My Hot Enemy

My Hot Enemy
Part 197


Mendengar jawaban dari Tuan Pattinson, membuat semua orang yang berada di dalam ruang tamu tersebut melongo menatap Danzel. Terutama mereka yang memiliki nama dengan akhiran Dominique. Ternyata keluarga tersohor di seluruh Eropa bisa mendapatkan penolakan juga. Bahkan Dariush tak menyangka kalau niat baiknya tidak diterima oleh orang tua Alceena.


“Pa!” seru Alceena yang terkejut dengan respon orang tuanya. “Dariush sudah memiliki niat baik datang ke sini, kenapa ditolak? Apa kau tak memikirkan perasaan kami berdua? Sudah jelas kalau aku dan dia saling mencintai!” tegasnya agar Papa Danzel berubah pikiran.


“Cinta bisa berubah seiring datangnya orang baru,” balas Tuan Pattinson.


“Aku tetap mau menikah dengan Dariush!” Alceena yang keras kepala tak mau menuruti orang tuanya. Dia berdiri dari sofa, menatap kesal pada pria yang sudah merawatnya sejak kecil. “Lebih baik aku kabur saja kalau tidak diizinkan.”


Namun, tangan Alceena sudah dicegah oleh wanita yang melahirkannya agar duduk lagi.


Daddy Davis yang melihat suasana di sana tak kondusif dan tak seperti yang dia bayangkan pun memilih untuk turun tangan. “Danzel, bisa kita bicara empat mata? Sebagai sesama orang tua,” pintanya dengan serius.


Tuan Pattinson mengangguk. “Mari kita bicara di ruang kerjaku.”


Dua pria yang dahulu pernah mencintai wanita sama itu pun berdiri hendak meninggalkan ruang tamu.


“Dad, aku ikut,” ucap Dariush yang ingin mencoba membujuk orang tua Alceena.


Daddy Davis bergeleng kepala. “Kalian tetap di sini saja, biarkan aku yang mengurus Ini.”


Bagi Daddy Davis, penolakan adalah pertanda sebuah kekalahan. Dan pria berumur lebih dari enam puluh tahun itu tak akan membiarkan keluarganya kalah begitu saja. Apa lagi setelah dia tahu perjuangan Dariush yang penuh drama, hanya untuk mendapatkan cinta Alceena.


Jika dua kepala keluarga itu sedang berjalan beriringan menuju salah satu tempat yang jauh dari ruang tamu, lain hal dengan Alceena yang terus memohon pada sang Mama untuk dibantu membujuk Papa Danzel.


“Ma, kenapa kau diam saja saat Papa tidak memberikan aku izin?” protes Alceena.


“Pasti ada alasan kenapa Papa seperti itu,” ucap Cathleen mencoba menurunkan amarah Alceena.


Jika anak Tuan Pattinson sedang resah dengan nasib yang tak direstui. Lain hal dengan wajah anak-anak Tuan Dominique. Mereka terlihat santai karena Daddy Davis sudah turun tangan.


“Tenang, Ceena. Daddyku pasti bisa membujuk orang tuamu,” ucap Deavenny dengan sangat yakin.


“Benar, suamiku paling pintar kalau berurusan dengan masalah negosiasi,” tambah Mommy Diora.


Ucapan dari dua wanita keluarga Dominique itu membuat Alceena menatap ke arah Dariush untuk bertanya supaya lebih memastikan. “Benar yang mereka katakan?”


Dariush mengangguk. “Percayakan saja pada Daddyku. Kalau dia tak bisa membujuk Papamu, aku tetap akan berusaha mendapatkan izin darinya. Jangan khawatir.”


Mendengar Dariush yang mau mengusahakan agar bisa menikah dengan restu orang tua, membuat Alceena segera berdiri dan menghampiri Daddy dari anak-anaknya. Wanita berperut buncit itu langsung duduk miring di pangkuang Dariush. Memeluk pria itu. “Kalau Papaku tak memberi izin juga, kita menikah diam-diam, jangan memberi tahu dia.”


“Aku akan berusaha, tenang saja,” bisik Dariush seraya mengusap punggung Alceena.


Sementara itu, Daddy Davis dan Tuan Pattinson sudah duduk berhadapan. Sorot mata kedua orang itu sama-sama serius.


“Apa kau menolak niat baik putraku karena hubungan kita di masa muda pernah kurang baik?” Tuan Dominique langsung mengajukan pertanyaan berdasarkan pemikirannya sendiri.


...*****...


...Danzel! Kamu itu blo’on apa gimana sih? Mau punya mantu dari keluarga kaya di Eropa kok malah ditolak. Hadehhhh...