
Setelah mendapatkan nasihat dari keluarga Dariush, Alceena tidak langsung menyimpulkan bahwa perasaannya saat ini adalah cinta. Mungkin ada beberapa aspek yang harus dia pertimbangkan untuk memutuskan dan meyakinkan hal tersebut. Tapi, tak bisa dipungkiri kalau saat ini memang mulai lengket, bahkan sampai merindukan sentuhan anak kedua Tuan Dominique.
Namun, cinta tak bisa diukur hanya sekedar sentuhan fisik atau merindukan tubuh seseorang saja. Batin pun perlu mendapatkan getaran rasa. Sebab, jika hanya merindukan sebuah belaian, artinya rasa yang saat ini bersemayam dalam diri Alceena adalah napsu, bukan cinta. Itulah alasan kenapa anak kedua Tuan Pattinson ingin menganalisis lebih dalam tentang perasaannya pada Dariush.
Alceena juga tak bisa memutuskan bahwa tak menyukai atau mencintai Dariush. Belajar dari pengalaman, dia selalu termakan omongannya sendiri. Sehingga lebih baik menjaga ucapan daripada menyesal atau malu dikemudian hari.
Setelah berkumpul dengan keluarga Dominique hingga malam pun tiba, Dariush membawa Alceena kembali ke kamar.
“Rasanya lega sekali bisa merebahkan tubuh di ranjang,” ucap Alceena yang langsung mengambil posisi tidur menghadap langit kamar. “Keluargamu seru semua, aku tak bosan tinggal di sini,” imbuhnya seraya berpindah menjadi miring menatap Dariush yang sedang menanggalkan pakaian hingga menyisakan boxer hitam.
“Kalau kau mau tinggal di sini selamanya juga boleh, asalkan bersedia ku ajak ke Badan Kependudukan untuk mendaftarkan pernikahan kita,” sahut Dariush. Dia mengayunkan kaki menuju ranjang dan langsung merebahkan tubuh di depan Alceena. “Bagaimana?” tanyanya dengan tangan mengelus pipi mulus sang wanita.
Alceena menggigit bibir bawah untuk berpikir. Tapi mata terus fokus pada dua manik indah milik Dariush.
“Kita tak bisa terus berhubungan dengan status yang tak jelas seperti ini. Kekasih bukan, apa lagi suami istri. Bahkan sekedar komitmen pun tak pernah terlontar dari bibir kita.” Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Dariush berbicara lagi dengan wajah penuh harap. Dia ingin malam ini mendapatkan kepastian hubungan yang sudah dijalani akhir-akhir ini.
Alceena menghela napas, mengusap rahang tegas Dariush dengan sangat lembut. “Bisakah kita cukup berkomitmen saja untuk saat ini?”
Tangan Dariush mulai berpindah untuk menyentuh perut wanitanya. “Komitmen apa yang ingin kau buat denganku?”
“Sure, ku beri waktu satu hari untuk kau mencari jawaban. Bagaimana?” Dariush menaikkan sebelah alis, menunggu keputusan Alceena.
Dan Alceena menjawab dengan anggukan kepala. “Malam ini akan ku pikirkan dengan matang.”
Dua sudut bibir Dariush langsung tertarik membentuk senyum sempurna. Dia membawa Alceena ke dalam dekapan hangat seorang pria yang dipenuhi rasa cinta. Dan membenamkan kepala di ceruk leher kesukaannya.
“Malam ini aku ingin menghukummu karena sudah memuji Danesh dan mengejekku.” Setelah membisikkan kalimat tersebut, Dariush menjulurkan lidah, menggelitiki bagian leher Alceena hingga wanitanya menggelinjang kegelian.
“Ini bukan hukuman, tapi memang kau saja yang mesum,” ucap Alceena seraya mencoba mendorong kepala Dariush agar menyingkir dari lehernya.
Alceena menuntun tangan Dariush ke bagian tubuh yang lain. “Aku lebih suka kau bangkitkan dari daerah sensitif bawah daripada leherku. Aku tak tahan dengan rasa gelinya.” Dia memberi tahu bagian ternikmat dan paling mudah untuk membangkitkan hasratnya.
...*****...
...Kawin mulu kaga nikah-nikah. Authornya tiap ditanya kapan mereka nikah, jawabannya pasti kapan-kapan wkwkwk. Biar berasa jadi bule dulu lah aku, nikahnya belakangan hahaha...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan hadiah bestie...