandarkan kepala di pundak Alceena.
Kedikan bahu dilayangkan oleh anak Tuan Pattinson yang kedua. “Aku ini sedang hamil, butuh hiburan agar tak stres,” jawabnya dengan ketus.
“Baiklah, bagaimana kalau kita ke daerah pegunungan Alpen? Kau pasti senang karena pemandangannya sangat indah. Kita menginap di sana, mematikan ponsel agar tak ada yang menghubungi, dan menghabiskan waktu berdua selama beberapa hari sampai kau puas.”
Ide yang diberikan oleh Dariush itu terdengar bagus. Alceena sampai reflek menganggukkan kepala untuk menyetujui. “Tapi jangan diam-diam meninggalkan aku lagi, oke?”
“Iya, aku lupakan pekerjaan demi menemanimu.” Dariush meninggalkan kecupan di pipi sang kekasih.
Sungguh beruntung sekali Alceena memiliki pasangan seperti Dariush yang langsung paham dengan keinginannya. Wanita itu memang ingin sesekali liburan bersama Dariush, tanpa memikirkan apa pun.
Dariush melepaskan pelukan dan berpindah menjadi berjongkok di hadapan Alceena. “Tapi kau harus janji untuk memaafkan aku dan tak marah-marah lagi,” pintanya sembari mengelus perut.
“Pasti kau merindukan ini, ‘kan?” Dariush yang gemas dengan Alceena pun tiba-tiba menggusap wanita itu di bagian senstif bawah.
“Aaa ... Sayang, itu geli sekali,” celetuk Alceena. Tapi, bukannya menyingkirkan tangan Dariush, dia justru menahan agar tetap melanjutkan kecabulan pria keturunan asli Finlandia tersebut.
Dariush terkikik dan menarik tangannya sendiri. “Itu namanya kau keenakan, matamu sudah mau merem melek. Mungkin kalau ku lanjutkan bisa mendesah mulutmu ini.” Dia justru menggoda seraya berdiri dan mencubit bibir Alceena.
Alceena mencebikkan bibir karena disudahi saat hendak memasuki pintu gairah. “Memangnya tak boleh?”
“Nanti saja saat kita sampai di daerah pegunungan Alpen. Sekarang siap-siap dulu, karena aku akan mengajakmu ke sana menggunakan kereta.” Dariush mengulurkan tangan untuk membantu Alceena berdiri. “Bukankah itu keinginanmu?”
“Yes, aku sangat ingin naik kereta.” Alceena menyatukan tangan dengan sang kekasih. Berdiri dan langsung bergelayut manja pada Dariush.
“Tapi kau harus ganti pakaian, jangan memakai bikini yang ditutup oleh outer berbahan tipis seperti ini.” Dariush menuntun Alceena untuk menuju ke arah almari berukuran lumayan besar.
“Oke, kau pilihkan saja.” Si singa yang sempat menjdi buas karena jauh dari sang pawang, kini sudah kembali jinak dan menjadi seperti kucing manis.
...*****...
...Untung Dariush anak sultan, coba anak setan, udah diselingkuhin pasti si Ceena kalo kaya gitu wkwkwk Tapi aku bersedia sih jadi selingkuhan Dariush kalo dia mau HAHAHAHA...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...