My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 142


Cathleen melihat tanggal yang tertera di undangan tersebut. “Minggu depan, ya?”


Alceena melirik ke arah benda yang ada di tangan kembarannya. Dia tak tahu acara pesta lajang yang diselenggarakan oleh keluarga Dominique akan dilakukan tanggal berapa, sehingga ibu hamil itu mencontek.


“Iya, kau bisa hadir, ‘kan? Selagi ada kesempatan, Cath. Kapan lagi di Helsinki ada acara pesta lajang yang dibuka untuk umum dan seluruh orang dari mancanegara boleh datang.” Alceena mencoba mengompori agar kembarannya tertarik mengikuti pesta itu.


Cathleen memutar bola mata seolah sedang berpikir. “Kau juga dapat undangan?”


Alceena bergeleng kepala secara spontan. Dan membuat Cathleen langsung meletakkan undangan di atas meja.


“Aku tak mau datang jika kau tak ke sana. Kau ‘kan sama-sama lajang, seperti aku. Kenapa hanya aku yang diundang?” Cathleen terlihat tak tertarik. Walaupun di sana sudah pasti akan banyak pria yang datang, tapi kalau tak bersama kembarannya pun rasanya malas hadir sendirian.


“Mungkin karena aku sedang hamil, jadi mereka tak mengundangku. Bisa saja acara itu khusus untuk pria dan wanita lajang dan tidak berbadan lebih dari satu.” Alceena mencoba memberikan alasan sebisa mungkin agar Cathleen tidak curiga kalau penyelenggara acara itu adalah keluarga Dominique.


“Aku tak tertarik datang ke sana jika tak ada temannya,” ucap Cathleen langsung mengambil keputusan saat itu juga.


Alceena mencoba berpikir mencari cara agar Cathleen mau datang. Tapi, dirinya ‘kan tak lajang. Untuk apa juga mengikuti pesta seperti itu?


Namun, demi kebaikan bersama dan kesembuhan hati Cathleen agar tak menaruh rasa pada kekasihnya terus. Akhirnya Alceena pun memilih untuk menjawab sesuai keinginan sang kembaran. “Nanti aku temani kau datang ke pesta itu. Tapi kita harus terpisah saat acara, aku tak mau terulang lagi kejadian seperti yang sudah lewat. Bagaimana?”


“Boleh, asalkan aku tak datang sendirian.” Cathleen menyetujui usulan Alceena. Dia tahu maksud dari permintaan kembarannya itu. Sebab, setiap kali ada pria yang mengajaknya berkenalan ketika bersama Alceena, dan tahu jika Alceena adalah kembarannya, orang itu hanya datang untuk memanfaatkan supaya bisa dekat dengan kakaknya saja.


Alceena mengulas senyum, dalam hatinya sangat senang dan berharap Cathleen bisa menemukan orang yang benar-benar bisa menggantikan nama Dariush di hati wanita itu.


“Baca saja,” balas Cathleen yang tak masalah jika barangnya diambil oleh kakaknya.


Madhiaz duduk bersama dua saudara kembarnya. Membaca informasi yang ada di sana. “Pesta lajang, aku tak dapat undangan juga?”


“Tidak, kau ‘kan sudah memiliki kekasih. Tapi, kalau mau datang pun silahkan saja, terbuka untuk umum kata Alceena,” sahut Cathleen seraya merebut lagi undangannya. “Aku dan Alceena akan datang ke sana,” imbuhnya memberi tahu.


Alceena baru saja selesai menghabiskan sarapan, dia menelungkupkan garpu. “Nah, boleh juga kita datang bertiga. Siapa tahu Madhiaz mau mencari wanita yang lebih mata duitan lagi dibanding kekasihnya yang sekarang,” kelakarnya diiringi tertawa setelah mengejek sang kakak.


Cathleen ikut tertawa terbahak-bahak dengan balasan Alceena. Kakaknya memang sudah terlalu cinta sampai rela uang hasil kerja dihabiskan oleh kekasih.


“Kekasihku bukan mata duitan, tapi realistis. Hidup butuh uang, dan aku buktikan kalau bisa memenuhi semua kebutuhannya,” sanggah Madhiaz agar dua kembarannya berhenti menilai buruk tentang pasangannya.


Alceena dan Cathleen melengos bersamaan, menjulurkan lidah seolah sedang mual jika Madhiaz terus membanggakan wanita yang mereka anggap tidak tahu diri.


...*****...


...Ku tebak abis ini pasti komennya pada penasaran sama kekasihnya Madhiaz...


...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiahnya bestie...