
Alceena sampai bingung, dia kehabisan kata-kata untuk berkilah. “Ah, sudahlah, aku jalan kaki saja kalau kau tak mau memberi tumpangan padaku,” ucapnya dengan ketus karena sudah tak tahu lagi harus memberi alasan apa. Dariush banyak sekali menyanggah, membuatnya kuwalahan.
Alceena memutar tubuh dan hendak mengayun menuju jalan raya agar terlihat meyakinkan jika mobilnya memang tak bisa dikendarai. “Panggil aku, ku mohon,” harapnya dengan lirih.
“Masuklah, aku akan mengantarmu,” celetuk Dariush. Dalam hatinya sedang bersorak gembira melihat tingkah Alceena hari ini.
Sebelum berbalik, Alceena mengulas senyum terlebih dahulu. ‘Aku tahu, kau pasti tak akan tega melihatku jalan kaki,’ gumamnya dalam hati.
Alceena pun masuk ke dalam mobil Dariush dan kendaraan itu pun melesat meninggalkan area rumah sakit. Melirik ke arah pria yang duduk di sampingnya. ‘Serius sekali wajahnya saat mengemudi.’ Lagi-lagi dia bermonolog di hati.
Suasana di dalam mobil itu pun sangat sepi. Dariush masih berpura-pura menjadi pria dingin. Tidak mengajak Alceena mengobrol. Dan keturunan Pattinson tersebut juga bingung harus memulai pembicaraan apa.
Alceena meniup udara ke atas. Sungguh tak nyaman jika bersama Dariush tapi hanya diam saja. “Dariush?” Dia pun berinisiatif untuk memulai pembicaraan.
“Hm?” Dariush hanya menjawab dengan gumaman dan tidak melirik ke arah Alceena.
“Bisa kau antarkan aku ke Stockman Department Store? Aku ingin membeli pakaian,” pinta Alceena mencari alasan agar bisa lebih lama bersama Dariush. Dia menatap anak kedua keluarga Dominique, pria itu hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Hal itu membuat Alceena mencebikkan bibir sebal. Ternyata Dariush tak main-main saat mengatakan akan berhenti mengejarnya. Dan dia merasa terusik.
“Dariush?” Alceena kembali memanggil.
“Ya?” Dariush tetap fokus pada jalan.
“Boleh aku pinjam ponselmu? Aku harus menelepon penderek untuk membawa mobilku ke bengkel,” pinta Alceena.
“Ambil saja di dashboard tengah.”
“Arahkan pada wajahku saja.” Dariush akhirnya menengok ke samping hingga tatapan mata keduanya saling bertemu pandang. Sialnya, dia langsung menelan saliva karena melihat belahan dada wanitanya, ditambah wajah Alceena yang tetap saja nampak seksi dengan bibir sensual yang sangat ingin dia lahap. ‘Dariush, kuatkan dirimu, tunggu Alceena yang berinisiatif sendiri untuk mencium.’ Dia sampai menguatkan dalam hati.
Alceena pun berhasil membuka kunci layar ponsel Dariush. Dia mengulas senyum saat melihat fotonya yang seksi memakai bikini menjadi wallpaper. “Kau masih menyukaiku?” tanyanya. Kali ini nada bicara tak terdengar ketus seperti biasanya.
“Aku sudah mengatakan padamu kalau menyerah memperjuangkan seseorang yang tak menghargaiku, tandanya aku sudah berhenti menyukaimu,” jelas Dariush tanpa menatap Alceena.
“Tapi, kau masih memasang fotoku.” Alceena menunjukkan layar ponsel Dariush ke arah pria itu.
“Aku belum sempat mengubahnya. Jika kau tak suka, ganti saja,” kilah Dariush seraya memberikan perintah.
Alceena merasa hatinya berdenyut. Berbeda sekali dari Dariush yang sebelumnya mengancam jika akan menelanjanginya kalau berani mengganti wallpaper. Kini pria itu masa bodo.
Tidak, Alceena tak akan mengganti. Biarkan Dariush bisa memandangi tubuhnya terus. Dia pun memilih untuk menghubungi penderek agar meyakinkan jika mobilnya benar-benar rusak.
“Ini ponselmu.” Alceena memberikan ponsel ke arah Dariush.
“Taruh saja ke tempat semula.”
Alceena hanya bisa menuruti perintah Dariush. Dan tak ada obrolan lagi. Mereka sama-sama diam. Padahal keduanya sangat ingin bercengkrama walaupun dengan keusilan. Tapi, baik Dariush maupun Alceena, masih tetap jual mahal satu sama lain. Tak ada yang mau mengalah untuk meruntuhkan gengsi masing-masing.
...*****...
...Kalo gemes aku kawinin juga kalian berdua...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiahnya bestie...