
Hari yang dinanti oleh para pria dan wanita lajang dari berbagai negara dan benua pun akhirnya datang juga. Sudah dipastikan orang yang akan hadir bisa mencapai ratusan ribu jika dilihat dari banyaknya data pendaftar. Acara itu dilangsungkan tanpa awak media yang bisa masuk ke dalam, cukup berada di luar gedung. Penjagaan juga dipastikan sangat ketat untuk mengantisipasi ada orang yang ingin berbuat jahat.
Sebelum berangkat ke lokasi pesta lajang, Alceena merias kembarannya terlebih dahulu. Dia merapikan rambut hingga make up.
“Cantik sekali kembaranku, pasti hari ini kau akan menjadi primadona di pesta itu,” puji Alceena seraya mengusap lengan Cathleen. Keduanya menghadap ke cermin.
Cathleen terlihat sangat puas dengan hasil karya tangan Alceena. “Apakah ini rahasiamu selalu berhasil memikat banyak pria?”
Alceena mengedikkan bahu seraya mengayunkan kaki menuju gantungan baju. “Kuncinya adalah percaya diri. Secantik apa pun kalau kau tak yakin dengan kemampuanmu, pasti yang ada hanya minder,” jelasnya sembari memilihkan gaun yang cocok untuk dipakai oleh Cathleen.
“Coba kau berdiri, aku bingung mau pilih yang mana,” pinta Alceena. Dia memegang dua gaun dengan warna dan model berbeda.
Cathleen pun menurut saja. Dia kurang modis seperti kembarannya. Setiap hari terbiasa tampil seadanya.
Alceena menempelkan gaun ke tubuh Cathleen, menilai mana yang lebih mengeluarkan aura kecantikan dan menambah kesan berani. “Sepertinya ini cocok,” ucapnya setelah yakin dengan pilihan berwarna hitam.
Cathleen melongo melihat pakaian yang diputuskan oleh Alceena. “Kita mau pesta, bukan ke pemakaman, kenapa harus hitam?”
“Sudah, coba dipakai dulu.” Alceena memberikan kain yang sudah diolah oleh fashion designer itu. Dia mendorong tubuh Cathleen untuk segera berganti pakaian. Sedangkan dirinya keluar dari walk in closet agar kembarannya tak malu saat membuka baju.
Cathleen sedikit ragu dengan pilihan kakaknya. Dia memandangi busana berwarna hitam itu. “Apa aku akan memikat pria dengan pakaian seperti ini? Bagaimana kalau justru membuatku dirundung karena seperti orang yang akan datang ke pemakaman?”
“Cath ... ayo, sebentar lagi pesta akan dimulai, nanti kau terlambat,” teriak Alceena karena sudah sepuluh menit, tapi Cathleen belum keluar juga.
“Iya, sebentar.” Cathleen menghembuskan napas, dia berharap jika ini adalah pilihan tepat dari seorang Adaire Alceena Pattinson. Wanita itu pun mulai membalut tubuh dengan seonggok kain berwarna hitam dengan gaya elegan.
Dengan langkah kaki yang tak pasti, Cathleen keluar. Menunjukkan penampilannya pada Alceena.
Mata ibu hamil itu tidak berkedip sedikit pun. Menyusuri setiap detail dari saudarinya. “Sepertinya ada yang kurang, sarung tangannya belum kau pakai.”
Cathleen menyengir dan menunjukkan dua potong kain yang digunakan untuk menutup tangannya hingga ke siku. “Sepertinya tak perlu ku pakai,” kilahnya.
Alceena memegang kedua lengan Cathleen, menatap dengan sorot yang sangat intens. “Dengar, penampilanmu sangat luar biasa. Di sana, kau tak boleh ragu dan harus berani. Pria lebih suka wanita pemberani daripada penakut dan menyusahkan. Maka, belajarnya untuk membuang sifat-sifatmu yang kekanakan, oke?” Dia menasehati sebelum berangkat.
Cathleen mengangguk paham. “Akan ku ingat.”
“Good.” Alceena menggandeng lengan Cathleen untuk turun ke bawah. “Ayo kita berangkat sekarang.”
“Kau tidak berdandan?” tanya Cathleen sembari mengayunkan kaki.
“Tidak, aku berangkat seperti ini.”
Cathleen sampai menaikkan sebelah alis. Ini bukanlah Alceena yang dia kenal selalu ingin tampil modis dan seksi. “Kau yakin mau datang ke pesta dengan rambut acak-acakan seperti singa?”
“Ya, toh aku tak ingin mencari pasangan,” jawab Alceena dengan sangat yakin.
Cathleen hanya bisa bergeleng kepala dan terus menuruni anak tangga.
Sesampainya di bawah, para penghuni mansion Pattinson langsung fokus pada Cathleen.
“Wow! Siapa wanita cantik ini?” tanya Madhiaz yang dibuat kagum dengan perbedaan penampilan adik kembarnya.
“Evanthe Cathleen Pattinson.” Dia menyentakkan dagu dengan berani. Kalau Madhiaz saja sampai kagum, ia mulai bisa yakin jika akan menjadi primadona di acara hari ini.
...*****...
...Nanti jam 5 atau 6, ku kasih liat visual Cathleen pas mau berangkat ke pesta, di instagram story aku @heynukha...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...