My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 144


Alceena meletakkan nampan ke atas meja agar bisa bergerak lebih leluasa. Tangannya terulur mengusap perut Selena yang sedang tidur miring.


“Selena, kau adalah kakakku yang ku kenal sangat lembut, manis, perasa, dan aku tahu betapa kuatnya kau menjalani kehidupanmu saat kecil walaupun yang kau jalani adalah kepiluan,” ucap Alceena. Dia tak bisa membebaskan Brandon, tapi berusaha untuk menyemangati.


Hanya isakan yang didengar oleh Alceena. Sebagai wanita, dia ikut sedih. Apa lagi hormon kehamilannya juga menambah perasaannya yang sensitif.


“Satu setengah tahun, itu hukuman yang cepat. Tapi tergantung penyembuhannya lepas dari ekstasi juga. Jika Brandon segera pulih, maka dia akan bebas di waktu yang tepat. Begitu pun sebaliknya kalau penyembuhannya semakin lama.” Alceena melanjutkan berbicara, mencoba menenangkan Selena agar berhenti bersedih.


Alceena beralih meraih tangan Selena, mengusap lembut permukaan kulit kakaknya. “Tolong ikhlaskan semua yang terjadi pada Brandon. Kita ambil sisi baiknya saja. Sekarang kandunganmu sudah hampir menginjak bulan keenam, setidaknya sampai Brandon bebas, anakmu belum terlalu banyak ingin tahu. Lain hal kalau kita menjeda hukuman Brandon saat menunggu anakmu lahir. Semakin bertambah usia, justru rasa ingin tahunya akan lebih besar.”


Alceena berhenti sejenak, mengusap pipi basah Selena. Kedua wanita itu pun saling bertemu pandang. “Aku berharap, Brandon bisa menjadi orang tua dan panutan yang baik untuk anaknya. Bahkan aku membungkam media agar tak menyebarkan berita tentang Brandon yang dipenjara dan menjadi pecandu ekstasi. Semua itu ku lakukan demi keponakanku, karena menjaga kalau anakmu sudah besar nanti tak akan membaca atau melihat berita buruk tentang orang tuanya, yang mungkin bisa membuatnya dirundung. Karena jejak digital tak akan pernah hilang.”


Alceena sudah mencoba menguatkan Selena semampunya. Memberikan pemikirannya untuk menjernihkan sang kakak.


“Kurangi pikiran yang membuat stres, demi menjaga kandunganmu. Kalau kau sampai keguguran dan kehilangan anakmu, justru tak ada alasan untuk mengikat Brandon. Jadi, mari kita isi setiap hari dengan kebahagiaan,” imbuh Alceena seraya mengusap perut kakaknya.


Selena terbungkam, mencerna setiap ucapan Alceena. Ada benarnya juga yang dikatakan oleh adiknya. Dia tak berpikir jauh sampai ketika kelak anak lahir dan beranjak umurnya, pasti akan menanyakan Daddynya jika sudah masuk ke fase banyak ingin tahu. Hanya masa kehamilan yang terasa berat saja yang terus terngiang di kepala.


Perlahan Selena merubah posisi menjadi duduk, dibantu oleh Alceena. Dia langsung memeluk adiknya. “Maafkan aku, Ceena. Sekarang aku paham kenapa kau sangat teguh dengan pendirianmu.”


Alceena menepuk punggung Selena. “Jangan merasa sendiri, kau punya keluarga. Jika ingin sharing tentang masa kehamilan, kau bisa menghubungiku.”


“Tentu.” Dengan senang hati Alceena mengambil nampan. Dia menyuapi kakaknya dengan perasaan yang lega karena Selena mulai bisa menerima keadaan.


...........


Sementara itu, di mansion Danesh, dua keluarga besar sedang berkumpul. Lengkap semua ada di sana. Daddy Davis, Mommy Diora, Daddy George, dan Mommy Gabby tengah bermain dengan kelima cucu Tuan dan Nyonya Dominique. Sedangkan para pemuda berkumpul membahas acara yang akan dilangsungkan minggu depan.


“Bagaimana? Cathleen bersedia atau tidak untuk datang ke pesta lajang?” tanya Marvel si pelopor ide.


Dariush menggangguk memberikan jawaban yang berarti bersedia. “Tadi Alceena sudah mengirimku pesan.”


Marvel mengacungkan jempol. “Banyak pebisnis lajang yang ku kirim undangan. Setiaknya dari tamu yang akan hadir, ada satu saja yang bisa menggetarkan hati Cathleen.”


Geraldine sejak tadi hanya menyimak. Dia baru tahu kalau keluarganya sedang merencanakan sebuah pesta untuk mencarikan pasangan seorang wanita yang menghambat hubungan sepupunya. Setelah paham, dia berdecak. “Jodoh orang lain saja kalian pikirkan. Lihatlah Gerald.” Dia menunjuk kembarannya yang memilih duduk sendiri. “Ajak dia, siapa tahu bisa mendapatkan kekasih baru.”


...*****...


...Oh Gerald, kamu butuh kekasih? Ayuk sama aku aja...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...